MANAGED BY:
SELASA
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 17 Mei 2019 10:36
Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak Makin Marak

Yuyun: Banyak Kasus Berawal dari Medsos

SEMANGAT: Anggota DPRD Balikpapan berfoto bersama usai FGD di ruang rapat paripurna DPRD Balikpapan, kemarin (16/5).

BALIKPAPAN-Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak mendapat perhatian serius dari DPRD Balikpapan. Pada Kamis (16/5) di ruang rapat paripurna DPRD Balikpapan, digelar forum group discussion (FGD) yang membahas kajian tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketahanan Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Pelecehan Seksual. FGD ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Mieke Henny, pembahasan raperda ini penting, mengingat maraknya kekerasan fisik dan seksual terhadap anak dan perempuan. Hal ini akibat lemahnya ketahanan dan pola asuh keluarga.

“Dengan adanya regulasi ini diharapkan bisa melindungi anak dan perempuan dari kekerasan seksual. Ini sekaligus menjadi upaya jangan sampai pelecehan seksual meningkat terus. Apalagi banyak celah atau peluang, mengingat infrastruktur di Balikpapan sangat memadai,” kata politikus Partai Demokrat ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan terus meningkat (lihat boks).

“Untuk memangkas zero kekerasan seksual, saya rasa tidak mungkin. Tapi bisa meminimalisasi,” kata perempuan yang akrab disapa Yuyun ini.

Menurut Yuyun, media sosial (medsos) memiliki peran yang cukup signifikan. Meskipun anak banyak menghabiskan waktu di kamar, tetapi mereka bisa terpapar kejahatan seksual melalui smartphone. “Banyak keluarga yang acuh pada anaknya sehingga anak terpapar kekerasan seksual. Makanya kami ingin ketahanan keluarga harus kuat,” terangnya. 

Sebenarnya dalam undang-undang sudah diatur soal upaya perlindungan anak oleh orangtua. Namun, rupanya juga tidak ada aturan mengenai sanksi yang dikenakan terhadap orangtua yang lalai. Oleh karena itu, raperda ini akan mengatur sanksi bagi orangtua yang lalai.

“Pemerintah pusat di sini berperan untuk membatasi konten yang tidak baik untuk dipaparkan kepada anak melalui smartphone. Karena dari Kementerian Kominfo juga menyampaikan, jika hari ini (kemarin) dilakukan pemblokiran 1.000 situs, maka dalam waktu yang sama muncul lebih dari 1.000 situs baru,” jelasnya.

Ini berarti pemerintah pusat juga cukup kesulitan untuk mengatasi atau mencegah kekerasan terhadap anak apabila tidak dimulai dari sang orangtua. Terutama dalam pengasuhan, karena yang memberikan smartphone kepada anak adalah orangtua.

“Orangtua harus ada kewajiban melaksanakan pengawasan. Jika mereka memberikan smartphone pada anak, tentu harus mendampingi juga penggunaannya. Belum lagi pendidikan orangtua juga yang mengajarkan, bagaimana anak supaya menyayangi tubuhnya sendiri,” pungkasnya. (cha/vie/k1)


BACA JUGA

Selasa, 31 Agustus 2021 11:30

Longsor di Prapatan, Satu Rumah Terancam Ambruk

Hujan yang mengguyur wilayah Kota Balikpapan, 27 dan 28 Agustus…

Selasa, 27 Juli 2021 12:57

Investigasi Mengeringnya Waduk Telaga Sari, Diduga Akibat Rongga di Bawah Spillway

Hasil investigasi mengeringnya air Waduk Telagasari, yang terjadi 17 Mei…

Senin, 26 Juli 2021 12:14

2022, Pemkot Balikpapan Tetap Programkan Pemasangan PJU

Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemasangan kembali Penerang Jalan Umum…

Sabtu, 17 Juli 2021 10:22

Dorong Pemkot Bangun Dapur Umum Bantu Konsumsi Warga Sedang Menjalani Isolasi Mandiri

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang mengsulkan kepada Pemerintah…

Rabu, 14 Juli 2021 11:17

Sumur Tidak Ada Semburan Lumpur dan Gas

Warga di perumahan GBR 7 Sepinggan, Balikpapan Selatan kini bisa…

Sabtu, 10 Juli 2021 12:00

Operasioanl Selama PPKM Darurat Balikpapan, Tiap RT Diberi Rp 1 Juta

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan bantuan operasional kepada pengurus RT dalam…

Sabtu, 10 Juli 2021 11:49

PPKM Darurat, MUI Balikpapan Kumpulkan Ulama

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah kota…

Senin, 28 Juni 2021 15:51

Truk Mundur Libas Warung Soto dan Rombong

Truk KT 8929 AS bermuatan pasir tidak kuat menanjak sehingga…

Rabu, 23 Juni 2021 10:37

PKL Pandan Sari Kembali Mengaku Tak Dilibatkan

 Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) merasa tidak dilibatkan dalam proses…

Kamis, 17 Juni 2021 23:09

Dua Jam Api Berkobar, 8 Unit Rumah Hangus

 Hampir dua jam lebih kobaran api mengamuk di RT 38…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers