MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Rabu, 22 Mei 2019 10:51
Semayang Padat, Pemkot Lakukan Koordinasi dengan Pelni

Cegah Penumpukan Penumpang di Pelabuhan Semayang

PADAT: Pada H-16 Lebaran, ribuan penumpang yang akan mudik ke kampung halamannya menumpuk di Pelabuhan Semayang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Pada H-16 Lebaran, jumlah penumpang yang akan mudik menggunakan kapal laut mulai membeludak di Pelabuhan Semayang. Seperti yang terlihat Selasa (21/5) sore, dua buah kapal Pelni masing-masing kapal motor (KM) Lambelu tujuan Parepare-Makassar-Maumere-Larantuka-Lewoleba Kupang dan KM Dorolonda tujuan Surabaya-Tanjung Priok memadati Pelabuhan Semayang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pemkot Balikpapan telah berkoordinasi dengan Pelni. “Yang kami hindari penumpukan penumpang di Pelabuhan Semayang, supaya kasus seperti tahun lalu tidak terulang kembali tahun ini,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi kepada Balikpapan Pos, Selasa (21/5).

Menurutnya, jumlah penumpang yang menggunakan kapal laut diprediksi mengalami peningkatan akibat harga tiket pesawat yang melambung. “Jangan sampai akibat membeludaknya penumpang, pemkot lagi yang direpotin dengan menyediakan sarana tempat menginap penumpang tersebut karena keterbatasan ruang tunggu Pelabuhan Semayang,” jelasnya.

“Pelajaran juga bagi kami, beberapa tahun lalu pemkot harus menyiapkan tempat di Benua Patra dan Dome untuk menampung penumpang yang mau berangkat melalui jalur laut,” akunya.

Pemkot pun sudah berkoordinasi dengan Pelni, apakah ada lonjakan penumpang sehingga harus menambah armada. “Ya, kami minta jangan sampai ada penumpang yang telantar. Karena ini juga berkaitan dengan konsumsi yang mau tidak mau pemkot harus ikut membantu, dengan mengalokasikan anggaran khusus,” kata Rizal.

Sebelumnya Kepala Cabang PT Pelni Cabang Balikpapan, Yohanes Bane mengaku telah melakukan upaya antisipasi lonjakan penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2019. “Kami sudah siapkan beberapa hal, baik masalah teknis di lapangan maupun kesiapan sarana angkutan penumpang. Untuk Balikpapan sendiri, kami telah menyiapkan enam unit kapal Pelni,” kata Yohanes Bane.

Menurut Yohanes, enam kapal penumpang yang disiapkan untuk angkutan Lebaran berkapasitas 4 ribu- 5 ribu seat, yakni KM Labobar, KM Lambelu, dan KM Bukit Siguntang. Sedangkan untuk kapal tambahan, yaitu KM Dorolonda, KM Umsini, dan KM Ngapulu.

“Dari sisi keselamatan, kami telah menyiapkan peralatan keselamatan agar sesuai ramp check rutin,” terangnya.

Yohanes mengaku, Pelni tidak menaikkan harga tiket. Sedangkan para agen hanya boleh menaikkan harga tiket sebesar 10 ribu dari harga tiket resmi Pelni. “Apabila agen menaikkan harga tiket lebih dari 10 ribu akan kami berikan sanksi,” katanya.

Setelah Lebaran, dia mengaku sebagian besar penumpang dari Kalimantan menuju Pulau Jawa atau timur Indonesia. Biasanya lonjakan penumpang Pelni jelang Ramadan terjadi di Pelabuhan Batam, Makassar dan Balikpapan. Lonjakan penumpang ini juga terjadi saat arus mudik.

“Saya mengimbau kepada calon penumpang Lebaran, karena keterbatasan kapasitas kapal, kita harus ikuti aturan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. Selain itu, kami minta kepada calon penumpang agar tidak membawa barang yang berlebihan,” pintanya.

Yohanes menambahkan, bagi yang ingin mudik Lebaran diharapkan segera berangkat. Hal ini untuk menghindari membeludaknya penumpang pada H-9, H-8, H-7, hingga H-3.

“Jadi, apabila pemudik berangkat pada hari-hari tersebut, maka dapat dipastikan bahwa banyak calon pemudik yang tidak bisa berangkat karena kapasitas kapal sangat terbatas,” pungkasnya. (dan/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:41

19 Insitusi Ikuti Sosialisasi OSS

BALIKPAPAN – Inovasi Si Jempol (Sistem Jemput Bola Langsung) dari…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:38

Sekali Tembak Harga Satu Mobil Avanza

BALIKPAPAN-Melihat langsung prajurit Armed menembak menggunakan senjata berat meriam howitzer…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:36

Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Capai Rp 458 Triliun

BALIKPAPAN-Pemerintah pusat mantap untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:34

DLH Lakukan Penilaian Eco Office Perusahaan

BALIKPAPAN-Tim penilai eco office perusahaan yang dibentuk Dinas Lingkungan Hidup…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:33

AGM: PPU Punya Lahan Luas, Siap Jadi Ibu Kota Negara

BALIKPAPAN-Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud (AGM) menghadiri…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:01

2021, Pembangunan Fisik Ibu Kota di Kalimantan

BALIKPAPAN-Pemerintah pusat memastikan, pembangunan fisik ibu kota negara di Kalimantan…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:42

200 Awak Kapal Ikut Diklat Pemberdayaan Masyarakat

BALIKPAPAN-Sebanyak 200 nakhoda dan awak kapal layar motor tradisional penangkap…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:41

Menuju KLA, Wujudkan Kelana dan Dekela

BALIKPAPAN-Gugus tugas Balikpapan menuju kota layak anak (KLA) menggelar rapat…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:24

Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Tidak Maksimal

BALIKPAPAN-Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menilai proses pengadaan barang…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:22

Soal Penanganan Kebakaran Kilang, Rizal Mengaku Kecewa

BALIKPAPAN-Wali Kota Rizal Effendi mengaku kecewa dengan kinerja Pertamina dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*