MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 18 Juli 2019 11:40
Dua Oknum Wartawan Ditangkap

Antar Sabu ke Samarinda Diupah Rp 50 Juta

ilustrasi:google

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Jajaran Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim terus melakukan pengembangan terkait pengungkapan jaringan sabu antarnegara yang berhasil dibongkar belum lama ini. Lima tersangka diamankan, yakni Muhajir alias Hajir (40), Hariyanto alias Anto (40), keduanya warga Samarinda; Asrul (24), Sabri alias Aco (20), keduanya warga Bulungan; serta Darwis alias Damis (50) warga negara Malaysia. 

Diketahui, Muhajir alias Hajir dan Hariyanto alias Anto berprofesi sebagai wartawan di Samarinda. Hal ini terkuak saat polisi melakukan pemeriksaan identitas kedua tersangka dan menemukan sejumlah ID card pers. Dari pengakuannya, Hajir berperan sebagai penjemput narkoba jenis sabu sebanyak 3 kg di Berau bersama Hariyanto alias Anto. Rencananya, barang haram ini akan dibawa ke Samarinda dan diserahkan kepada Darwis alias Damis. Kemudian akan diedarkan di wilayah Samarinda dan sekitarnya.

“Ada dua tersangka yang berprofesi sebagai oknum wartawan, tapi masih kami dalami lagi,” terang Direktur Reskoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury melalui Kasubdit I AKBP Karyoto, kemarin (17/7).

Dari hasil pemeriksaan penyidik, Hajir mengaku disuruh Damis untuk menjemput narkoba itu. Dia juga dijanjikan akan diberikan upah sebesar Rp 50 juta, setelah berhasil mengantarkan sabu melalui jalur darat menggunakan mobil dari Berau ke Samarinda.

“Dari pengakuannya dia, dijanjikan akan diberikan upah Rp 50 juta dari tersangka D warga negara Malaysia. Sudah terima berapa atau belum masih kami dalami lagi,” kata Karyoto.

Hingga saat ini, kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Kaltim. Barang bukti senilai miliaran rupiah juga telah diamankan. Pihaknya juga terus melakukan pengembangan dan memburu dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yang diduga merupakan bandar besar sabu di Malaysia.

Untuk diketahui, pengungkapan jaringan internasional itu bermula saat tim Opsnal mendapat informasi pada Rabu (10/7) sekira pukul 21.00 Wita, bahwa ada narkoba jenis sabu asal Tawau, Malaysia yang masuk ke Kalimantan Timur (Kaltim) melalui jalur darat di wilayah Berau. Mendapat informasi itu, petugas pun bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pada Jumat (12/7) sekira pukul 17.00 Wita, petugas menuju jalan poros Teluk Bayur-Labanan, Berau. Pasalnya, menurut informasi, di sana ada dua orang diduga membawa barang haram tersebut.

Saat itu, dua orang pelaku, Muhajir alias Hajir (40) dan Hariyanto alias Anto (40) melintas dengan membawa tas ransel warna hitam. Petugas langsung menghentikan dan melakukan penggeledahan. Dari sana polisi mendapati tiga bungkus narkoba dengan berat masing-masing 1 kg, yang dibungkus menggunakan kemasan teh Malaysia.

Usai ditangkap, polisi langsung melakukan pengembangan. Rupanya si pemesan barang haram ini bernama Darwis alias Damis (50), warga negara Malaysia yang saat itu sedang berada di Samarinda. Tak mau kehilangan jejak pelaku, polisi langsung memburu tersangka Damis. Pada hari yang sama, polisi akhirnya meringkus tersangka Damis saat berada di kamar nomor 205 Hotel Karisma di Jalan Tengkawang, Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda.

Pengembangan terus dilakukan. Polisi kembali melakukan pendalaman asal-usul barang haram tersebut. Dari mulut Hajir dan Anto, mereka mengakui menerima barang haram itu dari Asrul (24) dan Sabri alias Aco (20). Keduanya merupakan warga Kampung Baru, Jalan Pantai Tanjung Palas Timur, perbatasan Tanjung Selor, Kaltara dan Berau, Kaltim.

Tanpa menunggu lama, polisi langsung memburu Asrul dan Aco. Keduanya ditangkap saat berada di rumah sarang burung walet di Jalan Pantai Kampung Baru, Desa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, milik AB yang saat ini menjadi buron.

“Dari tangan tersangka, kami menemukan lagi tiga bungkus sabu dalam kemasan teh Malaysia, beratnya sekira 3 kilogram,” beber Shaury.

Dari pengakuan Asrul, barang itu merupakan barang milik pamannya berinisial AB yang saat ini buron. Awalnya total narkoba tersebut sebanyak 7 kg. 3 kg diserahkan ke Muhajir, 3 kg masih disimpan di rumah sarang burung walet, dan 1 kg sudah diedarkan di wilayah Berau. 

Setelah kelima tersangka dikumpulkan, akhirnya diketahui, barang haram itu dipasok dari negeri tetangga. Saat itu bandar sabu berinisial SAM warga Malaysia mengirimkan sabu sebanyak 7 kg. Transaksi itu dilakukan di perairan Bulungan dan langsung diterima AB. Kemudian barang tersebut dibawa ke rumahnya, yang juga sebagai tempat peternakan sarang burung walet. (pri/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Agustus 2019 11:35

Jual “Ayam” via Medsos, Muncikari Diciduk

BALIKPAPAN-Dunia prostitusi online saat ini rupanya sedang “naik daun”. Dengan…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:33

Raih Sejumlah Penghargaan, Noordhianto Memohon Maaf

BALIKPAPAN-Selama kurang lebih dua tahun empat bulan menjabat sebagai Kasat…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:32

Berbekal Memo Wagub, Deadline Polres

BALIKPAPAN-Kasus bocah hilang bernama Kiki (5) di Jalan Sulawesi, RT…

Senin, 19 Agustus 2019 11:29
Kebakaran di Kilang Minyak Balikpapan

Saksi yang Diperiksa Bertambah, Pertamina: Investigasi Butuh Dua Minggu

BALIKPAPAN-Aneh, penyebab kebakaran di area kilang minyak Pertamina RU V…

Senin, 19 Agustus 2019 11:27

Perampok Sadis Tinggal Tunggu Tuntutan Jaksa

BALIKPAPAN-Pasca melakukan perampokan sadis pada Maret lalu di Jalan Agung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:26

Pemkab Siapkan Psikolog

PENAJAM-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:48

Terkait Kebakaran di Area Kilang Minyak, Empat Orang Diperiksa Polres

BALIKPAPAN-Wali Kota Rizal Effendi meminta Pertamina segera membuat laporan resmi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:46
Suami Tega Paksa Istri Jadi Pelacur

Sudah 30 Kali Digituin, Habis Main Dibayar Rp 50 Ribu

Suami bejat di Kelurahan Jelebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:33

Ditreskrimsus Ungkap Dua Kasus Tambang Ilegal

BALIKPAPAN-Jajaran Polda Kaltim bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus tambang…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:31

Keluarga Korban Tidak Melapor, Kasus Dua Murid SD Tewas Bisa Dihentikan

BALIKPAPAN-Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, kemarin (14/8) dua unit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*