MANAGED BY:
SENIN
28 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Selasa, 30 Juli 2019 10:42
Pasokan Minim, Harga Cabai Meroket
MAHAL LAGI: Minimnya pasokan jadi penyebab harga cabai kembali melejit.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN - Harga cabai kembali melejit. Pantauan Balikpapan Pos di sejumlah pasar tradisional, Senin (29/7), harganya menyentuh Rp 60 sampai Rp 70 ribu per kilogram. "Sudah beberapa hari harga naik. Dari harga Rp 40 ribu per kilogram saya jual, langsung naik jadi Rp 60 ribu per kilogram," kata pedagang di Pasar Pandansari Muhammad Rahul Khan Ansari dijumpai di sela aktivitasnya, kemarin.

Untuk cabai berkualitas tingginya, sebut dia, harganya mencapai Rp 80 ribu per kg. 
Dikatakannya, minimnya pasokan dari Pulau Jawa jadi penyebab naiknya harga. "Di Jawa (stok) kosong, jadi kami datangkan dari Sulawesi, padahal selama ini enggak pernah ngambil dari sana. Nah di Sulawesi juga (pasokannya) terbatas," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Rahul ini menerangkan, saat kondisi normal ia memasok cabai sebanyak 20 peti. Masing-masing seberat 43 kg. Jumlah itu ludes dalam waktu empat hari. Namun sejak pasokan minim dan harga melambung, cabai yang dipasok ikut berkurang. "Sekarang hanya 5 hingga 10 peti aja. Ini sudah satu minggu tapi belum habis," ungkapnya kemudian. Menurutnya, sejak kenaikan harga terjadi, volume pembelian konsumen ikut berkurang. "Biasa beli seperempat atau setengah kilogram sekarang rata-rata hanya 1 ons," paparnya.

Setali tiga uang, Mawar, pedagang di kawasan yang sama juga mengaku menjual cabai dengan harga lebih tinggi dari sebelumnya. "Sekarang Rp 70 ribu per kg," akunya. Padahal sebelumnya, lanjut dia menerangkan, cabai ia bandrol Rp 50 ribu per kg. "Sejak Sabtu kemarin harganya langsung naik," celetuknya.

Di pasar tradisional lantai dasar Rapak Plaza, kenaikan harga cabai juga tidak terelakkan.

"Baru tadi pagi (kemarin, Red) beli harga sudah naik. Otomatis saya jualnya juga naik dari sebelumnya," kata Hj Rohimah pedagang setempat. Disebutkan, kemarin, harga cabai ia jual Rp 70 ribu per kg. "Ada juga yang bagus, harganya Rp 80 ribu per kg. Tapi saya beli yang murah karena pembeli juga cari yang murah," jelasnya.

Sejalan dengan tren kenaikan tersebut, ia pun mengurangi pasokan cabai yang akan dijual. "Biasa beli 3 kg untuk dijual kembali sekarang hanya 1 kg," tuturnya merinci.

Lain halnya dengan Sri, pedagang yang juga berjualan di kawasan yang sama. Sejak harga cabai melangit, ia memutuskan berhenti jualan cabai. "Sudah satu minggu enggak jualan cabai karena harganya naik," celotehnya.

Kata dia, kenaikan harga tidak sebanding dengan penjualan. "Harga naik otomatis modal juga naik sementara pembeli maunya murah," jelasnya kemudian.

Toni, pedagang di kawasan yang sama menuturkan meski harga melejit, ia tetap melayani permintaan pembeli. "Misalnya, mau beli Rp 5 ribu aja tetap dijuali hanya saja (porsinya) tidak sebanyak sebelum harga naik," tenangnya yang membandrol cabai seharga Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kg.

Didi, pedagang di Pasar Klandasan membenarkan ihwal kenaikan tersebut. "Ya, kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kg," jawabnya. Tidak terkecuali bagi Abang, pedagang lainnya di Pasar Klandasan. "Tiap hari harga naik," imbuhnya ditemui kemarin.,

Kemarin, Abang mematok cabai seharga Rp 80 ribu per kg. "Stok di daerah pemasok kosong," urainya.

Disinggung pasokan cabai dari petani lokal sebagai alternatif agar pasokan tetap tersedia dan harga pun terjaga, Abang bilang harganya justru lebih mahal. "Dari dulu harga cabai lokal memang lebih mahal tapi kualitasnya lebih bagus. Lagi pula (tingkat produksinya) tidak mampu memenuhi permintaan se-Balikpapan," katanya, memberi pandangan.

Kenaikan harga cabai yang berlaku saat ini, melampaui harga cabai keriting dan cabai besar yang lebih dulu tinggi. Yakni kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kg. "Harga cabai keriting dan cabai besar enggak ada kenaikan tapi memang masih tinggi, sejak libur lebaran sampai sekarang," tutup pedagang. (dra/rus)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 September 2020 11:34

Proteksi Kesehatan Keluarga Besar Indonesia dengan Polis Avrist Prime Hospital Surgical

JAKARTA- Berdasarkan data dari Yayasan Kanker Indonesia, jumlah penderita kanker…

Minggu, 06 September 2020 13:27

Agustus, Balikpapan Alami Deflasi

BALIKPAPAN - Kota Balikpapan pada Agustus lalu mencatatkan deflasi sebesar…

Jumat, 28 Agustus 2020 10:53

Respon Tinggi, BI Tambah Kuota Uang Pecahan Rp 75 Ribu

BALIKPAPAN – Untuk merespon tingginya animo masyarakat, Bank Indonesia (BI)…

Jumat, 21 Agustus 2020 10:43

Direktorat Jenderal Pajak Incar Pengusaha Sarang Burung Walet, Banyak Transaksi Tak Sesuai Penerimaan Pajaknya

 BALIKPAPAN – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltimra Samon…

Sabtu, 15 Agustus 2020 12:03
Pemulihan Mal Masih Terkendala

Mal Sudah Buka, Tapi Daya Beli Masyarakat Masih Rendah

BALIKPAPAN - Tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal telah diterapkan…

Jumat, 10 Juli 2020 20:41

Lindungi Keluarga Indonesia, Sediakan Satu Polis bagi Setiap Rumah Tangga di 11 Kota di Indonesia

JAKARTA– PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) tengah merayakan hari jadinya…

Senin, 01 Juni 2020 01:14

Tak Kejar Target RPJMD, 2021 Balikpapan Fokus Ini...

BALIKPAPAN – Penyebaran virus Corona yang sudah mewabah di sejumlah wilayah…

Senin, 11 Mei 2020 12:47

Harga Bawang Merah Merangkak Naik

Harga bawang merah terus merangkak naik dan semakin tak terbendung.…

Selasa, 07 April 2020 10:44

Harga Gula Naik, Tapi Tak Picu Kenaikan Inflasi Signifikan

BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat deflasi…

Sabtu, 21 Maret 2020 13:04

Sugar Group Companies bersama Perum Bulog Gelar Gerakan Stabilisasi Pangan

JAKARTA- Sugar Group Companies (SGC) bersama Perum Badan Urusan Logistik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers