MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 03 Agustus 2019 09:21
Warga Heran Kenapa Monyet-Monyet Itu Mengamuk

Klaim Sumber Makanan Masih BanyakAngin

DIGIGIT MONYET: Warga Bayur menenteng parang dan senapan angin dalam perburuan monyet liar, kemarin (2/8).

PROKAL.CO, SAMARINDA- Kegelisahan warga Desa Bayur dan Berambai, Kelurahan Sempaja Utara, kecamatan Samarinda Utara tak bisa lagi dibendung. Tercatat 8 warga yang menjadi korban gigitan monyet liar, saat melintas di Jalan Tembok Tengah, KM 17 yang masuk di lingkungan RT 22.

Warga sudah tidak sabar untuk menghentikan teror monyet, yang sudah menghantui sejak sebulan terakhir itu.

Berbekal parang dan senapan angin, warga berkumpul di sepanjang jalan penghubung 2 desa tersebut, kemarin (2/8) sekitar pukul 08.00 Wita. Warga yang datang kebanyakan geram dan ingin segera menangkap monyet penyerang itu.

"Bahaya ini kalau dibiarkan, sekarang sudah melukai warga. Ke depan, kalau tidak diantisipasi bisa lebih parah dari ini. Apa harus diam terus," kata warga Bayur, Ady (37).

Meski dalam kondisi emosi, kedatangan tim dari BKSDA Kaltim sedikit meredakan emosi warga. Koordinasi pun dilakukan, untuk bisa menemukan cara tepat dan aman untuk menangkap monyet liar yang menganggu tersebut.

"Hari ini kami dari tim BKSDA Kaltim datang ke lokasi penyerangan untuk melakukan koordinasi dengan warga sekitar. Disamping itu, untuk memastikan monyet jenis apa dan di mana titik biasa monyet itu menyerang warga," kata Tarsius Krisdiyanto, Kepala seksi Konservasi Wilayah 2, Tenggarong.

Hasil kesepakatan dengan tokoh warga sekitar, penyisiran untuk mencari hewan primata itu akan dilakukan secara bersama-sama, Minggu (4/8) besok. Tak hanya melibatkan warga dan petugas BKSDA, warga pun akan mengerahkan puluhan anjing pemburu untuk membantu proses pencarian.

Anjing pemburu sendiri, sudah pernah diturunkan saat melakukan pencarian pada 2 pekan lalu, dengan hasil tertangkapnya 1 monyet jenis ekor panjang yang diduga penyerang warga.

Disamping itu, upaya perburuan nantinya diupayakan untuk tidak sampai membunuh monyet. Meskipun monyet ekor panjang tidak masuk hewan yang dilindungi. Membunuh hanya upaya terakhir, jika benar-benar terdesak saja.

"Kita upayakan penangkapan. Dan selanjutnya, kita lakukan observasi pada hewan primata ini," ucap Krisdiyanto.

Dijelaskannya, kawasan hutan yang ada di sekitar jalan itu, sebenarnya adalah lokasi habibat monyet yang masih menjamin sejumlah makanan yang biasa dikonsumsi. Namun, dirinya juga masih belum mengetahui, mengapa monyet ini bisa menyerang bahkan melukai warga.

"Di sini memang habitatnya. Apakah monyet ini pernah berinteraksi dengan manusia sebelumnya, ini yang masih kita dalami. Sebab, monyet biasanya tidak menyerang manusia. Bahkan, monyet cenderung akan lari jika dijumpai," ungkap Krisdiyanto.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Sempaja Utara, Muhammad Kacong, meminta keseriusan dalam pengentasan kasus penyerangan monyet ini. Mewakili warga, ia berharap tindakan nyata bisa dilakukan secepatnya, agar korban tidak semakin bertambah.

"Warga di sini sudah sangat resah dengan banyaknya korban luka. Apa dari 8 orang ini harus bertambah lagi. Kita tidak bisa juga hanya menjaga habitat monyet di kawasan ini, sementara nyawa warga terancam. Harus ada tindakan, apakah itu ditangkap atau lainnya, dan warga siap bantu," kata Kacong.

Perburuan yang digelar bersama BKSDA Kaltim nantinya, diharapkan sebagai langkah nyata dan berbuah hasil, dengan tertangkapnya monyet penyerang tersebut. Untuk itu, dia pun telah meminta warga untuk ikut serta dan mengerahkan anjing pemburu.

"Cukup 8 itu saja. Jangan ada korban lagi. Terakhir malah pelajar yang hendak berangkat sekolah diserang, hingga mendapat 3 luka robek di paha kanannya. Korban lain malah ada yang harus menerima 16 jahitan. Kasian warga ini. Mau aktivitas sehari-hari dengan melintasi jalan, nyawanya terancam," pungkas Kacong. (kis/beb/kpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 12 September 2019 10:43

Satu Ruko Ludes Diamuk Si Jago Merah

TANA PASER– Warga Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Paser, Selasa (10/9)…

Senin, 09 September 2019 10:37

Dua Lokasi Kembali Membara

BALIKPAPAN- Lagi-lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Balikpapan.…

Sabtu, 07 September 2019 10:26

Warung Mbak Ros Dibobol Maling

BALIKPAPAN- Seputaran Jalan Soekarno-Hatta Km 4 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan…

Selasa, 03 September 2019 11:01

Ojol Demo Kantor Sendiri

BALIKPAPAN - Kantor Gojek Balikpapan yang berada di Jalan MT…

Jumat, 30 Agustus 2019 10:38

Lulus dari Rutan Jadi Maling

BALIKPAPAN - Rupanya sepak terjang tersangka Darwansyah alias Wawan (24)…

Kamis, 29 Agustus 2019 10:27

ABG Layani Pria Hidung Belang

TANJUNG REDEB- Polres Berau berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak di…

Rabu, 28 Agustus 2019 10:40

Kakak Beradik Diringkus Polisi

TANA PASER– Opsnal Jatanras, Satuan Reserse Kriminal Polres Paser dibantu…

Selasa, 27 Agustus 2019 10:53

Kaltim Menjadi IKN, Razia Kependudukan Hukumnya "Fardhu" dan Harus Ditingkatkan

BALIKPAPAN- Terpilihnya Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara (IKN), khususnya…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:01

Jaksa dan Terdakwa Sepakat Tak Banding

BALIKPAPAN- Pasca sidang putusan terhadap tiga terdakwa yakni Hardjito yang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 09:59

Duar! Stadion Segiri Terbakar

SAMARINDA- Api berkobar dari sebuah kafe di Kompleks Stadion Segiri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*