MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Selasa, 20 Agustus 2019 11:18
Warga Minta Pertamini Segera Ditutup

Pemilik Pertamini di RT 24 Mekar Sari Minta Waktu Tiga Hari

MEDIASI : Warga melakukan mediasi dengan pedagang bahan bakar minyak (BBM) Pertamini di Aula Kelurahan Mekar Sari.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah (Balteng) bersama kecamatan menindaklanjuti surat dari warga RT 24 Mekar Sari mengenai situasi ketidak nyamanan dan keresahan yang dirasakan warga terhadap penjual bahan bakar minyak (BBM) Pertamini yang dianggap membahayakan warga sekitar.

Dalam hal ini, kecamatan dan kelurahan melakukan mediasi di aula kelurahan antara pedagang pertamini dengan warga RT 24. Hal ini bukan kemauan dari kelurahan maupun kecamatan, akan tetapi usulan dari warga sekitar, bahwa warga tidak setuju dengan adanya pertamini tersebut dengan alasan membahayakan warga sekitar. 

"Sudah jelas imbauan dari pemerintah, bahwa pertamini tersebut merupakan usaha ilegal dan membahayakan warga sekitar maupun orang lain," kata Kasi Trantib dan LH Balteng H Asmarian kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Dengan adanya pelaksanaan mediasi yang membahas permasalahan pertamini yang terletak di Jalan Martadinata RT 24 yang dilaksanakan pada hari Senin 19 Agustus 2019 warga dan pemilik menyepakati hasil mediasi dengan beberapa hal yakni, selaku pengusaha pertamini menyanggupi apa yang menjadi tuntutan dari warga RT 24 bahwa usaha tersebut dianggap berbahaya untuk lingkungan, dengan begitu pemilik meminta waktu selama 3 hari mulai dari dilaksanakannya mediasi pada Senin (19/8) sampai Rabu (21/8). Dan pada Kamis (22/8) usaha tesebut sudah mulai ditutup dan tidak beroperasi lagi.

"Jadi kami bersama dengan warga memberikan waktu selama 3 hari sesuai permintaan pemilik sebelum ditutup," jelas Asmarian.

Hal tersebut didasari oleh lokasi pertamini yang berada dekat dengan pedagang kaki lima serta yang menggunakan kompor dengan posisi bangunan yang rapat, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Atas dasar itu pula warga RT 24 menginginkan agar pertamini tersebut segera ditutup. Sehubungan dengan hal tersebut, warga memohon kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penindakan.

"Dengan adanya mediasi ini, kan kami bisa mengetahui permasalahan yang terjadi akibat ketakutan warga dengan adanya pertamini," ucap Asmarian.

Sementara pernyataan tersebut dibuat dengan sebenarnya dan tidak ada dorongan dan paksaan dari pihak manapun. Dan dirinya berharap sampai dengan harinya, warga tidak mengambil tindakan yang merugikan diri sendiri. (may/san)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 12 Februari 2020 12:32

KOK NGGA ADA TINDAKAN..!! Tanah Bergeser Sudah Berlangsung Lama

BALIKPAPAN -  Musibah atau bencana alam memang tidak ada yang tahu…

Rabu, 12 Februari 2020 12:31

Pedagang Diminta Tertib Berjualan, Memangnya Bisa...??

BALIKPAPAN–Pasar tradisional menjadi tempat aktivitas jual beli masyarakat setiap hari.…

Rabu, 12 Februari 2020 12:28

PARAH NI..!! Sampah Kok Dibuang di Fasum

BALIKPAPAN - Warga Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah mengeluhkan tumpukan sampah…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Terdakwa Berbelit-belit, Hakim Kesal

BALIKPAPAN - Salah seorang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Arif…

Kamis, 06 Februari 2020 11:23

Ada Warga Balikpapan yang Dipulangkan dari Wuhan? Dinas Kesehatan Masih Cari Info

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan sampai saat ini masih mencari…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:51

Kabar Bohong Virus Corona Rugikan Rumah Sakit

BALIKPAPAN - Beredarnya kabar bohong (hoax) virus corona telah masuk…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:43

Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Penanganan Banjir di Sini

BALIKPAPAN - Persoalan banjir masih menjadi persoalan serius bagi warga…

Kamis, 30 Januari 2020 22:58

Menembus Pedalaman untuk Mengajar, Meretas Masa Depan

Menjadi seorang pendidik tidak harus menyandang gelar guru. Siapapun bisa…

Kamis, 30 Januari 2020 22:52

KAPOK..!! Rampok di Kebun Sayur yang Pukul Kepala Korban Pakai Linggis Itu Divonis 10 Tahun Penjara

BALIKPAPAN- Terdakwa Hendra Ismanto (36) yang terjerat kasus perampokan di…

Kamis, 30 Januari 2020 11:26

Kampung Warna Warni Sepi, Loket Sewa Perahu pun Ditutup

 BALIKPAPAN – Sudah satu tahun lebih destinasi wisata Kampung Wisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers