MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Kamis, 22 Agustus 2019 09:17
Joglo Tani Kolong Langit, Potret Kejayaan Pertanian

Penuhi 100 Persen Kebutuhan Pangan Warga

LAHAN PERTANIAN: Teknologi yang dikembangkan di Joglo Tani Kolong Langit yakni menyiram tanaman dikendalikan dari smartphone.

PROKAL.CO, JOGLO Tani Kolong Langit RT 12 Handil Baru Samboja sukses mengembalikan masa emas sektor pertanian sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat sekitar untuk bertani. Betapa tidak, lewat Joglo Tani seluruh kebutuhan pangan warga terpenuhi. Mulai beras, sayuran, buah-buahan dan ikan.

"Rahasia suksesnya tanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam. Kalau bisa ditanam kenapa harus beli dan itu berhasil dibuktikan masyarakat dengan adanya Joglo Tani Kolong Langit," kata Wakil Ketua Pengelola Muhtadin memulai percakapan dengan sejumlah awak media yang berkunjung, Rabu (21/8). Dan benar saja, saat ini tercatat ada 30 warga yang kembali menekuni kegiatan pertanian dan terlibat di kawasan tersebut.

Joglo Tani Kolong Langit merupakan kawasan terpadu meliputi pertanian, perternakan, perikanan dan perkebunan mengadopsi Joglo Tani Jogjakarta. Dikembangkan sejak dua tahun lalu oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ENI Muara Bakau melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dan berdiri di atas lahan milik warga seluas 10 hektare. Jumlah itu dipastikan bertambah seiring hamparan lahan yang masih luas dan berbagai pengembangan yang akan dilakukan. "(sektor) Yang sudah berjalan saat ini adalah pertanian berupa tanam padi bahkan hasil panen kemarin surplus. Sektor lainnya yakni perkebunan dengan ratusan jenis tanaman dan perikanan," gebunya.

Sedangkan untuk bidang peternakan sudah dipersiapkan. "Kandang sudah ada, rencana untuk beternak sapi," lanjutnya.

Seluruh hasil tani, perikanan dan perkebunan diprioritaskan untuk konsumsi warga. Sebagian lagi barulah dikomersilkan. Dengan kata lain, adanya Joglo Tani Kolong Langit, 100 persen kebutuhan pangan warga terpenuhi.

Ya, sudah menjadi sebuah kebanggaan bahwa Indonesia punya tanah yang subur sehingga berbagai tanaman bisa tumbuh dengan baik di Bumi Pertiwi. Tidak terkecuali di wilayah Handil Baru. "Di sini dulu dikenal sebagai daerah Nyiur Melambai karena adanya pertanian, perkebunan tapi lama kelamaan mulai ditinggalkan, masyarakat memilih bekerja dari pada bertani akhirnya banyak lahan tibur. Lewat Joglo Tani kami ingin mengembalikan tradisi masyarakat bertani," serunya. 

Menariknya, kawasan terpadu itu juga didukung dengan teknologi canggih. Yakni sistem irigasi berbasis digital. "Kawasan Joglo Tani luas dan berbukit. Jadi kami pun mendirikan 17 sprinkle (tiang air pancoran) tersebar di seluruh lokasi yang akan berfungsi menyiram tanaman yang bisa dikendalikan langsung dari smartphone menggunakan aplikasi," tuturnya bersemangat.

Untuk memudahkan operasional, tiap beberapa titik pancoran air dilengkapi penampungan air dan mesin pompa. Adapun pasokan air diperoleh dari sumur di sekitar kawasan sedangkan energi untuk mendukung kerja mesin pompa mengandalkan tenaga surya. 

Untuk tanaman yang tidak memungkinkan menggunakan air pancuran, pihaknya membangun sistem pengarian berbeda. "Seperti cabai dan tomat, areal tanamannya ditutupi plastik sehingga sprinkle kami pasang di permukaan tanah," celetuknya.

Lanjut Ketua RT 12 ini menerangkan, urusan pupuk juga menjadi perhatian utama. "Seluruh tanaman dan pertanian di sini menggunakan pupuk organik karena kami juga memiliki rumah pembuatan kompos.

Fasilitas lain yang mendukung aktivitas di kawasan tersebut yakni greenhouse yakni pojok pertanian berbasis hidroponik. "Jadi warga terutama ibu-ibu yang ingin bertani tapi tidak mau kotor-kotor terkena tanah, bisa bercocok tanam di sini," lanjutnya memberi penjelasan.

Aktivitas warga pun diperkaya dengan kegiatan mengolah hasil tanaman menjadi aneka produk makanan. Seperti dodol pisang awak, permen buah nangka, abon ikan, kripik mandai, cake pepaya dan masih banyak lagi.

Tak sekadar urusan bertani, perikanan dan perkebunan, Joglo Tani Kolong Langit juga dilengkapi dua buah spot berfoto pemandangan hamparan hijau yang menyejukkan mata.

"Kami juga berencana menjadikan tempat ini sebagai bumi perkemahan dan rencananya kami juga akan membangun homestay di tengah persawahan," paparnya kembali bersemangat.

Tak heran bila kawasan tersebut digadang sebagai desa digital (Dedi) dan desa wisata (Dewi). Juga akan didorong sebagai lumbung pangan dan bibit, pusat informasi dan edukasi pertanian. "Tekad kami, membangun Indonesia melalui Samboja," tutupnya.

Adapun dalam kunjungan kemarin, rombongan dipimpin SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Turut hadir managemen ENI Indonesia. Rombongan pun berkesempatan menikmati hasil perkebunan dan perikanan Joglo Tani Kolong Langit. (dra/vie)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 10 September 2019 10:36

Harga Ayam Naik Rp 1.000 Per Ekor

BALIKPAPAN-Harga ayam potong atau broiler di Pasar Rapak mengalami kenaikan.…

Sabtu, 07 September 2019 10:24

Daging Sapi Lokal Lebih Diminati Konsumen

BALIKPAPAN-Pemerintah melakukan impor daging bertujuan untuk menstabilkan stok dan harga…

Rabu, 04 September 2019 11:40

Sambut IKN, Balikpapan Siap Jadi Lumbung Pangan

BALIKPAPAN-Presiden Joko Widodo telah menetapkan Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya Penajam…

Selasa, 03 September 2019 10:59

Iuran BPJS Bakal Naik, Warga Menjerit

BALIKPAPAN - Pemerintah bakal menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100…

Sabtu, 31 Agustus 2019 11:36

Biaya Transfer Antarbank Turun

BALIKPAPAN- Mulai 1 September ini, biaya transfer antarbank melalui sistem…

Jumat, 30 Agustus 2019 10:36

Kontribusi Mitra Gojek Capai Rp 423 M

BALIKPAPAN-Transportasi berbasis online kini menjamur di Balikpapan. Salah satunya penyedia…

Jumat, 30 Agustus 2019 10:34

Banjir Permintaan dari Luar Daerah

BALIKPAPAN-Keputusan memindahkan ibu kota negara ke Kaltim seketika berdampak positif…

Kamis, 29 Agustus 2019 10:25

Gadai Emas 3,5 Gram Dapat Porsi Haji, Pasutri Dominasi Nasabah

BALIKPAPAN-Melalui produk Arrum Haji, PT Pegadaian (Persero) memberi kemudahan masyarakat…

Rabu, 28 Agustus 2019 10:33

Perhotelan Sebut Okupansi Masih Stabil

BALIKPAPAN-Tidak berlebihan rasanya bila menyebut banyak masyarakat yang ingin melihat…

Rabu, 28 Agustus 2019 10:32

Aneka Ikan Kering di Kios H Durahman

BAGI pengunjung pasar tradisional Rapak Plaza yang ingin membeli aneka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*