MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 22 Agustus 2019 09:39
PPU Belum Bebas Alat Tangkap Terlarang
Andi Trasodiharto

PROKAL.CO, PENAJAM- Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan penggunaan alat tangkap trawl atau tidak ramah lingkungan telah diminimalisir. Namun, belum sepenuhnya bebas dari penggunaan jaring trawl atau pukat harimau.

Kepala Dinas Perikanan Andi Trasodiharto mengatakan, nelayan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak terlalu banyak. “Kalau di PPU, dari tiga ribu nelayan diperkirakan masih ada 5 atau 10 persen menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Itu pun nelayan-nelayan kecil,” kata Andi Traso pada media ini, Selasa (20/8).

Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka penggunaan jaring yang dapat merusak biota laut. Namun, untuk mengurangi hal tersebut, diperlukan pergantian alat tangkap. Karena nelayan kecil yang tidak memiliki modal besar untuk mengganti alat tangkapnya, tentu tetap menggunakan jaring yang tidak ramah lingkungan.

“Memang perlu disiapkan jaring yang ramah lingkungan,” terangnya.

Dinas Perikanan mengusulkan anggaran pengadaan alat tangkap ikan ynag ramah lingkungan di APBD 2020 sebesar Rp 1 miliar. Andi Traso menyatakan, apabila pemerintah menyiapkan alat tangkap pengganti yang lebih ramah lingkungan, maka pemakaian alat tangkap illegal dapat diminimalisir. “Ada beberap jenis alat tangkap ikan yang ramah lingkungan salah satunya jaring insang. Alat seperti ini harus disiapkan, tapi kita perlu anggaran pengadaan minimal Rp 1 miliar,” tuturnya.

Andi Traso berharap, pada pembahaan APBD 2020, usulan anggaran pengadaan alat tangkap ikan ramah lingkungan diakomodir. “Itu baru sebatas usulan. Mudah-mudahan terakomodir. Karena alat tangkap itu nantinya akand ibagikan kepada nelayan dan alat tangkap yang dilarang jelas akan kita tarik,” ujarnya.

Dinas Perikanan juga setiap tahun memberikan bantuan kepada nelayan. Baik berupa lat tangkap, mesin maupun kapal. Namun, bantuan tersebut bersumber dari pemerintah pusat. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Senin, 04 November 2019 13:50

Lanjutan Pembangunan Jembatan Nenang Belum Jelas

Kelanjutan pembangunan Jembatan Sungai Nenang Besar dan Jembatan Sungai Nenang…

Senin, 04 November 2019 13:49

Serikat Pekerja Berharap UMK Mengikuti UMP

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menetapkan Upah Minimum Provinsi…

Sabtu, 02 November 2019 21:53

Tiga Kasus Kekerasan Seksual Divonis 15 Tahun Penjara

Tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di awal…

Sabtu, 02 November 2019 21:51

Pemkab Berharap Jembatan Tol Tak Dilelang Ulang

PENAJAM - balpos.com,  Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekejerjaan Umum…

Selasa, 29 Oktober 2019 11:52

Ujian Seleksi CPNS Pakai Sistem UNBK

PENAJAM - Meskipun kuota formasi calon pengawai negeri sipil (CPNS)…

Minggu, 27 Oktober 2019 12:15

Cukup Ajukan Proposal, Petani Dapat Benih Padi Gratis

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendapatkan…

Jumat, 25 Oktober 2019 23:51

Tapal Batas PPU-Paser Belum Klir, Ini Alasannya

PENAJAM - Pasca penetapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 25 Oktober 2019 23:49

Petani Belum Berani Garap Sawah, Ini Alasannya

PENAJAM - Musim tanam Obmar atau Oktober-Maret, petani di Kabupaten…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:44

4.700 Calon Pelanggan Jargas Rampung Disurvei, Tapi Ini Kendalanya....

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan kuota …

Senin, 21 Oktober 2019 13:23

Pemulihan Warga Terdampak, PPU Ajukan Bantuan ke Kementerian PUPR

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengajukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*