MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Kamis, 22 Agustus 2019 10:29
Bersihkan Lahan, Jangan Dibakar!
SAMBANG LINGKUNGAN: Bhabinkamtibmas Sepinggan Raya Aipda Joko Nugroho (kanan) mendampingi Panit II Binmas Polsek Balikpapan Selatan Iptu Edi Sulistiyo saat memberikan pengarahan tidak membakar lahan kepada salah seorang petani di RT 23, kemarin (21/8).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Bhabinkamtibmas Sepinggan Raya Aipda Joko Nugroho mengingatkan warga di wilayahnya untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar. Penegasan ini disampaikannya khusus kepada petani yang kesehariannya bercocok tanam.

"Kami (Polsek) melalui bhabinkamtibmas dan jajaran kelurahan selalu menyampaikan kepada warga dalam berbagai kesempatan, agar jangan bakar lahan. Bukan hanya berbahaya tetapi juga karena asapnya mengganggu orang lain," kata Aipda Joko Nugroho usai mendampingi Panit II Binmas Polsek Balikpapan Selatan Iptu Edi Sulistiyo mengedukasi salah seorang warga yang membuka lahan dengan cara dibakar di RT 23, Rabu (21/8).

Lanjut Joko, meski wilayah Sepinggan Raya cukup padat permukiman. Namun tidak sedikit lahan tidur dijadikan warga untuk bercocok tanam.

Menjaga agar tidak terjadi aksi pembersihan lahan dengan cara dibakar, personel Polsek Selatan mengingatkan kepada ketua RT maupun warga untuk meningkatkan pengawasan, khusus bagi wilayahnya yang terdapat orang bercocok tanam.

"Jika sudah diawasi serta diberitahu, orangnya nggak mau dengar dan masih bakar lahan juga. Segera lapor ke kami, biar segera ditindaklanjuti petugas," sambung Joko.

Terkait imbauan larangan pembakaran hutan dan lahan (karhutla), Joko menegaskan bukan hanya instruksi dari Presiden, tetapi juga sudah diatur pelarangannya dalam Peraturan Daerah (Perda) Balikpapan Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan. Bahkan dalam Perda tersebut, ada sanksinya.

"Kami ingatkan lagi, jangan sekali-kali membersihkan lahan dengan cara dibakar. Berbahaya, mengganggu kesehatan, dan lingkungan. Asapnya juga menggangu orang di sekitar titik api. Apalagi bercocok tanam dengan tidak mendapatkan izin dari si pemilik lahan," pungkasnya. (rus)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 23:59

Ada Batu Baranya, Lahan Terbakar Makin Susah Dipadamkan

BALIKPAPAN - Akhir-akhir ini cuaca Kota Balikpapan panas terik. Alhasil…

Rabu, 26 Februari 2020 23:56

Teror Tagihan, Pinjaman Online Kembali Bikin Resah

 BALIKPAPAN - Aplikasi pinjaman online (pinjol) kembali jadi buah bibir.…

Rabu, 26 Februari 2020 23:29

Gang Sempit Jadi Andalan Pengedar

BALIKPAPAN - Saat ini berbagai cara dilakukan para jaringan pengedar…

Senin, 24 Februari 2020 10:29

LUMAYAN..!! Tahun Ini Ratusan Miliar Diguyur untuk Penanganan Banjir Balikpapan

BALIKPAPAN–Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mengatasi banjir yang sering terjadi…

Rabu, 12 Februari 2020 12:32

KOK NGGA ADA TINDAKAN..!! Tanah Bergeser Sudah Berlangsung Lama

BALIKPAPAN -  Musibah atau bencana alam memang tidak ada yang tahu…

Rabu, 12 Februari 2020 12:31

Pedagang Diminta Tertib Berjualan, Memangnya Bisa...??

BALIKPAPAN–Pasar tradisional menjadi tempat aktivitas jual beli masyarakat setiap hari.…

Rabu, 12 Februari 2020 12:28

PARAH NI..!! Sampah Kok Dibuang di Fasum

BALIKPAPAN - Warga Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah mengeluhkan tumpukan sampah…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Terdakwa Berbelit-belit, Hakim Kesal

BALIKPAPAN - Salah seorang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Arif…

Kamis, 06 Februari 2020 11:23

Ada Warga Balikpapan yang Dipulangkan dari Wuhan? Dinas Kesehatan Masih Cari Info

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan sampai saat ini masih mencari…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:51

Kabar Bohong Virus Corona Rugikan Rumah Sakit

BALIKPAPAN - Beredarnya kabar bohong (hoax) virus corona telah masuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers