MANAGED BY:
KAMIS
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 23 Agustus 2019 09:38
Sekali Tembak Harga Satu Mobil Avanza

Prajurit Armed Rutin Latihan Menembak Meriam

PERSENJATAAN BERAT: Para prajurit Armed 18 Komposit Kodam VI/Mlw sigap melakukan latihan menembak sasaran jarak tembak 8 Km di Puslatpur Amborawang.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Melihat langsung prajurit Armed menembak menggunakan senjata berat meriam howitzer caliber 105 mm ada perasaan menegangkan sekaligus bangga. Menegangkan karena suara dentuman sangat keras dan daya ledak dahsyat, bangga karena melihat para prajurit sigap menggunakan salah satu alutsista milik TNI AD. Latihan menembak menggunakan meriam dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kukar, Kamis (22/8) siang hingga sore kemarin.

Sebanyak 8 unit meriam  howitzer caliber 105 mm pabrikan Amerika tahun 1986 didatangkan dari Armed 18 Komposit Kodam Mulawarman yang bermarkas di Tenggarong, Kukar bersama 100 pasukan TNI AD. Simulasi latihan menembakkan 45 amunisi yang terdiri 3 amunisi berhulu ledak asap dan 42 amnuisi berhulu ledak brisan.   Danyon Armed 18 Komposit Kodam VI Mulawarman Mayor Arm Ari Priyudono SSos MT (Han)  mengatakan, senjata berat caliber 105 jarak tembak maksimal 12 Km. “Jarak tembak maksimal 12 Km, dalam latihan ini kami menembak lengkung jarak 8 Km,” ujarnya sambil  memberikan penjelasan kepada Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Dino Martino yang hadir menyaksikan latihan.

Dia mengatakan, dalam latihan taktis penembakan, pertama kali adalah menembakkan amunisi asap yang tujuannya menentukan titik tembakan yang sebenarnya menggunakan amunisi brisan. “Amunisi asap untuk menentukan titik tembakan berikutnya menggunakan amunisi perusak,” ungkap Ari Prayudono. Daya ledak amunisi brisan cukup dahsyat. Setelah ditembakkan, akan meledak saat menyentuh titik sasaran dengan daya rusak radius sekelilingnya 100 meter  dan menciderai atau membunuh radius sekeliling 300 meter. Ditambahkan dia, selain amunisi asap dan brisan, ada amunisi hulu ledak anti tank yang mampu menembus badan tank dari baja, kemudian meledak di dalam dan menghancurkan tank, namun jenis tersebut tidak dilakukan penembakan.

“ Tujuan latihan ini untuk melatih kesiapan pasukan.  Meriam digunakan untuk melumpuhkan objek, sehingga satuan dapat mengusai sasaran yang dituju. Bukan hanya sekadar simulasi, dengan latihan secara nyata ini maka prajurit dapat siap melaksanakannya ketika dibutuhkan. Karena Armed 18 Komposit merupakan satuan pendukung tembak yang memiliki peran penting. Latihan digelar rutin paling tidak dua kali dalam satu tahun, antara bulan Agustus dan September. Tembakan meriam dalam perang sesungguhnya memberikan bantuan tembakan kepada pasukan manuver infanteri untuk mencapai sasaran. Dalam latihan ini, kami koordinasi Air Nav Bandara Sepinggan untuk menutup ruang udara dari perlintasan pesawat udara. Selama latihan tembak, pesawat dilarang melintas di area ini,” imbuhnya.

Ari Prayudono menambahkan, latihan akan dilanjutkan lagi di Berau dengan meriam yang kalibernya lebih besar lagi, yakni meriam caliber 155 mm buatan Korsel dengan jarak tembak mencapai 33 Km. “Untuk meriam ini, tidak bisa menembak di sini. Karena kalau ditembakkan, jatuhnya ke laut,” ujar Kapendam menambahkan.

Amunisi meriam terdiri dari beberapa bagian seperti, bagian selongsong, bagian propelan sebagai pendorong, serta bagian hulu ledak. Kapasitas dari filling atau pengisian TNT ataupun campuran TNT ke dalam hulu ledak meriam mencapai 1.200 kg per shift, dan di dalam hulu ledak granat meriam 105 berisi 2 kg TNT. Untuk diketahui, satu amunisi meriam caliber 105 mm, cukup mahal. Sekali tembak seharga 1 unit mobil Toyota Avanza. “Meriamnya buatan Amerika, amunisinya juga buatan Amerika. Itu sudah satu paket,” jelas Kapendam Dino Martino. (ono)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 Oktober 2020 10:31

Balikpapan Berpotensi Kehilangan Rp 15 M

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan telah memegang draft akhir Undang-Undang Omnibus…

Kamis, 22 Oktober 2020 10:03

Itu Sudah..!! Ngga Kapok-Kapok, Residivis Bawa Sabu Setengah Kilo ..!!

BALIKPAPAN – Penjahat kambuhan alias residivis berulah lagi. Dua pria…

Rabu, 21 Oktober 2020 11:19
DP3AKB Luncurkan Aplikasi LAPOR PAK! Balikpapan

Mau Curhat soal Kekerasan Anak dan Perempuan ? Bisa Lewat Ponsel

BALIKPAPAN - Untuk memaksimalkan pelayanan perlindungan anak dan perempuan dari…

Rabu, 08 April 2020 14:51

Tempat Ini Bakal Dijadikan Pusat Karantina ODP

PENAJAM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Penajam Paser…

Jumat, 20 September 2019 10:28

Arita dan Safaruddin Diwakili Relawan

BALIKPAPAN–Sebanyak empat bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali…

Jumat, 20 September 2019 10:27

Rizal Ingatkan Camat dan Lurah, Jangan Terlibat Pengadaan Tanah Ibu Kota Negara

BALIKPAPAN–Sejak ditetapkanya Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara baru membuat…

Kamis, 19 September 2019 11:41

PJU Tenaga Surya Dikaji Ulang

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan berencana bakal mengkaji ulang kebijakan…

Selasa, 17 September 2019 11:14

RTRW Balikpapan Berubah, Disesuaikan dengan Konsep Ibu Kota Negara

BALIKPAPAN-Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah…

Kamis, 12 September 2019 10:39

Upaya Minimalisasi Kemacetan dan Lakalantas

Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan memperkenalkan kepada masyarakat Balikpapan keberadaan yellow…

Kamis, 12 September 2019 10:36

Anggaran PBI JKN Bakal Membengkak

BALIKPAPAN -  Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan banyak menuai protes…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers