MANAGED BY:
SABTU
15 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 23 Agustus 2019 09:38
Sekali Tembak Harga Satu Mobil Avanza

Prajurit Armed Rutin Latihan Menembak Meriam

PERSENJATAAN BERAT: Para prajurit Armed 18 Komposit Kodam VI/Mlw sigap melakukan latihan menembak sasaran jarak tembak 8 Km di Puslatpur Amborawang.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Melihat langsung prajurit Armed menembak menggunakan senjata berat meriam howitzer caliber 105 mm ada perasaan menegangkan sekaligus bangga. Menegangkan karena suara dentuman sangat keras dan daya ledak dahsyat, bangga karena melihat para prajurit sigap menggunakan salah satu alutsista milik TNI AD. Latihan menembak menggunakan meriam dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kukar, Kamis (22/8) siang hingga sore kemarin.

Sebanyak 8 unit meriam  howitzer caliber 105 mm pabrikan Amerika tahun 1986 didatangkan dari Armed 18 Komposit Kodam Mulawarman yang bermarkas di Tenggarong, Kukar bersama 100 pasukan TNI AD. Simulasi latihan menembakkan 45 amunisi yang terdiri 3 amunisi berhulu ledak asap dan 42 amnuisi berhulu ledak brisan.   Danyon Armed 18 Komposit Kodam VI Mulawarman Mayor Arm Ari Priyudono SSos MT (Han)  mengatakan, senjata berat caliber 105 jarak tembak maksimal 12 Km. “Jarak tembak maksimal 12 Km, dalam latihan ini kami menembak lengkung jarak 8 Km,” ujarnya sambil  memberikan penjelasan kepada Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Dino Martino yang hadir menyaksikan latihan.

Dia mengatakan, dalam latihan taktis penembakan, pertama kali adalah menembakkan amunisi asap yang tujuannya menentukan titik tembakan yang sebenarnya menggunakan amunisi brisan. “Amunisi asap untuk menentukan titik tembakan berikutnya menggunakan amunisi perusak,” ungkap Ari Prayudono. Daya ledak amunisi brisan cukup dahsyat. Setelah ditembakkan, akan meledak saat menyentuh titik sasaran dengan daya rusak radius sekelilingnya 100 meter  dan menciderai atau membunuh radius sekeliling 300 meter. Ditambahkan dia, selain amunisi asap dan brisan, ada amunisi hulu ledak anti tank yang mampu menembus badan tank dari baja, kemudian meledak di dalam dan menghancurkan tank, namun jenis tersebut tidak dilakukan penembakan.

“ Tujuan latihan ini untuk melatih kesiapan pasukan.  Meriam digunakan untuk melumpuhkan objek, sehingga satuan dapat mengusai sasaran yang dituju. Bukan hanya sekadar simulasi, dengan latihan secara nyata ini maka prajurit dapat siap melaksanakannya ketika dibutuhkan. Karena Armed 18 Komposit merupakan satuan pendukung tembak yang memiliki peran penting. Latihan digelar rutin paling tidak dua kali dalam satu tahun, antara bulan Agustus dan September. Tembakan meriam dalam perang sesungguhnya memberikan bantuan tembakan kepada pasukan manuver infanteri untuk mencapai sasaran. Dalam latihan ini, kami koordinasi Air Nav Bandara Sepinggan untuk menutup ruang udara dari perlintasan pesawat udara. Selama latihan tembak, pesawat dilarang melintas di area ini,” imbuhnya.

Ari Prayudono menambahkan, latihan akan dilanjutkan lagi di Berau dengan meriam yang kalibernya lebih besar lagi, yakni meriam caliber 155 mm buatan Korsel dengan jarak tembak mencapai 33 Km. “Untuk meriam ini, tidak bisa menembak di sini. Karena kalau ditembakkan, jatuhnya ke laut,” ujar Kapendam menambahkan.

Amunisi meriam terdiri dari beberapa bagian seperti, bagian selongsong, bagian propelan sebagai pendorong, serta bagian hulu ledak. Kapasitas dari filling atau pengisian TNT ataupun campuran TNT ke dalam hulu ledak meriam mencapai 1.200 kg per shift, dan di dalam hulu ledak granat meriam 105 berisi 2 kg TNT. Untuk diketahui, satu amunisi meriam caliber 105 mm, cukup mahal. Sekali tembak seharga 1 unit mobil Toyota Avanza. “Meriamnya buatan Amerika, amunisinya juga buatan Amerika. Itu sudah satu paket,” jelas Kapendam Dino Martino. (ono)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 14:04

Petugas Dilempar Mercon saat Patroli

Kepolisian Sektor (Polsek) Balikpapan Barat di bulan Ramadan ini menggelar…

Selasa, 06 April 2021 11:08

Ramadan Tiba, Warga Diminta Lapor Kalau Ada Terlihat Anjal dan Gepeng

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan akan mengaktifkan…

Rabu, 24 Maret 2021 12:37

Hujan, Sejumlah Wilayah di Balikpapan Tergenang

Sejumlah wilayah di Kota Balikpapan kembali tergenang banjir, setelah diguyur…

Sabtu, 20 Maret 2021 11:05

Melihat Pelayanan Publik di Kecamatan Balut, Urusan Masalah Tanah Paling Banyak

Setiap peristiwa seperti kelahiran, kematian, pendatang maupun pindah wajib melapor…

Rabu, 17 Maret 2021 11:50

Gairahkan Wisata Kuliner di Pasar Segar, Live Music Kembali Hadir

Kembalinya dibuka hiburan musik secara langsung (live music) di Pasar…

Senin, 15 Maret 2021 10:26

Banyak Masalah, DPRD Mau Bahas Revisi Perda IMTN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan berencana akan melakukan…

Selasa, 09 Maret 2021 12:10

ASEKKK..!! Realisasi PAD Balikpapan Naik Rp 32 Miliar

 Seiring dengan penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah Kota…

Kamis, 18 Februari 2021 13:59

Tahun Ini, Dana untuk Kelurahan Dihapus

BALIKPAPAN – Pemerintah Pusat menghapuskan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU)…

Sabtu, 13 Februari 2021 11:24

Kata Anggota DPRD Balikpapan Ini, karena PPKM PAD Turun Rp 7,5 M

BALIKPAPAN – Kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan yang melakukan Penerapan Pembatasan…

Sabtu, 30 Januari 2021 12:48

Duh..!! Masih Banyak Warga Tak Paham Layanan Online Disdukcapil

BALIKPAPAN – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers