MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Sabtu, 24 Agustus 2019 09:35
Lahan Gambut dan Karhutla Minim

Mantan Wabup Nilai Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Negara

Mustaqim Mz

PROKAL.CO, PENAJAM - Mantan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mustaqim Mz sangat mendukung rencana pemindahan ibukota negara ke Kalimantan. Utamanya ke Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, Kaltim bersaing dengan Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Tiga provinsi di Kalimantan yang masuk kandidat ibukota tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 Untuk di Kaltim sendiri daerah yang masuk dalam kajian sebagai lokasi ibukota negara, yakni Bukit Suharto Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Sotek Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Secara umum, geografis Kaltim sangat layak untuk menjadi ibukota, kontur tanahnya cukup padat dan sumber air cukup memadai. Kemudian, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak separah di Kalteng.

“Kalau di Kaltim, utamanya di PPU, kasus kebakaran hutan dan lahan sangat kecil. Itupun karhutla terjadi hanya tingkat RT. seperti yang sering terjadi di Desa Giripurwa, itu hanya hitungan hektare dan tidak pernah terjadi kebakaran sampai ribuan hektare. Kemduian wilayah kita juga tidak banyak gambut,” kata Mustaqim pada media ini, kemarin (23/8).

Dari segi kehidupan sosial masyarakatnya, Mustaqim mengungkapkan, PPU sangat heterogen. Karena warga yang berdomisili di Benuo Taka dari berbagai suku Bangka yang ada di Nusantara ini. “PPU itu seperti Balikpapan, miniaturnya Indonesia. Karena warganya dari berbagai macam suku. Jadi, secara umum sagat terbuka dan menyetujui ibukota dipindahkan ke daerah ini,” terang mantan Wakil Bupati PPU dua periode ini.

Mustaqim menyebutkan, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kajian dan pendataan lokasi pemindahan ibukota negara di PPU sejak 2017. Pada saat itu, Mustaqim masih menjabat sebagai ibukota negara. Selain dari tim kementeriab, Korlantas Mabes Polri juga sudah melakukan kunjungan dan pengecekan dari segi lalu lintas. “Pada tahun 2017, tim dari Kementerian PPN/Bappenas, Korlantas, Kemnetrian PUPR dan BPN pusat sudah turun ke Kaltim melakukan kajian,” bebernya.

Di tempat  berbeda, Mantan Bupati PPU Andi Harahap menyatakan hal yang sama. Ia berharap Kaltim ditetapkan sebagai ibukota dan titik lokasinya di Sotek, PPU. “Sangat mendukung ibukota dipindahkan ke Kaltim. Apalagi ditempatkan di PPU,” kata Andi Harahap pada saat menghadiri pelantikan Anggota DPRD PPU pada 19 Agustus lalu.

Apabila ibukota dipindahkan ke Kaltim, Andi Harahap menuturkan, pembangunan dari berbagai bidang akan pesat. Namun, masyarakat Kaltim juga harus menyiapkan diri dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa bersaing. “Pembangunan pasti maju dan lebih merata,” terang Andi Harahap

Pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia semakin menghangat. Presiden Joko Widodo telah menetapkan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Tiga provinsi yang masuk kandidat ibu kota, yakni Kalimantan tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim). Pada Kamis (22/8), Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyatakan, Kaltim ditetapkan sebagai ibukota negara. Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Presiden Joko Widodo. Bahwa, pemerintah belum menentukan provinsi mana yang akan menjadi ibu kota dengan alasan kajiannya belum tuntas.

Total anggaran pemindahan ibukota yang dibutuhkan sekira Rp 458 triliun. Sebagai langkah awal, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan istana, kantor kementerian dan lembaga negara, taman budaya dan taman botani sekira 3 ribu hektare. Dan pembangunan awal, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan Rp 265 triliun. (kad/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 12:53

ENAK..!! 49.088 Rumah Berpenghuni Akan Diberi Paket Sembako

 PENAJAM - Sebanyak 49.088 unit rumah berpenghuni di Kabupaten Penajam…

Sabtu, 28 Maret 2020 14:13

ODP Corona Melonjak Jadi 69 Kasus

PENAJAM - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Penajam…

Sabtu, 28 Maret 2020 14:12

SABAR AJA..!! Berkas Perkara Cabul Petinggi Pondok Pesantren Masih Diproses

PENAJAM - Berkas perkara kasus pencabulan yang dilakukan petinggi salah…

Kamis, 26 Maret 2020 12:28

Aparat Gabungan Berhasil Bujuk Calon Pengantin Tunda Resepsi

PENAJAM - Polsek Babulu dan Koramil Babulu gencar keliling desa…

Senin, 23 Maret 2020 11:25

Di Kabupaten Ini, Tempat Hiburan dan Rekreasi Ditutup Sebulan

PENAJAM - Untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, pemerintah…

Minggu, 22 Maret 2020 11:34

RSUD Alokasikan Rp 3,7 Miliar untuk APD dan 10 Tempat Tidur

PENAJAM - Setelah adanya pasien positif virus corona atau Covid-19…

Minggu, 22 Maret 2020 11:33

Stok Sembako Sangat Cukup, Warga Tak Perlu Panik

PENAJAM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan…

Senin, 16 Maret 2020 13:31

Kasus Malaria PPU Capai 594 Penderita

PENAJAM - Kasus penyakit malaria dari Januari-Maret 2020 telah menembus…

Sabtu, 14 Maret 2020 15:11

Di Kabupaten Ini Kasus Malaria Tembus 500-an

PENAJAM - Kasus penyakit malaria dari Januari-Maret 2020 telah menembus…

Minggu, 08 Maret 2020 11:23

BWS Diminta Segera Normalisasi Sungai di Daerah Rawan Banjir

PENAJAM - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Penajam Paser Utara (PPU) Tohar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers