MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:06
Tragedi Kapal Tampomas Terulang

KM Santika Nusantara Terbakar di Masalembo

TUJUAN BALIKPAPAN: KM Santika Nusantara milik PT Jembatan Nusantara yang terbakar di perairan Kepulauan Masalembo.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Masih ingat dengan tragedi kapal motor penumpang (KMP) Tampomas II yang terbakar lantas tenggelam di perairan Kepulauan Masalembo, Laut Jawa, Januari 1981 silam? Ya, musibah itu menyebabkan sekira 400 penumpang dinyatakan tewas dan hilang. Untuk mengenang tenggelamnya kapal tersebut, musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals bahkan menuangkannya dalam sebuah lagu berjudul Celoteh Camar Tolol.

Pada Kamis (22/8) sekira pukul 20.45 Wita, kejadian serupa kembali terjadi. Adalah KM Santika Nusantara, yang tengah berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami kebakaran di perairan Masalembo.

Salah seorang kerabat penumpang kapal tersebut, Dayat mengatakan, mendapat informasi terjadinya kebakaran kapal itu pada malam harinya. “Terakhir komunikasi dengan kerabat saya yang ikut di kapal itu pukul 9 malam. Setelah itu lost contact,” ujarnya saat menunggu kedatangan kerabatnya di Balikpapan.

Informasi terakhir yang diterima warga Balikpapan ini, semua penumpang kapal feri berhasil diselamatkan. “Tadi pagi (kemarin, Red) sudah komunikasi lagi. Alhamdulillah, selamat semua penumpangnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jembatan Nusantara Balikpapan yang mengelola KM Santika Nusantara, Anto Mei Suryono membenarkan kabar tersebut. “Saya dapat informasi dari manajemen Surabaya tadi malam, bahwa kapal kami KM Santika Nusantara yang bertolak dari Tanjung Perak tujuan Pelabuhan Semayang Balikpapan terbakar,” terang Anto, Jumat (23/8).

Terkait penyebab kebakaran sendiri, diduga berasal dari salah satu kendaraan truk. Namun Anto belum bisa memastikan apa muatan kendaraan tersebut. “Asal api dari kendaraan jenis truk di dalam kapal, cuma kami belum bisa pastikan muatannya apa. Saat ini kapal fokus untuk memadamkan api, karena ada beberapa titik,” bebernya.

Akibat musibah terbakarnya kapal tersebut, 111 penumpang dan 44 anak buah kapal dievakuasi menggunakan kapal kecil atau sekoci serta kapal nelayan yang kebetulan melintas. Para penumpang yang sempat dibawa ke Pulau Masalembo, kini semuanya berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Data manifes tidak ada warga Balikpapan, cuma semalam ada orang dari Samarinda yang sudah melapor. Tapi kami pastikan semua selamat,” tegasnya.

Pihak PT Jembatan Nusantara pun telah berkoordinasi dengan KSOP Balikpapan untuk membuka posko di kantor PT Jembatan Nusantara di kawasan Klandasan, Balikpapan Kota.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan KSOP soal posko, sebaiknya di kantor sini aja,” pungkasnya.

Selain membawa penumpang, KM Santika Nusantara juga mengangkut sejumlah kendaraan. Di antaranya 7 unit roda dua, 26 unit roda empat jenis city car, 16 unit truk sedang, 37 unit truk besar, dan 6 unit truk tronton.

Sementara itu, tadi malam tim gabungan Badan SAR Nasional menemukan empat korban meninggal dalam peristiwa terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Masalembo itu. Pencarian dan evakuasi penumpang kapal lainnya masih dilakukan. 

“Barusan ada update dari Masalembo, korban MD (meninggal dunia) empat orang,” kata Kapolres Sumenep AKBP Muslimin. 

Dia menjelaskan, jumlah pasti penumpang dan awak kapal masih simpang siur. Informasi awal, kapal nahas itu membawa total 111 orang termasuk awak kapal. Belakangan diketahui total 139 orang, “50 orang dibawa ke Puskesmas Masalembo, yang 89 dibawa ke Surabaya,” ujar Muslimin. 

Kemudian ada informasi, data jumlah total penumpang dan awak kapal sebanyak 162 orang. “Ada update lagi jadi 277. Entah mana yang benar masih simpang siur. Sehingga, kalau jumlahnya, kami enggak berani menyampaikan,” ucap Muslimin. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abdul Rahman Riadi juga menyatakan empat penumpang meninggal dunia.

Rahman memaparkan dari data yang dikumpulkannya, ada 136 penumpang selamat dan empat penumpang ditemukan meninggal. Sementara tim SAR gabungan menyisir lokasi kejadian, karena diperkirakan masih ada penumpang yang belum ditemukan.

Sebelumnya dari data manifes, kapal mengangkut 111 penumpang. Namun kenyataan di lapangan berbeda. Jumlah penumpang melebihi data manifes kapal. “Kami masih mencari 23 penumpang yang masih hilang,” imbuhnya.

Tak hanya itu, data penumpang juga simpang siur. Karena penumpang yang ada di kapal berbeda dengan data di manifes. Sementara itu, dari kesaksian anak buah kapal, Rahman menceritakan jika mereka sempat mencoba mematikan api dan mengevakuasi penumpang menggunakan sekoci. Namun kendalanya, lokasi kapal berada sekitar delapan mil dari Pulau Masalembo, yang memakan perjalanan sekitar 18 jam dari Sumenep.

Selain itu, Rahman mengatakan, proses evakuasi juga dibantu nelayan dan Tagana. Rahman menyebut pihaknya juga meminta bantuan dari Kantor SAR Balikpapan, karena lokasinya lebih dekat dibanding dengan Kantor SAR Surabaya. Pihaknya masih berupaya untuk melakukan evakuasi. Terlebih, cuaca yang tidak mendukung menjadi salah satu penghambat.

“Cuaca di sekitar lokasi berangin, sehingga menyulitkan evakuasi yang dilakukan oleh kapal-kapal nelayan yang rata-rata ukurannya kecil,” pungkasnya. (pri/net/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 12:52

Jambret Bermodus Tanya Alamat Dibekuk

Sepandai-pandainya penjahat mengelabuhi polisi dan masyarakat, akhirnya tertangkap juga. Seorang…

Rabu, 16 Oktober 2019 01:17

Internet IKN Bakal Paling Joss..!!

PENAJAM - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti)…

Rabu, 16 Oktober 2019 01:12

Kader JKN Disiapkan untuk Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan

Tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan terbilang sangat tinggi. Nilainya hingga…

Rabu, 16 Oktober 2019 01:10

Akhirnya Tiwi Pulang ke Rumah

Gadis berusia 17 tahun bernama Cempaka Putri Pratiwi yang sempat…

Senin, 14 Oktober 2019 13:09

Gedung DPRD Balikpapan Sudah Tua, Dianggap Tak Layak Lagi

Kondisi gedung DPRD Balikpapan saat ini, dinilai sudah tak layak…

Senin, 14 Oktober 2019 13:04

Susahnya Ngatur Jukir Liar, Bagusnya Diapain Ya....

 Juru parkir (jukir) liar masih banyak ditemukan di Kota Balikpapan,…

Senin, 14 Oktober 2019 01:28

Tiwi Pulanglah..!! Kabur Bersama Teman di Facebook

Tidak semua yang ada di media sosial mendatangkan kebaikan. Ada…

Senin, 14 Oktober 2019 01:25

Warga Komplain Pembuangan Lumpur dari Proyek RDMP

Jalan Letjend Suprapto, Karang Anyar, persis di depan Diklat Pertamina,…

Senin, 14 Oktober 2019 01:23

Pacar Bujuk Gugurkan Kandungan

BALIKPAPAN - Kasus ibu kandung tega membunuh bayinya sendiri menjadi perhatian…

Kamis, 10 Oktober 2019 10:29

JEDERRR...!! Dua Warga Tewas Disambar Petir saat Berkebun

 PENAJAM- Warga RT 13 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*