MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Rabu, 04 September 2019 11:40
Sambut IKN, Balikpapan Siap Jadi Lumbung Pangan

DPPP Akan Lakukan Pendataan, Prioritaskan Hortikultura

Balaikota Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Presiden Joko Widodo telah menetapkan Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sebagai ibu kota negara (IKN) yang baru. Berbagai strategi telah disiapkan, salah satunya terkait kebutuhan pangan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan menjadikan 10 kabupaten/kota di Kaltim sebagai kawasan penyangga mandiri pangan (lumbung pangan) sebelum masa perpindahan IKN pada 2024 mendatang. Yakni, melalui sistem kluster tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan menggunakan teknologi pertanian modern.

Proyeksi dari Kementerian Pertanian tersebut mendapat sambutan baik dari Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan. Persiapan sudah mulai dilakukan. “Kemarin saya sudah rapat bersama staf untuk mendata kembali lahan-lahan milik petani. Berapa hektare yang mereka punya, sekarang dia tanam apa. Kemudian, sisanya (lahan), rencana mereka mau tanam apa. Selain itu, apa yang jadi kendala mereka, mengapa tidak dimaksimalkan tanahnya,” kata Kepala DPPP Balikpapan, Heria Prisni saat ditemui di kantornya.

Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui minat petani dalam hal jenis tanaman yang mereka tanam. Selain pendataan, DPPP Balikpapan juga akan membuat peta pangan di seluruh kelurahan yang ada di Balikpapan.

“Rencananya per kelurahan. Kita ‘kan ada 34 kelurahan. Jadi, misalkan kami sudah mendapatkan datanya, misal Kelurahan Teritip, ini akan kami kluster tanam ini. Kalau untuk Balikpapan, lebih ke tanaman hortikultura,” jelas perempuan berkacamata ini.

Seperti diketahui, tanaman hortikultura selama ini banyak dihasilkan oleh petani di kawasan Balikpapan Utara dan Timur. Untuk menjadikan Balikpapan sebagai salah satu penyangga pangan di Kaltim, penambahan areal tanam selain dua kecamatan tersebut bisa saja dilakukan.

“Kita lihat dulu potensinya, ya. Tapi pasti ada rencana penambahan. Maka saya akan semaksimal mungkin mendata semua lahan petani, sehingga tidak ada lahan tidur. Semua harus digunakan. Jika begitu, otomatis hortikultura akan bertambah,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini para petani terkendala tenaga kerja. DPPP akan berupaya meminta bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat, salah satunya alat mesin pertanian. “Misalnya, cultivator (alat pengolahan tanah, Red). Dengan alat ini, petani tidak lagi harus mencangkul. Lahan satu hektare paling hanya satu jam sudah selesai, kalau mencangkul ‘kan tiga atau empat hari belum selesai,” terangnya.

Sementara untuk wilayah yang ketersediaan lahannya minim, DPPP akan menggalakkan budi daya tanaman hidroponik. “Misalnya, Balikpapan Kota. Mungkin kami akan galakkan kawasan rumah pangan lestari. Menanam sayur-mayur di dalam pot maupun hidroponik. Teman-teman sudah mulai menggalakkan hal itu,” ungkapnya. Meski nantinya akan lebih ditekankan pada pertanian, namun sektor perkebunan tetap menjadi perhatian. “Itu (perkebunan, Red) tetap akan kami bina. Misalnya, karet, bukan akan kami musnahkan, tetapi bagaimana agar lebih meningkat. Saat ini ada sekira 4.000 hektare di wilayah Balikpapan Timur dan Utara,” imbuhnya.   

Sementara untuk padi, lanjutnya, Balikpapan hanya memiliki 125 hektare sawah. Terdiri dari 25 hektare di Balikpapan Utara dan 100 hektare di  Balikpapan Timur. “Itu belum memenuhi kebutuhan Kota Balikpapan, hanya, 0,02 persen saja,” ujarnya. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan untuk menanam padi ladang. “Banyak saja lahan yang bisa kita tumpang sarikan dengan jagung atau karet yang masih kecil. Itu banyak kalau padi ladang. Tapi ‘kan untuk produktivitasnya, padi ladang lebih rendah daripada padi sawah,” imbuhnya.

Apabila wacana tersebut dilaksanakan, Kota Balikpapan siap menjadi salah satu penyangga lumbung pangan di Kaltim. Terutama tanaman hortikultura. Apalagi, ada kebijakan dari pemerintah, yang akan membangun gudang penyimpanan yang dingin atau cold storage.

“Kita sebagai penyangga. Meskipun kita sudah maksimal, paling berapa persen saja sebagai penyumbang. Kalau mengharapkan Balikpapan saja tidak mungkin. Tetapi Balikpapan berusaha untuk tanaman horti (hortikultura), khususnya sayur-sayuran segar,” terangnya.

Dengan begitu, diharapkan Balikpapan, khususnya supermarket tidak lagi mengirim dari Jawa. “Arahan dari Pak Menteri kemarin juga begitu. Yang cepat busuk dan layu diharapkan dari wilayah yang terdekat dari ibu kota. Kalau soal itu (lumbung pangan), siap tidak siap harus siap,” pungkasnya. (dia/ono)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 September 2019 10:24

Daging Sapi Lokal Lebih Diminati Konsumen

BALIKPAPAN-Pemerintah melakukan impor daging bertujuan untuk menstabilkan stok dan harga…

Rabu, 04 September 2019 11:40

Sambut IKN, Balikpapan Siap Jadi Lumbung Pangan

BALIKPAPAN-Presiden Joko Widodo telah menetapkan Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya Penajam…

Selasa, 03 September 2019 10:59

Iuran BPJS Bakal Naik, Warga Menjerit

BALIKPAPAN - Pemerintah bakal menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100…

Sabtu, 31 Agustus 2019 11:36

Biaya Transfer Antarbank Turun

BALIKPAPAN- Mulai 1 September ini, biaya transfer antarbank melalui sistem…

Jumat, 30 Agustus 2019 10:36

Kontribusi Mitra Gojek Capai Rp 423 M

BALIKPAPAN-Transportasi berbasis online kini menjamur di Balikpapan. Salah satunya penyedia…

Jumat, 30 Agustus 2019 10:34

Banjir Permintaan dari Luar Daerah

BALIKPAPAN-Keputusan memindahkan ibu kota negara ke Kaltim seketika berdampak positif…

Kamis, 29 Agustus 2019 10:25

Gadai Emas 3,5 Gram Dapat Porsi Haji, Pasutri Dominasi Nasabah

BALIKPAPAN-Melalui produk Arrum Haji, PT Pegadaian (Persero) memberi kemudahan masyarakat…

Rabu, 28 Agustus 2019 10:33

Perhotelan Sebut Okupansi Masih Stabil

BALIKPAPAN-Tidak berlebihan rasanya bila menyebut banyak masyarakat yang ingin melihat…

Rabu, 28 Agustus 2019 10:32

Aneka Ikan Kering di Kios H Durahman

BAGI pengunjung pasar tradisional Rapak Plaza yang ingin membeli aneka…

Selasa, 27 Agustus 2019 10:52

Harga Emas Naik Rp 50 Ribu per Gram

BALIKPAPAN-Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menguat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*