MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 05 September 2019 10:58
Banyak Pedagang Pasar Klandasan Pulang Kampung

Kios Semrawut, Pendapatan Menurun

GAWAT:Kondisi TPS Pasar Klandasan yang ditutup akibat sepi pembeli.

PROKAL.CO, Pasar Klandasan yang terbakar 2012 lalu, belum dilakukan pembangunan kembali oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Akibatnya kondisi pasar menjadi semrawut serta banyak kios pedagang sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) menjadi sepi.

ESA FATMAWATI

Menurut Ketua Pedagang Pasar Klandasan, Syamsuddin Hadade, jumlah kios yang terbakar waktu itu mencapai mencapai 312 unit. 

Pasca kebakaran, para pedagang diungsikan ke TPS. Beberapa diantaranya adalah pedagang kain, sepatu, pecah belah, konter ponsel, emas dan lain-lain. Kios tersebut berada di depan dan belakang pasar yang terbakar.

Kios dibangun dari kayu dan papan, namun sudah banyak yang tutup. Ada pula yang disewakan oleh pedagang. Akibat TPS pedagang membuat lokasi parkir tergerus.

Syamsuddin menuturkan, usai dipindahkan ke TPS, banyak pedagang yang mengalami penurunan pendapatan. Beberapa di antaranya memilih pulang kampung. Mereka kebanyakan pedagang kain dan pecah belah. Para pedagang ini antara lain berasal dari Sulawesi dan Banjarmasin.

Selain para pedagang yang memiliki pindah, ada pula yang memilih bertahan. Meskipun pada akhirnya sejumlah kios disewakan kepada pedagang-pedagang baru. Di bagian depan eks lokasi kebakaran, para pedagang sepatu masih kerap berjualan. Sementara toko ponsel berada di sisi depannya. 

Mereka yang memilih pulang kampung adalah pedagang yang kebagian TPS di belakang pasar. Jalan sempit dan berhadapan langsung dengan lapak semi permanen pedagang kuliner membuat area belakang pasar makin penuh. Bahkan kendaraan roda dua pun sulit lewat.

Sampai saat ini yang tersisa kurang lebih 200 pedagang. Jumlah ini sudah termasuk mereka yang menyewakan kiosnya. "Jadi banyak pedagang yang menyewakan ke pedagang lain, sementara mereka pindah. Ada yang sekarang jualan di Rapak, ada juga yang di BP (Balikpapan Permai)," ungkap Syamsuddin.

Diakuinya sampai sekarang pun pedagang masih menunggu kabar dari Pemerintah Kota. Termasuk mereka yang pulang kampung maupun yang pindah, masih berharap kiosnya yang terbakar bisa dibangun kembali.

"Masih menunggu kabar dari sini, makanya disewakan," ujarnya.

Beberapa kios yang disewakan perbulannya dihargai maksimal Rp 200 ribu. Tapi, memang ada juga beberapa kios yang kosong sama sekali karena tidak ada yang menempati.

"Kira-kira ada 100 petak yang sama sekali tidak berfungsi,"akunya.

Kebanyakan yang tidak berfungsi adalah kios di belakang pasar. Keadaan kios tersebut memang tidak memungkinkan karena tidak terlihat sama sekali. Ini juga yang mengakibatkan sejumlah pedagang di bagian belakang pasar akhirnya memilih untuk tutup.

"Tidak laku. Apalagi berhadapan dengan kuliner, sempit tidak ada parkir. Akhirnya satu persatu pergi, disewakan ada juga yang tutup. Memang sudah tidak layak," terangnya.

Dahulu,  pemerintah kota pernah berjanji Pasar Klandasan akan dibangun kembali, terutama yang terbakar. Namun belakangan diketahui ada permasalahan lahan. Syamsuddin pun juga sudah kerap kali membahas dengan Pemkot. Namun jawaban tetap sama, belum ada kejelasan. 

Kendati pemerintah kota sudah siap membeli lahan tersebut, namun ahli waris pemilik masih belum cocok dengan harga yang ditentukan. Pada akhirnya tahun demi tahun berlalu, sempat ada informasi bahwa tahun 2019 pembayaran lahan akan diselesaikan oleh Pemkot.

"Makanya sekarang Pemkot menyerahkan uangnya ke pengadilan. kalau sudah selesai masalahnya baru menyerahkan pada pemilik lahan. Kan masih ada masalah saling menggugat di ahli waris," akunya.

Beberapa pedagang yang saat ini menyewa kios TPS di belakang pasar antara lain pedagang makanan, salon dan tukang cukur, serta beberapa kounter ponsel.

"Saran pedagang menunggu itu selesai saja. Ada sih bayangan, kemarin saya sudah ceritakan kepada bapak wakil wali kota. Katanya mungkin tahun ini bisa selesai," sebutnya.

Dia mendapatkan informasi kalau saat ini Pemkot sudah melepaskan dana sebesar Rp 51 miliar ke pengadilan. Dana itu yang kemudian dititipkan untuk si pemilik lahan.

"Pemkot tidak mau langsung membangun tanpa kejelasan status lahan. Karena kalau dibangun takut ada masalah lagi," katanya.

Pada akhir 2018 Wali Kota Rizal Effendi sempat berjanji akan membenahi pasar. Namun begitu pembenahan masih terkendala pembayaran hutang perkara. Hutang perkara tersebut perlu dilunasi sebelum melakukan penataan Pasar Klandasan. 

Pemerintah Kota Balikpapan masih perlu menyelesaikan ganti rugi terhadap pihak ketiga sebesar Rp 7 miliar. Jumlah tersebut adalah sisa dari pembayaran yang dilakukan dalam tiga tahapan.

"Makanya sisanya 2019, dari keseluruhan kira-kira Rp 51 miliar," katanya.

Sebelum ini pemerintah kota sudah melakukan konsiliasi dengan Pengadilan Negeri. Total yang harus dibayarkan sekira Rp 51 miliar. Untuk pembayarannya, pada tahap pertama sekira Rp 30 miliar, tahap kedua Rp 12,9 miliar, dan tahap ketiga Rp 7 miliar. (cha/vie)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:41

PJU Tenaga Surya Dikaji Ulang

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan berencana bakal mengkaji ulang kebijakan…

Selasa, 17 September 2019 11:14

RTRW Balikpapan Berubah, Disesuaikan dengan Konsep Ibu Kota Negara

BALIKPAPAN-Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah…

Kamis, 12 September 2019 10:39

Upaya Minimalisasi Kemacetan dan Lakalantas

Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan memperkenalkan kepada masyarakat Balikpapan keberadaan yellow…

Kamis, 12 September 2019 10:36

Anggaran PBI JKN Bakal Membengkak

BALIKPAPAN -  Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan banyak menuai protes…

Rabu, 11 September 2019 10:37

Kemen PAN-RB Saksikan Peluncuran Inovasi Pelayanan

BALIKPAPAN-Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT)  Kota Balikpapan, Selasa…

Rabu, 11 September 2019 10:35

Kabut Asap, Warga Rawan Terserang ISPA

BALIKPAPAN-Kabut asap menyelimuti Kota Balikpapan, pada Selasa (10/9) pagi. Asap…

Selasa, 10 September 2019 10:31

Balikpapan Selatan Terbanyak Kebakaran Lahan

BALIKPAPAN-Belakangan ini hujan jarang turun di Balikpapan sehingga rawan terjadi…

Selasa, 10 September 2019 10:30

Mal Balikpapan Baru Fasilitasi Si Jempol

BALIKPAPAN-Peran serta pihak ketiga membantu pemerintah dalam menjalankan tugas memberi…

Senin, 09 September 2019 10:34

Pemkot Dapat Apresiasi dari DPR RI

BALIKPAPAN-Pemerintah Pusat berhasil menekan jumlah penduduk buta aksara. Berdasarkan Survei…

Sabtu, 07 September 2019 10:22

Anggaran Pendidikan Diharapkan Banyak Mengalir ke Kaltim

BALIKPAPAN-Ratusan mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) mengikuti forum group discussion (FGD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*