MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Sabtu, 07 September 2019 10:22
Anggaran Pendidikan Diharapkan Banyak Mengalir ke Kaltim

Dari FGD Uniba Membahas Ibu Kota Negara

KENANG-KENANGAN:Rektor Uniba Piatur Pangaribuan memberikan cinderamata kepada Wakil Bupati PPU Hamdam, usai FGD di conference room Uniba.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Ratusan mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) mengikuti forum group discussion (FGD) di conference room Uniba, pada Jumat (6/9) sore. FGD mengambil tema "Penguatan Inovasi dan Penataan Kaltim Sebagai Ibu Kota yang Aman dan Nyaman" dengan menghadirkan narasumber dari Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Jumain Appe, Sekjen Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Isradi Zainal, Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam, Ketua Dewan Pembina Yayasan DWK yang menaungi Uniba Rendy S Ismail serta Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Piatur Pangaribuan.

Wakil Bupati PPU Hamdam dalam paparannya menuturkan sistem pendidikan di Kaltim saat ini ada bebrapa yang kurang tepat terutama dalam mengajarkan anak didik. 

"Misalnya pada Olimpiade Sains Asia kita sering dapat juara, tapi dalam Nobel berbasis inovasi kita hampir belum pernah menang," kata Hamdam.

Untuk itu, ia meminta kepada Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, untuk mencarikan solusi. "Saya titip pak Dirjen. Apalagi Uniba ini adalah salah satu universitas yang menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim," terangnya.

Ia juga mempersilakan Uniba untuk membuka program studi (prodi) atau fakultas di PPU lantaran lahannya masih luas. "Kami sangat mendukung. Apalagi Uniba sudah menyiapkan lahan di Penajam," aku Hamdam.

Sementara itu, Rektor Uniba Piatur Pangaribuan mengatakan, perpindahan ibu kota negara ke Kaltim sangat menarik. Terutama dari segi pendidikan, karena sebelumnya ada pemberitaan mengenai ASN (aparatur sipil negara) yang tidak bersedia dipindah di ibu kota negara yang baru terutama di bidang pendidikan.

"Menurut saya ini penting, bagaimana kampus mengembangkan sarana prasarana kedepannya. Harapannya ada sinergi dari pemerintah untuk menyusun pendidikan lima tahun kedepan. Masih ada masa transisi empat tahun yang bisa digunakan untuk mempersiapkan SDM Kaltim," terang Piatur. 

Untuk SDM tersebut, harusnya pemerintah pusat bisa mengalokasikan APBN. Seperti beasiswa yang didorong juga ke Kaltim, bukan hanya di pulau Jawa. Karena di Kaltim ada 162 perguruan tinggi swasta (PTS) dengan anggaran yang terbatas.

"Lima tahun terakhir mayoritas banyak yang sudah terakreditasi B. Ini yang terus kami kejar, karena pada dasarnya orang-orang Kaltim mampu untuk membiayai anaknya sekolah. Namun sayangnya tidak diimbangi dengan fasilitas memadai," katanya.

Dirinya berharap agar ada anggaran dari pemerintah pusat yang didistribusikan ke Kaltim sebagai ibu kota negara baru. "Supaya lebih berkembang dan bisa setara dengan Jawa. Karena selama ini hanya terfokus ke pulau Jawa," imbuhnya. 

Ia menambahkan, selama ini Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) pun hanya ada di Banjarmasin. Menurutnya sudah saatnya Kaltim memiliki lembaga serupa. Apalagi Kaltim lebih dekat ke wilayah lain di Kalimantan, seperti Kaltara. Piatur juga mengeluhkan, di pulau Jawa sangat mudah menjadi profesor, sementara di Kaltim relatif lebih sulit. 

"Kami juga mendorong di Kaltim agar administrasi kepangkatan disederhanakan. Makanya dengan adanya LLDIKTI di Kaltim bisa memotong jarak dan memudahkan dosen mengajar, dalam waktu empat tahun ini," bebernya.

Selama ini keterbatasan SMP, maupun SMA masih menjadi persoalan. Dia berharap pada penganggaran agar warga Kaltim tidak lagi bermasalah terkait belajar.

"Anggarkan, supaya Kaltim juga mudah belajar. Karena dari tahun ketahun persoalannya sama," tutupnya.  

Sementara itu, Jumain Appe mengatakan, untuk membangun pendidikan yang kuat di Kaltim perlu adanya kerjasama. Antara lain seperti memobilisasi orang-orang yang ada di Jakarta maupun Bandung untuk membantu pendidikan di Kaltim. "Misalnya mobilisasi dosen yang dialihkan sebagian ke Kaltim untuk membantu. Seperti yang sudah kami lakukan di Papua," sebutnya.

Dosen-dosen Unhas ditugaskan kurang lebih enam bulan sampai satu tahun untuk membantu untuk kemudian tinggal di lanjutkan apabila sudah bisa berdiri sendiri. Menurutnya ini yang terbaik. Pihaknya tidak menolak orang-orang yang datang ke Kaltim untuk membangun institusi. Karena itu universitas lain tidak perlu membuka cabang di Kaltim.

"Terkait pemindahan ibu kota negara, bagi saya harus disiapkan yang paling utama antara lain sistem pelayanan daerah. Itu harus efektif dan efisien," katanya. Ia menyebut, harusnya Kaltim sudah mulai menerapkan perizinan yang lebih dipermudah.

Jika dahulu untuk perizinan memerlukan waktu tiga bulan, maka saat ini harusnya tiga hari bisa selesai. Terlebih dengan adanya pelayanan berbasis online, diharapkan apa yang diperlukan masyarakat untuk mendorong perekonomian dan kesejahteraan bisa meningkat. 

"Jadi bukan pemerintah yang menyetir. Jangan pemerintah seenaknya, sekarang bagi masyarakat waktu adalah investasi. Karena itu makin lama kita untuk mengajukan izin, makin banyak investasi yang keluar. Kalau begitu barang yang dihasilkan makin mahal. Makanya fungsi sistem elektronik ini adalah untuk mengurangi waktu yang terbuang," pungkasnya. (cha/vie)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 10:28

Arita dan Safaruddin Diwakili Relawan

BALIKPAPAN–Sebanyak empat bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali…

Jumat, 20 September 2019 10:27

Rizal Ingatkan Camat dan Lurah, Jangan Terlibat Pengadaan Tanah Ibu Kota Negara

BALIKPAPAN–Sejak ditetapkanya Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara baru membuat…

Kamis, 19 September 2019 11:41

PJU Tenaga Surya Dikaji Ulang

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan berencana bakal mengkaji ulang kebijakan…

Selasa, 17 September 2019 11:14

RTRW Balikpapan Berubah, Disesuaikan dengan Konsep Ibu Kota Negara

BALIKPAPAN-Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah…

Kamis, 12 September 2019 10:39

Upaya Minimalisasi Kemacetan dan Lakalantas

Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan memperkenalkan kepada masyarakat Balikpapan keberadaan yellow…

Kamis, 12 September 2019 10:36

Anggaran PBI JKN Bakal Membengkak

BALIKPAPAN -  Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan banyak menuai protes…

Rabu, 11 September 2019 10:37

Kemen PAN-RB Saksikan Peluncuran Inovasi Pelayanan

BALIKPAPAN-Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT)  Kota Balikpapan, Selasa…

Rabu, 11 September 2019 10:35

Kabut Asap, Warga Rawan Terserang ISPA

BALIKPAPAN-Kabut asap menyelimuti Kota Balikpapan, pada Selasa (10/9) pagi. Asap…

Selasa, 10 September 2019 10:31

Balikpapan Selatan Terbanyak Kebakaran Lahan

BALIKPAPAN-Belakangan ini hujan jarang turun di Balikpapan sehingga rawan terjadi…

Selasa, 10 September 2019 10:30

Mal Balikpapan Baru Fasilitasi Si Jempol

BALIKPAPAN-Peran serta pihak ketiga membantu pemerintah dalam menjalankan tugas memberi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*