MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 09 September 2019 10:27
Pungut Sampah Plastik Pecahkan Rekor Dunia

Libatkan 18 Ribu Lebih Siswa-Siswi PPU

KAMPANYE ANTI PLASTIK: Gerakan Pramuka Kwarcab PPU menggelar kegiatan pungut sampah plastik dengan melibatkan 18 ribu peserta. Berkat kekompakan semua peserta, berhasil pecahkan rekor dunia RHR.

PROKAL.CO, PENAJAM- Sebanyak 18 ribu lebih siswa-siswi  di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara serempak memungut sampah plastik, Sabtu (7/9). Para siswa-siswi tersebut terdiri dari 12 ribu anggota Pramuka dan 6 ribu non anggota Pramuka yang turut berpartisipasi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan perkemahan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-58 Gerakan Pramuka. Keterlibatan 18 ribu lebih anggota Pramuka dan siswa-siswi  SD, SMP dan SMA sederajat se-PPU untuk memungut sampah plastik berhasil memecahkan rekor dunia RHR (Record Holders Republic).

“18 ribu lebih peserta yang ikut memungut sampah plastik. Diantaranya, 12 ribu anggota Pramuka dan selebihnya pelajar baik SD, SMP dan SMA. Kegiatan itu berlangsung di tempat perkemahan yang dilaksanakan 5-8 September di beberapa titik. Di satu titik perkemahan ada dua sampai tiga sekolah yang tergabung. kalau perkemahan tingkat Kwarcab PPU kita laksanakan di Bumi Perkemahan Benuo Taka di Desa Labangka, Kecamatan Babulu. Nah, siswa yang tidak ikut perkemahan mereka juga dilibatkan kegiatan memungut sampah di lingkungan sekolahnya masing-masing,” kata Ketua Panitia Perkemahan dan Pungut Sampah Plastik Kwarcab PPU Suyanto pada media ini, kemarin.

Pemecahan rekor dunia, kata Suyanto, tidak dihitung berapa jumlah sampah plastik yang dikumpulkan. Tetapi, yang dihitung adalah jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Jumlah pesertanya saja yang dihitung, bukan jumlah sampah plastik,” terang Kepala Disdukcapil PPU ini.

Kegiatan pungut sampah plastik secara serempak dengan melibatkan belasan ribu anggota pramuka dan siswa tercatat dalam RHR. Piagam rekor dunia tersebut diserahkan langsung oleh Indonesia Vice President of RHR Lia Mutisari kepada Ketua Kwarcab PPU Sudirman usai melaksanakan upacara peringatan HUT ke 58- Gerakan Pramuka di lapangan Bumi Perkemahan Benuo Taka di Desa Labangka, Sabtu (6/9).

Penyerahan piagam rekor dunia tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Bupati PPU Hamdam, Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud, Ketua Kwarda Kaltim Hatta Zainal dan ribuan anggota Pramuka.

Ketua Kwarcab PPU Sudirman mengatakan, pihaknya melakukan kampanye untuk mengurangi sampah plastik sebagai bentuk implementasi dasa darma pramuka. Selain itu, untuk menyongsong ibu kota negara (IKN). Karena PPU dan Kutai Kartanegara ditetapkan sebagai ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta.

“Adik-adik pramuka di PPU melakukan gerakan mengurangi sampah plastik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, untuk mempersiapkan daerah menjadi ibu kota. Sering kita lihat di kota-kota besar terjadi tumpukan sampah, utamanya plastik. Seperti yang kita lihat di Jakarta. Akhirnya memyebabkan bencana banjir. Kampanye pengurangan sampah plastik digalakkan agar di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kantor tidak dijumpai lagi sampah plastik,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Wakil Bupati PPU Hamdam, mengapresiasi Kwarcab PPU yang telah menginisiasi gerakan pengurangan sampah plastik dengan melibatkan belasan ribu peserta dan  mendapatkan rekor dunia RHR.

“Kita tahu sekarang masalah lingkungan merupakan isu dunia. masalah lingkungan juga sudha cukup memperihatinkan, terutama smapah plastik. Kita apresiasi gerakan yang dilakukan teman-teman Kwarcab PPU. Kedepan, kita akan dorong kampanye pengurangan sampah plastik bisa menular kepada perkumpulan lain dan masyarakat,” terang Hamdam.

Hamdam menekankan, pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran terkait dengan pengurangan sampah plastik. Jadi, warga diharapkan setiap belanja dapat menghindari bahan plastik yang sekali pakai.

“Kalau untuk regulasi dalam bentuk perbup ataupun perda, belum. Mungkin surat edaran dalam bentuk imbauan saja kepad amsyarakat agar mengurangi sampah plastik. Karena, tidak mungkin kita membuat aturan daerah yang belum ada pijakan hukum di atasnya,” pungkasnya. (kad/ono)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:28

Tingkatkan Kinerja, PPNS Paser Perlu Sekretariat

TANA PASER – Keberadaan Pengawas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di…

Kamis, 19 September 2019 11:27

Mudahkan Pengawasan, PBJ Sekolah Gunakan Aplikasi SIPLah

PENAJAM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam…

Selasa, 17 September 2019 11:10

SYUKURLAH..!! Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terkendali

PENAJAM- Penanganan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petung dan Desa…

Selasa, 17 September 2019 11:08

KPMKP Bangkitkan Semangat Literasi

TANA PASER – Forum Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paser…

Senin, 16 September 2019 11:27

Edwin: Tangani Karhutla, Instansi Terkait Harus Solid

TANA PASER – Kabut asap yang yang diakibatkan dari kebakaran…

Minggu, 15 September 2019 10:22

Sarifudin Dikeroyok dan Ditikam, 1 Orang Pelaku DPO

TANA PASER– Warga RT 20 Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu…

Sabtu, 14 September 2019 09:16

Polisi Akui Belum Temukan Unsur Kesengajaan

PENAJAM- Polres Penajam Paser Utara (PPU) masih mendalami penyebab kebakaran…

Sabtu, 14 September 2019 09:15

ALHAMDULILLAH..!! Tahun 2020, Gaji Aparat Desa Naik

PENAJAM- Aparat desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuntut…

Kamis, 12 September 2019 10:30

Intervensi Percepatan Penurunan Prevalensi

PENAJAM- Dinas Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama…

Kamis, 12 September 2019 10:28

Empat Pemilik Lahan dan Delapan Saksi Diperiksa

PENAJAM - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*