MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 09 September 2019 10:27
Pungut Sampah Plastik Pecahkan Rekor Dunia

Libatkan 18 Ribu Lebih Siswa-Siswi PPU

KAMPANYE ANTI PLASTIK: Gerakan Pramuka Kwarcab PPU menggelar kegiatan pungut sampah plastik dengan melibatkan 18 ribu peserta. Berkat kekompakan semua peserta, berhasil pecahkan rekor dunia RHR.

PROKAL.CO, PENAJAM- Sebanyak 18 ribu lebih siswa-siswi  di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara serempak memungut sampah plastik, Sabtu (7/9). Para siswa-siswi tersebut terdiri dari 12 ribu anggota Pramuka dan 6 ribu non anggota Pramuka yang turut berpartisipasi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan perkemahan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-58 Gerakan Pramuka. Keterlibatan 18 ribu lebih anggota Pramuka dan siswa-siswi  SD, SMP dan SMA sederajat se-PPU untuk memungut sampah plastik berhasil memecahkan rekor dunia RHR (Record Holders Republic).

“18 ribu lebih peserta yang ikut memungut sampah plastik. Diantaranya, 12 ribu anggota Pramuka dan selebihnya pelajar baik SD, SMP dan SMA. Kegiatan itu berlangsung di tempat perkemahan yang dilaksanakan 5-8 September di beberapa titik. Di satu titik perkemahan ada dua sampai tiga sekolah yang tergabung. kalau perkemahan tingkat Kwarcab PPU kita laksanakan di Bumi Perkemahan Benuo Taka di Desa Labangka, Kecamatan Babulu. Nah, siswa yang tidak ikut perkemahan mereka juga dilibatkan kegiatan memungut sampah di lingkungan sekolahnya masing-masing,” kata Ketua Panitia Perkemahan dan Pungut Sampah Plastik Kwarcab PPU Suyanto pada media ini, kemarin.

Pemecahan rekor dunia, kata Suyanto, tidak dihitung berapa jumlah sampah plastik yang dikumpulkan. Tetapi, yang dihitung adalah jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Jumlah pesertanya saja yang dihitung, bukan jumlah sampah plastik,” terang Kepala Disdukcapil PPU ini.

Kegiatan pungut sampah plastik secara serempak dengan melibatkan belasan ribu anggota pramuka dan siswa tercatat dalam RHR. Piagam rekor dunia tersebut diserahkan langsung oleh Indonesia Vice President of RHR Lia Mutisari kepada Ketua Kwarcab PPU Sudirman usai melaksanakan upacara peringatan HUT ke 58- Gerakan Pramuka di lapangan Bumi Perkemahan Benuo Taka di Desa Labangka, Sabtu (6/9).

Penyerahan piagam rekor dunia tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Bupati PPU Hamdam, Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud, Ketua Kwarda Kaltim Hatta Zainal dan ribuan anggota Pramuka.

Ketua Kwarcab PPU Sudirman mengatakan, pihaknya melakukan kampanye untuk mengurangi sampah plastik sebagai bentuk implementasi dasa darma pramuka. Selain itu, untuk menyongsong ibu kota negara (IKN). Karena PPU dan Kutai Kartanegara ditetapkan sebagai ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta.

“Adik-adik pramuka di PPU melakukan gerakan mengurangi sampah plastik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, untuk mempersiapkan daerah menjadi ibu kota. Sering kita lihat di kota-kota besar terjadi tumpukan sampah, utamanya plastik. Seperti yang kita lihat di Jakarta. Akhirnya memyebabkan bencana banjir. Kampanye pengurangan sampah plastik digalakkan agar di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kantor tidak dijumpai lagi sampah plastik,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Wakil Bupati PPU Hamdam, mengapresiasi Kwarcab PPU yang telah menginisiasi gerakan pengurangan sampah plastik dengan melibatkan belasan ribu peserta dan  mendapatkan rekor dunia RHR.

“Kita tahu sekarang masalah lingkungan merupakan isu dunia. masalah lingkungan juga sudha cukup memperihatinkan, terutama smapah plastik. Kita apresiasi gerakan yang dilakukan teman-teman Kwarcab PPU. Kedepan, kita akan dorong kampanye pengurangan sampah plastik bisa menular kepada perkumpulan lain dan masyarakat,” terang Hamdam.

Hamdam menekankan, pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran terkait dengan pengurangan sampah plastik. Jadi, warga diharapkan setiap belanja dapat menghindari bahan plastik yang sekali pakai.

“Kalau untuk regulasi dalam bentuk perbup ataupun perda, belum. Mungkin surat edaran dalam bentuk imbauan saja kepad amsyarakat agar mengurangi sampah plastik. Karena, tidak mungkin kita membuat aturan daerah yang belum ada pijakan hukum di atasnya,” pungkasnya. (kad/ono)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 06 Februari 2020 11:18

Proyek Pelabuhan Macet, Ini Kata Dishub

PENAJAM – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU Ahmad mengakui anggaran…

Kamis, 06 Februari 2020 11:17

Tak Diberi Uang Bensin, Suami Tonjok Mata Bininya, Tuh Biru..!!

TANA PASER – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:49

Proyek Kelanjutan Sisi Darat Pelabuhan Benuo Taka Ngga Jelas..!!

PENAJAM - Proyek pembangunan sisi darat Pelabuhan Benuo Taka jalan…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:46

DUH MIRIS..!! Ternyata Ada 150 Sekolah Tak Layak di Kabupaten Ini

TANA PASER - Komisi III DPRD Paser berjanji bakal melakukan…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:33

WAH PARAH..!! THL Terindikasi Positif Narkoba Bertambah

 PENAJAM - Jumlah tenaga harian lepas (THL) di Kabupaten Penajam…

Kamis, 23 Januari 2020 13:28

Dua THL Satpol PP Positif Pakai Narkoba, Tapi Kok Ngga Dipecat?

PENAJAM - Dua tenaga harian lepas (THL) Satpol PP Kabupaten…

Kamis, 23 Januari 2020 10:59

30 Persen Warga Belum Memiliki Akta Kelahiran

PENAJAM - Warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih banyak…

Selasa, 21 Januari 2020 22:49

YAKIN NGGA CUKUP INI..!! Disdukcapil Dapat 4.000 Keping Blangko e-KTP

PENAJAM - Di awal tahun ini, Dinas Kependudukan dan Catatan…

Selasa, 21 Januari 2020 22:47

Tumben..!! Pendaftaran PPK Masih Sepi Peminat

TANA PASER - Meski sudah dibuka dua hari, antusias masyarakat…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:06

SYUKURLAH..!! Pemkab Tanggung Tagihan Listrik Rumah Ibadah

PENAJAM - Seluruh rumah ibadah di Kabupaten Penajam Paser Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers