MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Rabu, 11 September 2019 10:18
MEMANGNYA KENAPA..?? Waspada Kalau Mau Beli Lahan di Sepaku

Banyak Tanah Hanya Berstatus Hak Garap, Bukan Hak Milik

Salah satu spanduk penjualan lahan di kawasan Sepaku. Warga diminta hati-hati dalam bertransaksi.

PROKAL.CO, PENAJAM -  Sejak ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN) pengganti DKI Jakarta, spekulan tanah di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai marak. Bahkan, harga tanah melambung tinggi dari harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per hektare naik menjadi Rp 1 miliar lebih. Bahkan transaksi jual beli tanah diisukan mulai terjadi.

Camat Sepaku Risman Abdul mengatakan, lonjakan harga dan jual beli tanah di Sepaku hanya sebatas isu. Karena, sejauh ini pihak kecamatan belum menerima tembusan surat jual beli tanah dari kelurahan/desa.  Karena setiap transaksi jual beli tanah wajib di laporkan ke kelurahan/desa dan kecamatan. Karena penjual dan pembeli memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi.

Untuk penjual memiliki kewajiban membayar pajak penghasilan (PPh) dan pembeli berkewajiban membayar bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

“Mulai Presiden Jokowi mengumumkan penetapan ibu kota baru. Sampai hari ini, belum ada mengajukan surat jual beli tanah yang sampai ke camat. Jadi, saya kira harga tanah meroket dari Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar per hektare, itu hanya sebatas isu. Karena sampai saat ini, kita belum menerima laporan transaksi jual beli tanah,” kata Risman Abdul pada Balikpapan Pos.

 Risman Abdul mengungkapkan, jual beli tanah ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Yakni, status tanah dan surat-suratnya. “Penjual harus menunjukkan surat kepemilikan tanah, lokasi dan pertuntukan lahan,” ujarnya.

Para calon pembeli tanah juga harus berhati-hati. Menurut Risman Abdul, lahan yang dikuasai warga dengan status hak garap cukup banyak. Surat keterangan hak garap yang dikeluarkan lurah/kepala desa tersebut, warga yang bersangkutan hanya memiliki hak garap. Tapi, bukan hak milik. Artinya, status lahan tersebut merupakan lahan milik negara yang digarap oleh warga untuk ladang pertanian dan perkebunan.

“Lahan garap di Sepaku, banyak. Itu tanah negara diberikan surat keterangan hak garap oleh lurah/kepala desa. Itu hanya status hak garap, bukan hak milik. Jadi, lahan berstatus hak garap tidak boleh dijual, karena masih status tanah negara. Jadi, kalau ada yang membeli tanah di Sepaku juga harus hati-hati. Jangan sampai lahan yang dibeli berstatus tanah negara. Bisa kehilangan uang (rugi) kalau belu tanah negara,” imbuhnya.

Pihak kecamatan juga telah mewanti-wanti lurah/kepala desa di Kecamatan Sepaku agar tidak mudah mengeluarkan surat keterangan kepemilikan tanah atau segel. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya pencaplokan tanah negara.

“Kami sudah mengimbau lurah dan kepala desa, tidak menerbitkan surat keterangan hak tanah, terutama tanah negara. Kalau ada warga yang mengajukan penerbitan surat keterangan hak tanah, harus dilihat betul tanah itu. Apakah tanah milik individu atau masih peta tanah negara. Tanam tumbuh di dalamnya juga harus dipastikan,” tandasnya. (kad/rus)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:27

Mudahkan Pengawasan, PBJ Sekolah Gunakan Aplikasi SIPLah

PENAJAM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam…

Selasa, 17 September 2019 11:10

SYUKURLAH..!! Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terkendali

PENAJAM- Penanganan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petung dan Desa…

Selasa, 17 September 2019 11:08

KPMKP Bangkitkan Semangat Literasi

TANA PASER – Forum Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paser…

Senin, 16 September 2019 11:27

Edwin: Tangani Karhutla, Instansi Terkait Harus Solid

TANA PASER – Kabut asap yang yang diakibatkan dari kebakaran…

Minggu, 15 September 2019 10:22

Sarifudin Dikeroyok dan Ditikam, 1 Orang Pelaku DPO

TANA PASER– Warga RT 20 Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu…

Sabtu, 14 September 2019 09:16

Polisi Akui Belum Temukan Unsur Kesengajaan

PENAJAM- Polres Penajam Paser Utara (PPU) masih mendalami penyebab kebakaran…

Sabtu, 14 September 2019 09:15

ALHAMDULILLAH..!! Tahun 2020, Gaji Aparat Desa Naik

PENAJAM- Aparat desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuntut…

Kamis, 12 September 2019 10:30

Intervensi Percepatan Penurunan Prevalensi

PENAJAM- Dinas Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama…

Kamis, 12 September 2019 10:28

Empat Pemilik Lahan dan Delapan Saksi Diperiksa

PENAJAM - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan…

Rabu, 11 September 2019 10:20

80 Hektare Lahan Gambut Terbakar

PENAJAM - Puluhan personel tim gabungan dikerahkan untuk pemadan kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*