MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 September 2019 10:28
Empat Pemilik Lahan dan Delapan Saksi Diperiksa
KEBAKARAN LAHAN: Satreskrim Polres PPU telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik lahan terkait dengan karhutla yang terjadi di Petung dan Giripurwa.

PROKAL.CO, PENAJAM - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petung dan Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sedang diselidiki oleh Satreskrim Polres PPU. Kebakaran lahan tersebut telah menyebabkan kerugian. Pasalnya, kebakaran tersebut telah merambat ke perkebunan sawit milik warga.

Kasat Reskrim Polres PPU AKP Dian Puspitosari mengatakan, kasus kebakaran lahan yang terjadi di batas wilayah Petung-Giripurwa masih dalam penyelidikan. Sebanyak delapan saksi maupun pemilik lahan telah mintai keterangan di Mapolres.

“Kemarin (Selasa, Red.) ada empat pemilik lahan yang dimintai klarifikasi. Dan hari ini (kemarin, Red.) juga ada empat orang,” kata Dian Puspitosari pada media ini, Rabu (11/9).

Pihak kepolisian pun belum bisa memastikan penyebab kebakaran lahan di Petung dan Giripurwa. Apakah kebakaran tersebut ada unsur kesengajaan atau tidak. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti, keterangan saksi dan hasil pemeriksaan lapangan,” terangnya.

Perwira berpangkat balok tiga dipundak ini menekankan, jika ada warga yang terbukti melakukan pembakaran akan diproses secara hukum. “Kalau memang ada bukti unsur kesengajaan maupun kelalaian, pasti diproses. Tapi, untuk mebuktikan, perlu waktu dan alat bukti. Karena, pasti tidak ada yang mengaku melakukan pembakaran,” tuturnya.

Warga Benuo Taka diimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan  cara membakar. Jika terbukti melakukan pembakaran ancaman hukumannya pun cukup tinggi.

Untuk pembakaran lahan termasuk melanggar pasal 187 KUHP atau pasal 188 KUHP dengan acaman pidana 5 sampai 12 tahun penjara. Jika membakar hutan bisa dijerat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (kad/rus)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 16:57

Mudahan Ngga Repot, Warga Diimbau Mengurus Ulang Kartu Keluarga

 PENAJAM - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam…

Senin, 24 Februari 2020 16:54

Di Kabupaten Ini, Pak RT Digaji Rp 2 Juta, Perbupnya Udah Diteken

PENAJAM - Dana operasional rukun tetangga (RT) di Kabupaten Penajam…

Senin, 24 Februari 2020 10:18

Banjir Datang, Limbah Kayu Dua Perusahaan Sesaki Sungai

PENAJAM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 07 Februari 2020 13:57

INGAT..!! Kapal Asing Wajib Masuk Zona Karantina

TANA PASER - Mengantisipasi terkait Virus Corona Kepala Penyelenggara Pelabuhan…

Kamis, 06 Februari 2020 11:18

Proyek Pelabuhan Macet, Ini Kata Dishub

PENAJAM – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU Ahmad mengakui anggaran…

Kamis, 06 Februari 2020 11:17

Tak Diberi Uang Bensin, Suami Tonjok Mata Bininya, Tuh Biru..!!

TANA PASER – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:49

Proyek Kelanjutan Sisi Darat Pelabuhan Benuo Taka Ngga Jelas..!!

PENAJAM - Proyek pembangunan sisi darat Pelabuhan Benuo Taka jalan…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:46

DUH MIRIS..!! Ternyata Ada 150 Sekolah Tak Layak di Kabupaten Ini

TANA PASER - Komisi III DPRD Paser berjanji bakal melakukan…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:33

WAH PARAH..!! THL Terindikasi Positif Narkoba Bertambah

 PENAJAM - Jumlah tenaga harian lepas (THL) di Kabupaten Penajam…

Kamis, 23 Januari 2020 13:28

Dua THL Satpol PP Positif Pakai Narkoba, Tapi Kok Ngga Dipecat?

PENAJAM - Dua tenaga harian lepas (THL) Satpol PP Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers