MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 September 2019 10:30
Intervensi Percepatan Penurunan Prevalensi

PPU Pernah Tembus 34 Persen Kasus Stunting

PENCEGAHAN: Dinas Kominfo PPU bersama Kementerian Kominfo menggelar sosialisasi untuk percepatan penurunan prevalensi stunting.

PROKAL.CO, PENAJAM- Dinas Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama dengan Kementerian Kominfo ikut berperan aktif pengkampanyekan pencegahan stunting.

Sosialisasi dalam rangka intervensi percepatan penurunan prevalensi stunting digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU, Rabu (11/9).

Sosialsiasi tersebut dihadiri ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial program keluarga harapan (PKH).  Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo PPU Budi Sutanto dan Kasubbid Informasi dan Komunikasi Sosial Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo Sarjono.

Sarjono mengatakan, PPU salah satu  daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat terkait dengan kasus stunting. Karena hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013, PPU mendapat predikat kasus stunting tertinggi Kaltim dengan jumlah stunting 34,63 persen dari jumlah balita 5.965 jiwa. “Stunting tingkat nasional sekira 27 persen. Indonesia pun berada diperingkat ke-5 di Asia Tenggara. Termasuk di PPU ini, stuntingnya cukup tinggi. Pada tahun 2013, ada 34,63 persen,” kata Sarjono pada media ini, kemarin.

Secara nasional, tingkat anak usia 0-5 tahun yang mengalami pertumbuhan di bawah rata-rata mencapai 27 persen. Untuk menurunkan prevalensi stunting, Sarjono mengatakan, sebanyak 23 kementerian dan lembaga negara yang terlibat. Salah satunya Kementerian Kominfo.

“Stunting ini dikeroyok 23 kementerian dan lembaga negara. termasuk Kementerian Kominfo ikut berkontribusi melakukan sosialisasi pencegahan stunting. Kalau Kementerian PUPR, itu berkontribusi membangun sanitasi sehat,” terangnya.

Standar Internasional, kasus stunting minimal 20 persen. Sarjono menyatakan, Indonesia menargetkan kasus stanting dapat turun ke angka 20 persen pada tahun 2020. “Untuk target 2024, di bawah standar internasional. yakni 19,6 persen,” tuturnya.

Sarjono menyatakan, penyebab pertumbuhan anak di bawah rata-rata dipengaruhi beragam faktor. Salah satunya, faktor gizi, kemiskinan, sanitasi dan pola asuh anak. “Stunting ini tidak hanya bagi orang miskin. Tapi, anak orang kayapun ada stunting. Karena pola asuh anak yang kurang baik. Utamanya, di kota-kota besar yang memiliki kesibukan kerja. Sehingga anaknya kurang mendapatkan perhatian,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) PPU Neiske mengatakan, kasus stunting di Indonesia memang tergolong tinggi. berdasarkan hasi riset, dari 10 balita terdapat tiga kena stunting. Kemudian tiga balita, satu yang kena stunting. Termasuk di PPU pernah mendapat predikat kasus stunting cukup tinggi pada tahun 2013. Namun, perlahan jumlah kasus stunting telah mengalami penurunan.

“Pencegahan stunting itu bisa dilakukan sejak dalam kandungan. jadi, ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Sampai bayi lahir, harus mendapatkan asupan gizi yang memadai,” tandasnya.

Diketahui, program penanggulangan dan pencegahan terjadinya kasus stunting pada anak usia lima tahun ke bawah terus dilakukan setiap tahun. Program pemberian asupan gizi tambahan, baik dari pemrintah daerah dan pemerintah pusat setiap tahun dikucurkan. Sehingga, kasus stunting di PPU terus mengalami penurunan. Pada 2018 lalu, kasus anak stunting hanya 58 jiwa. Dan PPU tidak lagi menempati predikat tertinggi terkait kasus stunting.

Di PPU terdapat 10 desa yang memiliki kasus stunting. Yakni, Desa Api-Api, Gunung Makmur, Babulu Laut, Labangka Barat, Sri Raharja, Sumber Sari, Tengin Baru, Sukaraja, Binuang dan Karang Jinawi. Desa tersebut juga telah mendapatkan bantuan anggaran melalui program penanganan sanitasi padat karya pedesaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bantuan anggaran sanitasi tersebut sebesar Rp 3,5 miliar dikucurkan tahun ini. Dari 10 desa tersebut masing-masing mendapat kucuran anggaran Rp 350 juta. (kad/rus)

loading...

BACA JUGA

Senin, 04 November 2019 13:49

Serikat Pekerja Berharap UMK Mengikuti UMP

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menetapkan Upah Minimum Provinsi…

Sabtu, 02 November 2019 21:53

Tiga Kasus Kekerasan Seksual Divonis 15 Tahun Penjara

Tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di awal…

Sabtu, 02 November 2019 21:51

Pemkab Berharap Jembatan Tol Tak Dilelang Ulang

PENAJAM - balpos.com,  Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekejerjaan Umum…

Selasa, 29 Oktober 2019 11:52

Ujian Seleksi CPNS Pakai Sistem UNBK

PENAJAM - Meskipun kuota formasi calon pengawai negeri sipil (CPNS)…

Minggu, 27 Oktober 2019 12:15

Cukup Ajukan Proposal, Petani Dapat Benih Padi Gratis

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendapatkan…

Jumat, 25 Oktober 2019 23:51

Tapal Batas PPU-Paser Belum Klir, Ini Alasannya

PENAJAM - Pasca penetapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 25 Oktober 2019 23:49

Petani Belum Berani Garap Sawah, Ini Alasannya

PENAJAM - Musim tanam Obmar atau Oktober-Maret, petani di Kabupaten…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:44

4.700 Calon Pelanggan Jargas Rampung Disurvei, Tapi Ini Kendalanya....

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan kuota …

Senin, 21 Oktober 2019 13:23

Pemulihan Warga Terdampak, PPU Ajukan Bantuan ke Kementerian PUPR

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengajukan…

Minggu, 20 Oktober 2019 10:56

Sudah Aman Banget..!! Penyeberangan PPU-Balikpapan Normal

PENAJAM- Kondisi keamanan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pasca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*