MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 19 September 2019 11:44
BMKG Prediksi Kemarau sampai November

Kualitas Udara Naik Turun, Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat

Ibnu Sulistyono

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memprediksi musim kemarau masih terus berlangsung lama. Hasil prakiraan yang dilakukan musim kemarau baru akan berakhir pada November mendatang. Namun, prakiraan ini terus dipantau setiap harinya apabila terjadi perubahan cuaca.

Namun yang menjadi sorotan ialah dampak dari musim kemarau ini ialah banyaknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap di wilayah Kalimantan khususnya Kaltim. Kabut asap ini tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat maupun mengganggu kesehatan.

Kepala BMKG Balikpapan, Ibnu Sulistyono mengatakan, memang beberapa hari terakhir kondisi cuaca terhadap kabut asap sempat memasuki tahap yang parah. Namun, untuk kemarin (18/9) cuaca di Balikpapan perlahan membaik. Meski begitu hal ini tidak dialami oleh daerah lainnya di Kaltim. Dimana sejumlah daerah seperti Berau, Samarinda, dan Paser masih mengalami kabut asap yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

"Untuk kondisi cuaca pada hari ini (kemarin,Red.) membaik. Namun, sesuai pantauan BMKG untuk wilayah Kaltim masih ada sekitar 209 titik hotspot yang tersebar di Kabupaten Berau, Kutim, Kukar, Kubar, dan Kabupaten Paser. Kalau di Balikpapan sih perlahan sudah membaik," kata Ibnu.

BMKG sendiri memperkirakan kedepannya sejumlah daerah masih berpotensi mengalami musim kemarau panjang. Beberapa diantaranya justru baru memasuki masa puncak kemarau, namun ada juga yang belum.

"Untuk potensi kedepannya karena BMKG memperkirakan beberapa daerah di Kaltim ada yang sudah memasuki puncak musim kemarau ada yang belum. Untuk daerah yang belum memasuki puncak kemarau diantaranya Balikpapan dan Penajam. Puncaknya akan terjadi di bulan Oktober sampai November," ujarnya.

Pihaknya memprediksi musim hujan baru akan turun paling cepat bulan November mendatang. Namun, beberapa daerah justru ada yang baru memasuki musim hujan pada bulan Desember hingga Januari mendatang.

"Jadi prakiraan musim hujan terjadi paling cepat pada akhir bulan November, itupun di daerah Kalimantan bagian utara. Selebihnya bervariasi ada yang Desember ada yang sampai Januari. Nah karena masih kemarau, bisa berpotensi timbulnya hotspot di wilayah Kaltim," ungkapnya.

Di lain sisi, jarak pandang akibat kabut asap sangat mengganggu aktivitas penerbangan. Dimana data dari pihaknya menyebutkan untuk wilayah Balikpapan sempat menyentuh kategori waspada yakni di angka 1.700 meter visibility. Namun perlahan berangsur membaik ketika masuk siang dan sore hari.

"Untuk dua hari ini jarak pandang di Bandara SAMS sempat menyentuh di angka 1.700 meter, selebihnya menjelang siang itu sudah naik menjadi 3.000 meter, dan sekarang sudah lebih dari 8.000 meter. Yang paling parah di Kaltim itu terjadi di daerah Berau, Samarinda dan Paser. Di daerah Berau sempat menyentuh 500 meter visibility-nya, itu sangat mempengaruhi aktivitas penerbangan baik take off maupun landing," terangnya.

Hal lain yang menjadi perhatiannya pula ialah kualitas udara di Kaltim khususnya di Balikpapan. Data yang dia dapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kualitas udara sejauh ini memang naik turun. Kemarin kualitas udara di Balikpapan masih terbilang sehat, namun pada sehari sebelumnya kualitas udara sempat memasuki kategori tidak sehat.

"Kualitas udara yang kami dapat dari DLH untuk Selasa (17/9) masih kategori rendah hingga sedang. Namun tadi pagi (kemarin, Red.) pada jam 5 pagi itu kategori di atas 155 MN, jadi sudah tidak sehat. Namun data sore ini (kemarin sore,Red.) saya belum data terbarunya," pungkasnya. (yad/cal)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 12:52

Jambret Bermodus Tanya Alamat Dibekuk

Sepandai-pandainya penjahat mengelabuhi polisi dan masyarakat, akhirnya tertangkap juga. Seorang…

Rabu, 16 Oktober 2019 01:17

Internet IKN Bakal Paling Joss..!!

PENAJAM - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti)…

Rabu, 16 Oktober 2019 01:12

Kader JKN Disiapkan untuk Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan

Tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan terbilang sangat tinggi. Nilainya hingga…

Rabu, 16 Oktober 2019 01:10

Akhirnya Tiwi Pulang ke Rumah

Gadis berusia 17 tahun bernama Cempaka Putri Pratiwi yang sempat…

Senin, 14 Oktober 2019 13:09

Gedung DPRD Balikpapan Sudah Tua, Dianggap Tak Layak Lagi

Kondisi gedung DPRD Balikpapan saat ini, dinilai sudah tak layak…

Senin, 14 Oktober 2019 13:04

Susahnya Ngatur Jukir Liar, Bagusnya Diapain Ya....

 Juru parkir (jukir) liar masih banyak ditemukan di Kota Balikpapan,…

Senin, 14 Oktober 2019 01:28

Tiwi Pulanglah..!! Kabur Bersama Teman di Facebook

Tidak semua yang ada di media sosial mendatangkan kebaikan. Ada…

Senin, 14 Oktober 2019 01:25

Warga Komplain Pembuangan Lumpur dari Proyek RDMP

Jalan Letjend Suprapto, Karang Anyar, persis di depan Diklat Pertamina,…

Senin, 14 Oktober 2019 01:23

Pacar Bujuk Gugurkan Kandungan

BALIKPAPAN - Kasus ibu kandung tega membunuh bayinya sendiri menjadi perhatian…

Kamis, 10 Oktober 2019 10:29

JEDERRR...!! Dua Warga Tewas Disambar Petir saat Berkebun

 PENAJAM- Warga RT 13 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*