MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 19 September 2019 11:44
BMKG Prediksi Kemarau sampai November

Kualitas Udara Naik Turun, Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat

Ibnu Sulistyono

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memprediksi musim kemarau masih terus berlangsung lama. Hasil prakiraan yang dilakukan musim kemarau baru akan berakhir pada November mendatang. Namun, prakiraan ini terus dipantau setiap harinya apabila terjadi perubahan cuaca.

Namun yang menjadi sorotan ialah dampak dari musim kemarau ini ialah banyaknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap di wilayah Kalimantan khususnya Kaltim. Kabut asap ini tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat maupun mengganggu kesehatan.

Kepala BMKG Balikpapan, Ibnu Sulistyono mengatakan, memang beberapa hari terakhir kondisi cuaca terhadap kabut asap sempat memasuki tahap yang parah. Namun, untuk kemarin (18/9) cuaca di Balikpapan perlahan membaik. Meski begitu hal ini tidak dialami oleh daerah lainnya di Kaltim. Dimana sejumlah daerah seperti Berau, Samarinda, dan Paser masih mengalami kabut asap yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

"Untuk kondisi cuaca pada hari ini (kemarin,Red.) membaik. Namun, sesuai pantauan BMKG untuk wilayah Kaltim masih ada sekitar 209 titik hotspot yang tersebar di Kabupaten Berau, Kutim, Kukar, Kubar, dan Kabupaten Paser. Kalau di Balikpapan sih perlahan sudah membaik," kata Ibnu.

BMKG sendiri memperkirakan kedepannya sejumlah daerah masih berpotensi mengalami musim kemarau panjang. Beberapa diantaranya justru baru memasuki masa puncak kemarau, namun ada juga yang belum.

"Untuk potensi kedepannya karena BMKG memperkirakan beberapa daerah di Kaltim ada yang sudah memasuki puncak musim kemarau ada yang belum. Untuk daerah yang belum memasuki puncak kemarau diantaranya Balikpapan dan Penajam. Puncaknya akan terjadi di bulan Oktober sampai November," ujarnya.

Pihaknya memprediksi musim hujan baru akan turun paling cepat bulan November mendatang. Namun, beberapa daerah justru ada yang baru memasuki musim hujan pada bulan Desember hingga Januari mendatang.

"Jadi prakiraan musim hujan terjadi paling cepat pada akhir bulan November, itupun di daerah Kalimantan bagian utara. Selebihnya bervariasi ada yang Desember ada yang sampai Januari. Nah karena masih kemarau, bisa berpotensi timbulnya hotspot di wilayah Kaltim," ungkapnya.

Di lain sisi, jarak pandang akibat kabut asap sangat mengganggu aktivitas penerbangan. Dimana data dari pihaknya menyebutkan untuk wilayah Balikpapan sempat menyentuh kategori waspada yakni di angka 1.700 meter visibility. Namun perlahan berangsur membaik ketika masuk siang dan sore hari.

"Untuk dua hari ini jarak pandang di Bandara SAMS sempat menyentuh di angka 1.700 meter, selebihnya menjelang siang itu sudah naik menjadi 3.000 meter, dan sekarang sudah lebih dari 8.000 meter. Yang paling parah di Kaltim itu terjadi di daerah Berau, Samarinda dan Paser. Di daerah Berau sempat menyentuh 500 meter visibility-nya, itu sangat mempengaruhi aktivitas penerbangan baik take off maupun landing," terangnya.

Hal lain yang menjadi perhatiannya pula ialah kualitas udara di Kaltim khususnya di Balikpapan. Data yang dia dapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kualitas udara sejauh ini memang naik turun. Kemarin kualitas udara di Balikpapan masih terbilang sehat, namun pada sehari sebelumnya kualitas udara sempat memasuki kategori tidak sehat.

"Kualitas udara yang kami dapat dari DLH untuk Selasa (17/9) masih kategori rendah hingga sedang. Namun tadi pagi (kemarin, Red.) pada jam 5 pagi itu kategori di atas 155 MN, jadi sudah tidak sehat. Namun data sore ini (kemarin sore,Red.) saya belum data terbarunya," pungkasnya. (yad/cal)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 April 2020 01:08

Pengetatan Sosial Tidak Efektif, Warga Masih Banyak Nongkrong

BALIKPAPAN - Sejak diberlakukannya pengetatan sosial alias pengurangan aktivitas kumpul-kumpul…

Sabtu, 18 April 2020 01:05

Kasus Terbanyak Corona, Balikpapan Belum Berani PSBB

BALIKPAPAN - Demi mempersempit penyebaran Covid-19 di tengah lingkungan masyarakat,…

Sabtu, 18 April 2020 01:04

Kurangi Ketergantungan Beras, Upayakan Penganekaragaman Pangan

BALIKPAPAN - Beras merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Penyeragaman konsumsi…

Jumat, 17 April 2020 12:39

KELAKUAN SAMA..!! Bapak Cabuli Anak Tetangga, Anak Cabuli Pacar

PENAJAM - Heboh, terungkap keluarga cabul. Ayah dan anak di…

Jumat, 17 April 2020 12:30

Tertulis Bahan Kimia, Ternyata Daging Babi

BALIKPAPAN - Pejabat Karantina Hewan Balikpapan melakukan penahanan terhadap daging…

Kamis, 16 April 2020 10:17

Pasien Covid-19 Bandel, Jalan-Jalan sambil Rekam Pasien Lainnya, Ini Tindakan RSUD

PENAJAM - Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam…

Kamis, 16 April 2020 10:09

Dua Pria Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

BALIKPAPAN - Dua pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di…

Senin, 13 April 2020 12:31

Anggota Dewan Ini Bilang Bantuan Pemkot Terkesan Lambat

BALIKPAPAN - Sudah sekitar sebulan lebih penyebaran corona virus disease 2019…

Senin, 13 April 2020 12:30

Gas Langka, Maling Tabung Gas Tambah Berani

BALIKPAPAN - Pasca diberlakukannya pengetatan social, akhir-akhir ini warga mengeluh…

Sabtu, 11 April 2020 13:12

Penutupan Bandara dan Pelabuhan Kewenangan Kementerian Perhubungan

BALIKPAPAN - Untuk mengantipasi dan membatasi warga luar yang masuk ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers