MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Kamis, 03 Oktober 2019 16:14
Penyelundupan Kayu Digagalkan
DIGAGALKAN: Wadir Polairud Polda Kaltim AKBP Andy Rumahorbo didampingi Kasubdit Gakkum Kompol Teguh Nugroho saat menunjukkan tersangka beserta barang bukti dua truk kayu ilegal yang diamankan Ditpolairud Polda Kaltim.

PROKAL.CO, Tim Gabungan Polairud Mabes Polri, Ditpolairud Polda Kaltim bersama Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim berhasil mengamankan sebanyak 33 kubik kayu galam ilegal. Pengungkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (28/9) dini hari di perairan Kariangau, Balikpapan. Petugas mengamankan dua unit truk pengangkut kayu beserta pemilik kayu bernama Guntur (39).

Pengungkapan ini bermula ketika petugas gabungan mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada dua truk bernomor polisi S 8819 U dan S 9807 UU membawa kayu galam yang diduga tidak sesuai dengan dokumen. Petugas gabungan langsung melakukan penyelidikan menggunakan KP Antareja-7007 sekira pukul 02.30 Wita di kawasan Pelabuhan Ferry Karingau. Di lokasi kejadian petugas mencurigai dua truk tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan. Dan benar saja, muatan kayu tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen sesuai.

Wakil Direktur Polairud Polda Kaltim AKBP Andy Rumahorbo mengungkapkan, kayu tersebut berasal dari Tanah Grogot Kabupaten Paser yang rencana akan dikirim ke Bangkalan, Madura.

"Hasilnya tidak ada kesesuaian dokumen dengan muatannya. Kami amankan G (39) yang merupakan pemilik kayu dari Grogot Kabupaten Paser," ujar Andy Rumahorbo, Rabu (2/10) siang.

Masing-masing truk diperkirakan memuat 16 dan 17 kubik kayu galam. Untuk modus operandinya, pelaku sebelumnya mengumpulkan kayu tersebut dari masyarakat, lalu diangkut menggunakan truk ke Balikpapan, untuk selanjutnya dikirim menggunakan kapal ke Madura.

"Kami amankan di perairan Kariangau. Kami amankan satu kapal berikut tersangkanya. Kayu rencana dibawa ke Madura, tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah dan tidak ada kesesuaian," jelasnya.

Di tempat yang sama, Staf Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, Deny Kristiawan menuturkan, pelaku melanggar Pasal 5 Peraturan Menteri nomor 85 Tahun 2016.

"Bahwa kayu galam tidak termasuk dalam jenis dokumen dalam angkutan oleh tersangka. Pada prinsipnya semua jenis kayu bisa dilakukan angkutan ke luar wilayah, akan tetapi tersangka jenis kayunya tidak sesuai dengan peruntukan yang dibawa," timpalnya.

Menurut Deny, seharusnya dokumen yang dipakai telah di SK-an atau sudah tertera dalam peraturan menteri yang berlaku. "Seperti sengon, jabon karet, dan buah-buahan bisa diangkut. Selanjutnya bisa berkoordinasi dengan UPTD KPHP Bongan," bebernya.

Untuk kerugian negara, lanjut Deny, masih dilakukan penghitungan. "Kami menerima pengukuran barang bukti dengan ahli yang akan dihadiri oleh UPTD KPHP Bongan untuk pengembangan selanjutnya. Kerugian negara masih kami hitung, kemudian dikalikan dengan provisi sumber daya hutan reboisasi, yang seharusnya dibayarkan sebelum dokumen angkut diterbitkan," tegasnya.

Namun diperkirakan negara mengalami kerugian jutaan rupiah akibat penyelundupan kayu ilegal ini. "Ya, pastinya jutaan rupiah, kami masih perlu menghitung dulu," imbuhnya.

Tersangka saat ini tengah dimintai keterangan oleh penyidik untuk dilakukan pengembangan. Selain menyita truk beserta muatannya, polisi juga menjerat pelaku dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Junto Pasal 12 Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Ancaman hukumannya di atas lima tahun. Barang bukti dan tersangka kami amankan," timpal Andy Rumahorbo. (pri/cal)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 12 Februari 2020 12:32

KOK NGGA ADA TINDAKAN..!! Tanah Bergeser Sudah Berlangsung Lama

BALIKPAPAN -  Musibah atau bencana alam memang tidak ada yang tahu…

Rabu, 12 Februari 2020 12:31

Pedagang Diminta Tertib Berjualan, Memangnya Bisa...??

BALIKPAPAN–Pasar tradisional menjadi tempat aktivitas jual beli masyarakat setiap hari.…

Rabu, 12 Februari 2020 12:28

PARAH NI..!! Sampah Kok Dibuang di Fasum

BALIKPAPAN - Warga Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah mengeluhkan tumpukan sampah…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Terdakwa Berbelit-belit, Hakim Kesal

BALIKPAPAN - Salah seorang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Arif…

Kamis, 06 Februari 2020 11:23

Ada Warga Balikpapan yang Dipulangkan dari Wuhan? Dinas Kesehatan Masih Cari Info

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan sampai saat ini masih mencari…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:51

Kabar Bohong Virus Corona Rugikan Rumah Sakit

BALIKPAPAN - Beredarnya kabar bohong (hoax) virus corona telah masuk…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:43

Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Penanganan Banjir di Sini

BALIKPAPAN - Persoalan banjir masih menjadi persoalan serius bagi warga…

Kamis, 30 Januari 2020 22:58

Menembus Pedalaman untuk Mengajar, Meretas Masa Depan

Menjadi seorang pendidik tidak harus menyandang gelar guru. Siapapun bisa…

Kamis, 30 Januari 2020 22:52

KAPOK..!! Rampok di Kebun Sayur yang Pukul Kepala Korban Pakai Linggis Itu Divonis 10 Tahun Penjara

BALIKPAPAN- Terdakwa Hendra Ismanto (36) yang terjerat kasus perampokan di…

Kamis, 30 Januari 2020 11:26

Kampung Warna Warni Sepi, Loket Sewa Perahu pun Ditutup

 BALIKPAPAN – Sudah satu tahun lebih destinasi wisata Kampung Wisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers