MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 02 November 2019 21:49
Waspada Ya..!! Balikpapan Masuk Musim Hujan dan Angin Kencang
PERALIHAN MUSIM: Pasca musim kemarau yang melanda, kini Balikpapan mulai memasuki musim penghujan. Cuaca ekstrem bakal menghantui, sehingga dibutuhkan kewaspaan akan bahaya banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Memasuki bulan November ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memprediksi bakal terjadi hujan dengan intensitas yang cukup sering. Meski tidak begitu deras, namun kondisi ini cukup menjadi perhatiannya dan juga masyarakat.  Dimana hujan sudah mulai terjadi di akhir Oktober lalu dan sempat membuat aktivitas warga terhenti karena banjir. Dan bulan ini BMKG telah memperkirakan intensitas hujan akan terus terjadi dan puncaknya pada Desember mendatang.

"Pada saat dasarian 2 Oktober ini sebenarnya curah hujan itu sudah di atas 100 milimeter. Kemudian di Oktober 3 kemarin turun lagi di angka 50. Tapi memang bulan November ini sudah mulai masuk bulan hujan. Kalau puncaknya masih bulan Desember," kata Prakirawan BMKG, Dian (1/11).

Meski demikian, bukan berarti hujan deras akan terus turun tanpa adanya masa cuaca yang cerah ataupun terik matahari. Sebab puncak hujan akan terjadi pada Desember dan intensitasnya cukup sering serta lebat. Meskipun demikian, pihaknya hanya memperkirakan berdasarkan pergerakan atmosfer, semuanya bisa berubah di luar dari prediksi.

"Kalau misalnya musim hujan itu bukan selamanya hujan terus, kalau kemarau ya kemarau terus. Kalau misalnya curah hujan dalam satu dasarian 50 milimeter dan diikuti oleh dasarian berikutnya, kemudian dalam satu bulan curah hujannya itu 150 milimeter, itu sudah masuk musim hujan. Kalau kurang dari itu berarti musim kemarau. Tapi namanya cuaca itu kan berkaitan dengan dinamika atmosfer yang terus berubah-ubah," terangnya.

Ditanya sampai kapan musim hujan ini, Dian memaparkan, biasanya Kota Balikpapan baru akan memasuki bulan kemarau pada bulan Juli. Sehingga saat ini hingga akhir Juni Kota Balikpapan masih dilanda hujan.

"Kalau musim hujan itu kami masih menunggu, karena kalau menentukan awal musim itu kami harus melalui rapat dan lihat dinamika atmosfernya seperti apa. Tapi biasanya itu di Balikpapan musim kemaraunya bulan Juli mendatang, sementara akhir Oktober sampai Juli itu masuk musim hujan. Ketika mau kemarau nanti akan ada masa peralihan," tuturnya.

Disebutkan, kecepatan angin saat ini memang perlu menjadi perhatian. Meski belum terlalu berbahaya, namun sebelumnya sempat terjadi fenomena angin putar di perairan Balikpapan beberapa hari lalu. Hal ini tentu menjadi sorotannya dan mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaannya.

"Kalau angin puting beliung yang kemarin itu memang tidak tercatat di data kami, karena tidak ada alat pencatat kecepatan anginnya, jadi kami nggak tahu. Tapi kalau bulan Oktober ini anginnya dari 10 sampai 12 knot," tandasnya.

Selain angin, gelombang laut pun tak luput dari perhatiannya. Dimana saat ini yang terjadi dalam kurun waktu tiga hari kedepan, gelombang diprediksi mencapai tinggi maksimal 1,5 meter. Meski belum begitu berbahaya, namun tidak menutup kemungkinan akan menjadi hambatan bagi nelayan kecil yang mencari ikan.

"Kalau gelombang sih sebenarnya masih aman. Saya lihat tadi itu mungkin sampai 3 hari kedepan maksimumnya sampai 1,5 meter," pungkasnya. (yad/cal)


BACA JUGA

Sabtu, 18 April 2020 01:08

Pengetatan Sosial Tidak Efektif, Warga Masih Banyak Nongkrong

BALIKPAPAN - Sejak diberlakukannya pengetatan sosial alias pengurangan aktivitas kumpul-kumpul…

Sabtu, 18 April 2020 01:05

Kasus Terbanyak Corona, Balikpapan Belum Berani PSBB

BALIKPAPAN - Demi mempersempit penyebaran Covid-19 di tengah lingkungan masyarakat,…

Sabtu, 18 April 2020 01:04

Kurangi Ketergantungan Beras, Upayakan Penganekaragaman Pangan

BALIKPAPAN - Beras merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Penyeragaman konsumsi…

Jumat, 17 April 2020 12:39

KELAKUAN SAMA..!! Bapak Cabuli Anak Tetangga, Anak Cabuli Pacar

PENAJAM - Heboh, terungkap keluarga cabul. Ayah dan anak di…

Jumat, 17 April 2020 12:30

Tertulis Bahan Kimia, Ternyata Daging Babi

BALIKPAPAN - Pejabat Karantina Hewan Balikpapan melakukan penahanan terhadap daging…

Kamis, 16 April 2020 10:17

Pasien Covid-19 Bandel, Jalan-Jalan sambil Rekam Pasien Lainnya, Ini Tindakan RSUD

PENAJAM - Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam…

Kamis, 16 April 2020 10:09

Dua Pria Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

BALIKPAPAN - Dua pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di…

Senin, 13 April 2020 12:31

Anggota Dewan Ini Bilang Bantuan Pemkot Terkesan Lambat

BALIKPAPAN - Sudah sekitar sebulan lebih penyebaran corona virus disease 2019…

Senin, 13 April 2020 12:30

Gas Langka, Maling Tabung Gas Tambah Berani

BALIKPAPAN - Pasca diberlakukannya pengetatan social, akhir-akhir ini warga mengeluh…

Sabtu, 11 April 2020 13:12

Penutupan Bandara dan Pelabuhan Kewenangan Kementerian Perhubungan

BALIKPAPAN - Untuk mengantipasi dan membatasi warga luar yang masuk ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers