MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 04 November 2019 13:45
Nikmatnya Jualan Kenikmatan, 1.200 Wanita Jual Diri, Cewek ABG Paling Banyak

Heboh penangkapan publik figur PA, Putri Pariwisata Indonesia 2016 asal Balikpapan dalam kasus prostitusi online, sebenarnya hanya sebagian kecil dari maraknya pelacuran melalui dunia maya. Bisnis menjual kenikmatan syahwat semakin maju dan berkembang pesat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui berbagai aplikasi yang sangat mudah didapatkan hanya dengan HP.

Bisnis lendir ini pun mempunyai kelas perempuan penyedia layanan dan strata pelanggannya sesuai kemampuan daya beli, mulai dari tarif Rp 500 ribu hingga papan atas bertarif di Rp 50 juta ke atas seperti jaringan prostitusi online kalangan artis yang menjerumuskan PA.

Kota Balikpapan yang mempunyai slogan Madinatul Iman pun tidak luput menjadi sasaran para perempuan penjaja pemuas pria untuk meraup keuntungan. Meski Pemkot Balikpapan sudah tegas menutup lokalisasi terbesar Balikpapan di Km 17 dan di Manggar Sari, tidak menjamin Balikpapan bersih dari kemaksiatan prostitusi. Bahkan makin ramai dengan munculnya Wanita Tuna Susila (WTS) di media sosial (medsos) atau yang dikenal dengan prostitusi online.

Para wanita pemuas nafsu bukan hanya dari kalangan berlatar belakang ekonomi rendah, melainkan sampai wanita berkelas hingga berlatar belakang pendidikan tinggi ikut terjun di dunia bisnis kenikmatan itu. Seperti yang baru-baru ini dibicarakan yakni PA masuk dalam jaringan bisnis pemuas nafsu tarif puluhan juta rupiah sekali booking. Bagaimana tak tergiur, dalam sekali main saja mereka mampu meraup keuntungan yang besar.

Dari informasi yang diterima media ini, di Balikpapan terdapat sekira 1.200 orang yang terjun dalam bisnis esek-esek. Dari ribuan wanita penghibur tersebut terbagi beberapa segmen, mulai dari pelajar, ABG, janda dan wanita bersuami, hingga wanita karyawati perusahaan.

"Hitungan kami itu ada sekira 1.200 orang. Usia di bawah 15-20 tahun 700 orang, usia 21 sampai 27 tahun 300 orang, dan di atas 28 tahun itu ada 200 orang. Kalau dirincikan lagi, ABG usia 18-20 tahun 400 anak, pelajar 125 anak, mahasiswa 300 orang, janda ada 300 orang dan ibu-ibu 75 orang," kata Agus Laksito, Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kota.

Menurut Agus, dalam satu hari saja terdapat sekira 100 orang yang mampu melayani pria hidung belang yang menggunakan jasanya. Mereka pun melakukan hal tersebut di hotel berbintang ataupun indekos di tempat yang tidak diketahui. Sehingga banyak bagi mereka yang bisa bertahan hidup hanya bermodalkan keindahan tubuh dan paras cantik.

"Ya, di hotel-hotel  pasti ada WTSyang stay minimal 3 sampai 5 orang. Mereka sengaja memilih hotel berbintang biar aman dari razia petugas. Tentu saja mereka menjajakkan diri melalui berbagai macam cara, salah satunya yang menjadi favorit adalah aplikasi media sosial seperti MiChat, We Chat dan lainnya," beber Agus.

Tarifnya bervariasi, mulai dari harga pelajar sampai harga pejabat pun bisa dengan mudah ditemui melalui aplikasi. Namun sebagian besar ada beberapa diantaranya yang menjadi simpanan para pejabat dengan tarif yang mahal. Mereka biasanya dibayar dalam satu bulannya dengan harga bervariatif.

"Banyak rumah mewah di kawasan Sepinggan dan apartemen serta indekos mewah merupakan tempat menyimpan cewek simpanan bagi pengusaha dan pejabat negara. Sebab tak mungkin tukang ojek, buruh bangunan dan pedagang sayur mampu simpan cewek dengan tarif jutaan per bulan," ungkapnya.

Hal ini biasanya dikarenakan berbagai faktor, salah satunya ialah faktor ekonomi dan gaya hidup yang berlebihan. Sehingga wanita pemuas nafsu ini rela menjadi simpanan dengan bayaran yang mahal untuk menghidupinya serta menuruti gaya hidupnya yang glamour.

"Ya, ini sudah sangat mengkhawatirkan, harus butuh penanganan secara komprehensif. Harus melakukan pembinaan secara menyeluruh mulai dari pola hidup sehat, hidup baik, pendidikan agama, pelatihan usaha. Tidak bisa dilakukan tindakan represif atau razia, itu bukan solusi tepat," pungkasnya. (yad/ono)


BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 11:59

Belanja Pegawai Dibatasi hanya 30 Persen dari APBD

Pemerintah Kota Balikpapan berencana membatasi besaran anggaran untuk belanja pegawai…

Sabtu, 25 September 2021 11:57

Cewek Cantik Diculik dan Dibunuh, Ditemukan Jadi Tengkorak

Nasib tragis dialami seorang cewek cantik bernama Juwanah alias Julia…

Jumat, 24 September 2021 12:15

Nenek-Nenek Itu Ingin Bunuh Diri karena Terjerat Rentenir

Kondisi Hj Nanik (60) warga Perum Batakan Mas RT 27…

Jumat, 24 September 2021 12:13

Masyarakat Jangan Terlena Angka Level PPKM

Hanya selang satu hari, setelah Kepala Dinkes Balikpapan, Andi Sri…

Jumat, 24 September 2021 09:03

PPKM Level 3 di Balikpapan Sulit Tercapai, Ini Sebabnya...

Satgas Covid-19 Kota Balikpapan menyatakan status Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Jumat, 24 September 2021 09:00

Tenang Saja, Penyekatan Jalan di Balikpapan Hanya di Perbatasan

Kota Balikpapan memang masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)…

Kamis, 23 September 2021 14:55

Begini Kondisi Terakhir Anak yang Disiram Air Panas oleh Bapaknya

Bocah perempuan AFJ (8) warga Jalan Mentarang Balikpapan Selatan yang…

Kamis, 23 September 2021 14:53

Dana Transfer Pusat Tutupi Defisit Rp640 Miliar Kota Balikpapan

Kota Balikpapan akhirnya mendapatkan tambahan anggaran dari dana transfer pusat…

Kamis, 23 September 2021 09:25

NEKAT..!! Nenek Nenek Lompat dari Jembatan Manggar, Bagaimana Ceritanya?

Rabu (22/9) pagi sekira pukul 08.30 Wita, warga yang bermukim…

Kamis, 23 September 2021 09:23

Proyek Nano Bubble di PDAM Dianggap Mubazir

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri menilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers