MANAGED BY:
MINGGU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 04 November 2019 13:45
Nikmatnya Jualan Kenikmatan, 1.200 Wanita Jual Diri, Cewek ABG Paling Banyak

PROKAL.CO, Heboh penangkapan publik figur PA, Putri Pariwisata Indonesia 2016 asal Balikpapan dalam kasus prostitusi online, sebenarnya hanya sebagian kecil dari maraknya pelacuran melalui dunia maya. Bisnis menjual kenikmatan syahwat semakin maju dan berkembang pesat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui berbagai aplikasi yang sangat mudah didapatkan hanya dengan HP.

Bisnis lendir ini pun mempunyai kelas perempuan penyedia layanan dan strata pelanggannya sesuai kemampuan daya beli, mulai dari tarif Rp 500 ribu hingga papan atas bertarif di Rp 50 juta ke atas seperti jaringan prostitusi online kalangan artis yang menjerumuskan PA.

Kota Balikpapan yang mempunyai slogan Madinatul Iman pun tidak luput menjadi sasaran para perempuan penjaja pemuas pria untuk meraup keuntungan. Meski Pemkot Balikpapan sudah tegas menutup lokalisasi terbesar Balikpapan di Km 17 dan di Manggar Sari, tidak menjamin Balikpapan bersih dari kemaksiatan prostitusi. Bahkan makin ramai dengan munculnya Wanita Tuna Susila (WTS) di media sosial (medsos) atau yang dikenal dengan prostitusi online.

Para wanita pemuas nafsu bukan hanya dari kalangan berlatar belakang ekonomi rendah, melainkan sampai wanita berkelas hingga berlatar belakang pendidikan tinggi ikut terjun di dunia bisnis kenikmatan itu. Seperti yang baru-baru ini dibicarakan yakni PA masuk dalam jaringan bisnis pemuas nafsu tarif puluhan juta rupiah sekali booking. Bagaimana tak tergiur, dalam sekali main saja mereka mampu meraup keuntungan yang besar.

Dari informasi yang diterima media ini, di Balikpapan terdapat sekira 1.200 orang yang terjun dalam bisnis esek-esek. Dari ribuan wanita penghibur tersebut terbagi beberapa segmen, mulai dari pelajar, ABG, janda dan wanita bersuami, hingga wanita karyawati perusahaan.

"Hitungan kami itu ada sekira 1.200 orang. Usia di bawah 15-20 tahun 700 orang, usia 21 sampai 27 tahun 300 orang, dan di atas 28 tahun itu ada 200 orang. Kalau dirincikan lagi, ABG usia 18-20 tahun 400 anak, pelajar 125 anak, mahasiswa 300 orang, janda ada 300 orang dan ibu-ibu 75 orang," kata Agus Laksito, Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kota.

Menurut Agus, dalam satu hari saja terdapat sekira 100 orang yang mampu melayani pria hidung belang yang menggunakan jasanya. Mereka pun melakukan hal tersebut di hotel berbintang ataupun indekos di tempat yang tidak diketahui. Sehingga banyak bagi mereka yang bisa bertahan hidup hanya bermodalkan keindahan tubuh dan paras cantik.

"Ya, di hotel-hotel  pasti ada WTSyang stay minimal 3 sampai 5 orang. Mereka sengaja memilih hotel berbintang biar aman dari razia petugas. Tentu saja mereka menjajakkan diri melalui berbagai macam cara, salah satunya yang menjadi favorit adalah aplikasi media sosial seperti MiChat, We Chat dan lainnya," beber Agus.

Tarifnya bervariasi, mulai dari harga pelajar sampai harga pejabat pun bisa dengan mudah ditemui melalui aplikasi. Namun sebagian besar ada beberapa diantaranya yang menjadi simpanan para pejabat dengan tarif yang mahal. Mereka biasanya dibayar dalam satu bulannya dengan harga bervariatif.

"Banyak rumah mewah di kawasan Sepinggan dan apartemen serta indekos mewah merupakan tempat menyimpan cewek simpanan bagi pengusaha dan pejabat negara. Sebab tak mungkin tukang ojek, buruh bangunan dan pedagang sayur mampu simpan cewek dengan tarif jutaan per bulan," ungkapnya.

Hal ini biasanya dikarenakan berbagai faktor, salah satunya ialah faktor ekonomi dan gaya hidup yang berlebihan. Sehingga wanita pemuas nafsu ini rela menjadi simpanan dengan bayaran yang mahal untuk menghidupinya serta menuruti gaya hidupnya yang glamour.

"Ya, ini sudah sangat mengkhawatirkan, harus butuh penanganan secara komprehensif. Harus melakukan pembinaan secara menyeluruh mulai dari pola hidup sehat, hidup baik, pendidikan agama, pelatihan usaha. Tidak bisa dilakukan tindakan represif atau razia, itu bukan solusi tepat," pungkasnya. (yad/ono)


BACA JUGA

Minggu, 10 November 2019 13:31

Proyek Supermal Ngga Jelas, Lahannya Dijadikan Kebun oleh Warga

Sampai saat ini, kelanjutan pembangunan Supermal di lahan eks Puskib,…

Minggu, 10 November 2019 11:49

Kecanduan Game, Ratusan Anak Dirujuk ke Rumah Sakit

Ini perhatian serius bagi para orangtua terhadap anak-anaknya. Rumah sakit…

Senin, 04 November 2019 13:45

Nikmatnya Jualan Kenikmatan, 1.200 Wanita Jual Diri, Cewek ABG Paling Banyak

Heboh penangkapan publik figur PA, Putri Pariwisata Indonesia 2016 asal…

Sabtu, 02 November 2019 21:49

Waspada Ya..!! Balikpapan Masuk Musim Hujan dan Angin Kencang

BALIKPAPAN- Memasuki bulan November ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…

Sabtu, 02 November 2019 21:48

Sebelum Dimasukkan ke Jok Motor, Sakti Sempat Cium Kening Jasad Bayi

BALIKPAPAN - balpos.com, Kasus pembunuhan bayi baru lahir yang dilakukan Arnelia Putri…

Selasa, 29 Oktober 2019 13:53

Buntut Prostitusi Online Oknum Duta Wisata, Pemkot Evaluasi Kontes-Kontesan Seperti Ini

Kasus prostitusi online berhasil dibongkar oleh jajaran Polda Jawa Timur…

Selasa, 29 Oktober 2019 13:53

Dihujat Netizen, Akun PA Di-private

 Setelah viral terkait diamankannya salah satu finalis Putri Pariwisata asal…

Selasa, 29 Oktober 2019 11:54

SIKAT AJA..!! Buron Sebulan, Perampok Sadis Diringkus

Setelah buron sekira sebulan, akhirnya pelaku perampokan yang terjadi di…

Selasa, 29 Oktober 2019 11:51

Duit Rp 45 Juta Hasil Rampokan Dibuat Foya-foya

 Hendra Ismanto (36) bukan pemain baru dalam dunia kejahatan, khususnya…

Minggu, 27 Oktober 2019 12:18

Pengemis Mingguan yang Mangkal di Masjid Ditangkapi

Kawasan depan Masjid At-Taqwa Klandasan, Balikpapan Kota, setiap menjelang salat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*