MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 06 Februari 2020 11:17
Tak Diberi Uang Bensin, Suami Tonjok Mata Bininya, Tuh Biru..!!
Korban dengan kondisi mata membiru.

PROKAL.CO, TANA PASER – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Paser. Tepatnya di Km 4 Kecamatan Tanah Grogot. Suami bogem istri lantaran percekcokan. Gara-garanya soal uang penjualan bensin. Sang suami yang berinisial AA, terpaksa menonjok istrinya berisinial MG karena tidak diberi uang penjualan bensin Rp 400 ribu.  

Menurut Kanit PPA Polres Paser Aipda Suryaning, suaminya marah sehingga terjadi perang mulut. Bahkan sampai terjadilah pemukulan. Ini karena istri tidak memberikan yang bensin.  

"Cekcok tersebut dipicu lantaran sang istri tidak memberikan duit Rp 400 ribu hasil menjual bensin kepada suaminya. Berdasarkan pengakuan istri, karena memang sebelumnya sang suami sudah minta Rp 100 ribu. Mungkin karena untuk memutar modal jual bensinnya itu, maka istrinya tidak memberikan kepada suaminya lagi," ungkap Aipda Suryaning.

Nah pada saat kejadian tersebut, ada warga yang mendengar dan mengatakan bahwa ada percekcokan dan bahkan ada yang teriak meminta tolong. Saat didatangi saksi yang mendengar, langsung mrndatangi tempat kejadian dan mencoba melerai agar suami yang memukul istrinya tidak kembali melakukan pemukulan.

Lantaran dipukul, wajah istri memar dan langsung dilarikan ke Mapolres Paser sekaligus melapor kejadian kekerasan dalam rumah tangga tersebut. "Dari memar di mukanya, pihak kepolisian tidak diterangkan berapa kali dipukul. Namun suami korban mengaku memukul dengan cincin akik,” sambung Aipda Suryaning.

Untuk diketahui, pasangan AA dan MG sudah menjalin rumah tangga selama dua tahun dan dikarunai satu anak. Sehari-hari, keduanya menjalani profesi sebagai pedagang. Sebelum tinggal di Km 4, keduanya pernah tinggal di Desa Senaken. “Saat ini pelaku (suami) sudah ditahan di Polres Paser. Dengan kekerasan yang dilakukan, si pelaku dikenakan undang-undang 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Rumah Tangga. Ancamannya lima tahun penjara dan denda 15 juta,” pungkasnya. (bp-1/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 14:13

ODP Corona Melonjak Jadi 69 Kasus

PENAJAM - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Penajam…

Sabtu, 28 Maret 2020 14:12

SABAR AJA..!! Berkas Perkara Cabul Petinggi Pondok Pesantren Masih Diproses

PENAJAM - Berkas perkara kasus pencabulan yang dilakukan petinggi salah…

Kamis, 26 Maret 2020 12:28

Aparat Gabungan Berhasil Bujuk Calon Pengantin Tunda Resepsi

PENAJAM - Polsek Babulu dan Koramil Babulu gencar keliling desa…

Senin, 23 Maret 2020 11:25

Di Kabupaten Ini, Tempat Hiburan dan Rekreasi Ditutup Sebulan

PENAJAM - Untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, pemerintah…

Minggu, 22 Maret 2020 11:34

RSUD Alokasikan Rp 3,7 Miliar untuk APD dan 10 Tempat Tidur

PENAJAM - Setelah adanya pasien positif virus corona atau Covid-19…

Minggu, 22 Maret 2020 11:33

Stok Sembako Sangat Cukup, Warga Tak Perlu Panik

PENAJAM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan…

Senin, 16 Maret 2020 13:31

Kasus Malaria PPU Capai 594 Penderita

PENAJAM - Kasus penyakit malaria dari Januari-Maret 2020 telah menembus…

Sabtu, 14 Maret 2020 15:11

Di Kabupaten Ini Kasus Malaria Tembus 500-an

PENAJAM - Kasus penyakit malaria dari Januari-Maret 2020 telah menembus…

Minggu, 08 Maret 2020 11:23

BWS Diminta Segera Normalisasi Sungai di Daerah Rawan Banjir

PENAJAM - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Penajam Paser Utara (PPU) Tohar…

Minggu, 08 Maret 2020 11:22

Wabup Prihatin Maraknya Kekerasan Anak

PENAJAM - Tindak kekerasan terhadap anak di Kabupaten Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers