MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 24 Februari 2020 10:31
Antrean di SPBU Ngga Abis-Abis, Ternyata Biang Masalahnya Si Pengetap..!!
GAWAT:Salah satu SPBU di Balikpapan yang diduga telah dikuasai para pengetap BBM yang membuat antrean cukup panjang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Antrean para pengetap bahan bakar minyak (BBM) di setiap Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) di Balikpapan mulai tidak terkendali. Mereka terlihat bolak-balik menggunakan sepeda motor yang diduga telah dimodifikasi tangkinya sehingga tampak lebih besar. Parahnya lagi para pengetap ini banyak yang tidak menggunakan helm tapi dibiarkan saja oleh petugas kepolisian.  

Dari pantauan media ini sejumlah SPBU yang menjadi lokasi favorit para pengetap yakni SPBU Kebun Sayur, Balikpapan Barat. Di lokasi ini sejumlah sepeda motor dengan tangki cukup besar bolak-balik mengisi BBM jenis premium dan pertalit. Mereka biasanya menyimpan jerigen-jerigen untuk menampung BBM tak jauh dari SPBU, kemudian di bawa pulang, untuk disuplai ke pom mini atau diperjual belikan menggunakan botol eceran.

Hendriawan warga Baru Ilir mengaku, kesal dengan ulah para pengetap ini, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor bertangki besar, selain membuat antrean sepeda motor semakin panjang.

“Parah mas, di SPBU Kebun Sayur banyak pengetapnya,” ujar Hendriawan kepada Balikpapan Pos, Minggu (23/2) kemarin.

“Harusnya para pembeli BBM terutama yang menggunakan sepeda motor dibatasi jumlahn pembelian BBMnya, misalnya dalam sehari hanya diperbolehkan beli 15 liter,” usulnya.

Apa yang dirasakan Hendri, sama juga yang dirasakan dengan Herman warga Gunung Malang, dirinya mengaku sempat dibuat jengkel ketika antre di SPBU Gunung Malang, di lokasi tersebut juga banyak pengetap, sementara dirinya harus buru-buru pergi kerja, disaat bersamaan harus antre BBM di SPBU.

“Kita maunya cepat, eh di depan banyak motor pengetap juga ikut antre di SPBU,” akunya.

Sementara itu, Gunawan warga Batu Ampar mengaku, keberadaan pengetap yang menggunakan sepeda motor besar di SPBU merupakan salah satu penyebab dirinya jarang membeli BBM di SPBU. Sebab, ia menerangkan tak ingin terlalu lama harus mengantre di belakang para pengetap yang terkadang telah menunggu saat SPBU baru dibuka.

“Ya meskipun saya membeli minyak eceran yang tentunya dari pengetap dan harganya lebih mahal. Tapi mau bagaimana lagi, karena itu lebih baik dari pada mengantre lama,” kata Gunawan. Ia menyebut, kondisi ini hampir terjadi pada semua SPBU di Balikpapan. Pemerintah Kota maupun kepolisian pun menurutnya, tak pernah serius mengatasi persoalan ini, sehingga para pengetap benar-benar berkuasa di SPBU.

“Kalau pun dijaga paling hanya sehari atau dua hari. Setelah itu dibiarkan lagi,” ucapnya. Keluhan serupa juga turut disampaikan warga lainnya, Risna. Wanita yang tinggal di Jalan Ahmad Yani itu merasa selama ini pengetap sudah cukup berkuasa di beberapa SPBU.

“Bahkan tak jarang pengetap ini sudah ngisi terus kembali lagi. Makanya antrean di SPBU itu enggak pernah habis-habis,” ujarnya. Karena itu, ia pun meminta peran pihak-pihak terkait untuk melakukan penertiban kepada para pengetap. Sehingga masyarakat bisa kembali melakukan pengisian di SPBU tanpa harus mengantre panjang. “Harus ada ketegasan, karena apabila terus dibiarkan maka akan begini terus,” tuturnya.

Menanggapi persoalan pengetap ini, salah satu Pengawas SPBU di Balikpapan yang namanya enggan dikorankan, mengaku pihaknya, tak bisa berbuat banyak mengenai hal tersebut. Pasalnya, sebagai penyedia dan pendistribusi BBM pihaknya harus melayani konsumen meskipun itu pengetap.

“Tapi beda halnya kalau itu solar yang bersubsidi, tak boleh sembarangan juga karena itu untuk orang tidak mampu. Kalau premium dan pertalite inikan tak bersubsidi, jadi ketika ada yang beli kami layani,” tuturnya.

Ditanya perbandingan antara pengetap dan pembeli masyarakat pada umumnya, ia pun mengungkapkan sebesar 70 persen didominasi pengetap sementara sisanya masyarakat pada umumnya.

Dari penulusuran Balikpapan Pos sebagai produsen bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, Pertamina sebenarnya melarang konsumennya menjual kembali bensin yang didapat dari SPBU milik Pertamina.

Fenomena penjualan kembali BBM Pertamina oleh masyarakat demi mencari keuntungan ini, secara hukum sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas pasal 53. Bagi pelaku yang menjual kembali BBM yang dibeli di SPBU diancam hukuman pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 miliar. Salah satu alasan larangan tersebut yakni sangat berbahaya bagi keselamatan penjual dan orang lain. Apalagi lokasinya di wilayah perkotaan, kecuali daerah tersebut jauh dari SPBU.(dan/vie)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 Maret 2020 12:26

Pasien RS Samboja Kabur ke Balikpapan, Ada Pasien Diduga PDP yang Diusir Istri

BALIKPAPAN - Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Samboja, Kutai Kartanegara…

Rabu, 25 Maret 2020 00:54

Batu Bara di Kapal Tongkang Digasak Maling

 BALIKPAPAN - Batu bara merupakan hasil sumber daya alam yang memiliki…

Rabu, 25 Maret 2020 00:52

Empat Resepsi Pernikahan di Sepinggan Raya Ditunda

BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta masyarakat Kota Minyak…

Selasa, 24 Maret 2020 15:42

E-Walk dan Pentacity Batasi Jam Operasional

BALIKPAPAN-Untuk menekan penyebaran virus Covid-19, manajemen e-Walk dan Pentacity Shopping…

Senin, 23 Maret 2020 11:27

Pekerja PHM Positif Corona, Ini Kata Pihak Perusahaan

BALIKPAPAN - Satu diantara enam pasien positif corona di Balikpapan…

Senin, 16 Maret 2020 13:32

Soal Penunjukan Kepala Badan Otorita IKN, Ini Kata Bupati PPU

PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud…

Senin, 16 Maret 2020 13:28

Akses Utama, Jalan Mulawarman Banyak Rusak

BALIKPAPAN - Zaman milenial ini masih berlaku, pejabat daerah akan tergopoh-gopoh…

Sabtu, 14 Maret 2020 15:17

Wali Kota : Balikpapan Tak Mau Kecolongan, Cegah Masuknya Wisatawan Asing

BALIKPAPAN - Saat ini sejumlah perhotelan dan perbankan mulai menerapkan…

Sabtu, 14 Maret 2020 15:16

Kenapa Ini..? Pemkot Tolak Kapal Pesiar Berlabuh di Balikpapan

BALIKPAPAN - Kapal Pesiar MV Coral Adventurer yang mengangkut 72…

Sabtu, 14 Maret 2020 15:14

Penerima Bantuan Iuran Tembus 111 Ribu Jiwa, Pemkot Tunggu Keputusan Pusat

BALIKPAPAN - Saat ini Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu keputusan Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers