MANAGED BY:
JUMAT
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Sabtu, 02 Mei 2020 16:59
34 Petugas Medis Terindikasi Positif Berdasarkan Rapid Test, Puskesmas Long Ikis Ditutup
TUTUP PELAYANAN: Puskesmas Long Ikis ditutup dan dijadikan tempat isolasi 34 petugas medis yang terindikasi positif corona berdasarkan rapid test. Diana Astuti, dokter puskesmas yang ikut menjalani karantina mandiri di Puskesmas Long Ikis.

PROKAL.CO,

TANA PASER - Kabar mengejutkan,  sebanyak 34 tenaga kesehatan di Puskesmas Long Ikis Kabupaten Paser terindikasi terkena virus corona karena berdasarkan  rapid test atau tes cepat, hasilnya positif. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Amir Faisol SKm MKes langsung menutup Puskesmas Long Ikis terhitung mulai Jumat 1 Mei 2020 sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

Puskesmas Long Ikis ditutup untuk pelayanan rawat inap dan rawat jalan, sekaligus digunakan untuk ruang isolasi 34 petugas medis tersebut. Salah satu dokter yang juga dikarantina di Puskesmas Long Ikis yaitu dr Diana Astuti membenarkan bahwa ada rapid test yang hasilnya positif untuk tenaga medis di Puskesmas Long Ikis. "Namun ditanyakan kronologisnya dulu karena  belum bisa dipastikan. Karena kita semua punya potensi infeksius," kata Diana Astuti kepada Paser Pos.

Karena hampir separuh dari tenaga medis ikut terkontaminasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Paser meminta agar mereka melakukan karantina mandiri di Puskesmas Long Ikis. "Jadi untuk sementara pelayanan Puskesmas Long Ikis ditutup dan dialihkan ke Puskesmas terdekat," ujar Diana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Amir Faisol uang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, saat ini yang diperlukan adalah perhatian pemerintah agar penanganan covid-19 benar-benar serius. Salah satunya adalah meminta agar Pemkab Paser  mempercepat pengadaan PCR (Polymerase Chain Reaction).  "Kami meminta agar ada PCR secepatnya, jadi tidak menunggu hasil lab dari Surabaya. Karena jika mengikuti hasil lab Surabaya, prosesnya lama. Sedangkan penyebaran virus corona sangat masif,” ujarnya. 

Untuk diketahui, pemeriksaan rapid test belum akurat. Selanjutnya pemeriksaan menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Orang dengan hasil rapid testnya positif harus menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis.

Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat masuk ke tubuh. Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang. Dan saat ini, pemeriksaan swab masih di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang harus antre dan menunggu lama.

Amir Faisol menegaskan, justru yang perlu diantisipasi adalah penyebaran melalui orang yang tanpa gejala (OTG) seperti yang dialami perawat dan dokter. "Jadi harap kami agar pemerintah bisa bergerak cepat dalam penanganan corona dengan membantu percepatan pengadaan PCR," harapnya.

Ditambahkan dia, rapid test hasilnya tidak pasti, kalau menunggu lama hasil swabnya, menimbulkan kekhawatiran yang sangat besar. 
Dia kembali meminta kepada masyarakat agar mengikuti imbauan pemerintah yakni sering cuci tangan, menjaga jarak dan di rumah saja. "Tentunya juga pemerintah juga harus memperhatikan ekonomi masyarakat kita, karena kondisi ekonomi saat ini tidak stabil," imbuhnya.

Diingatkan juga oleh Amir Faisol, setelah pulang dari kerja atau dari luar jangan langsung kontak dengan keluarga. Pertama tiba di rumah adalah langsung lepas pakaian, lalu  direndam. Kemudian bersihkan badan dengan sabun untuk mencegah virus yang tidak terlihat oleh mata.

"Itu adalah langkah antisipatif kita semua, agar kalian yang ada di luar saat ini dan kami yang dikarantina saat ini sama-sama menjaga dari potensi penularan," tutupnya. (bp-1/ono)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2020 12:53

Duit Besar..!! Diperlukan Anggaran Segini untuk WTP dan Jaringan Pipa Babulu

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya memenuhi…

Kamis, 10 September 2020 11:33

Rumah Sakit Ini Rekrut Tenaga Medis, Bakal Ditempatkan di Ruang Isolasi Covid-19

PENAJAM - RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser…

Rabu, 09 September 2020 13:31

Kecamatan Penajam Tertinggi Kasus Covid-19, Ini Kata Tim Gugus Tugas

PENAJAM - Warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang terjangkit…

Selasa, 08 September 2020 12:29

PPU Ajukan Kuota Jargas 15 Ribu SR

PENAJAM - Tambahan jatah jaringan gas (jargas) sebanyak 300 sambungan…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:07

Kecamatan Muara Samu Keberatan Berita Klaster Gunung Boga

TANA PASER - Pemerintah Kecamatan Muara Samu melalui Kepala Seksi…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:25

Gara-Gara Ini, Puskesmas Penajam Akhirnya Tutup Lebih Lama

 PENAJAM - Penutupan Puskesmas Penajam bakal berlangsung lebih lama lagi.…

Selasa, 25 Agustus 2020 10:22

Jalan Km 1 sampai Km 9 Mau Dilebarkan, Tapi Sayangnya....

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merencanakan pelebaran…

Selasa, 25 Agustus 2020 10:13

Perbup Protokol Kesehatan Masih Digodok

PENAJAM - Di berbagai wilayah kabupaten/kota sudah menerapkan tindakan tegas…

Selasa, 25 Agustus 2020 10:11

Mulai Ada Lahan Dibakar, Ini yang Dilakukan BPBD PPU

 PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser…

Minggu, 09 Agustus 2020 10:56

DPUPR Janji Lanjutkan Pembangunan Rumah Adat

PENAJAM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers