MANAGED BY:
MINGGU
05 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 05 Juni 2020 10:16
Begini Jadinya Kalau Pemulung Hina Kuli Bangunan
ilustrasi

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN - Dua pelaku pembunuhan seorang pemulung bernama Sabari (49) yakni SUH (17) dan MAR (15) masih menjadi sorotan. Bagaimana tidak, anak di bawah umur itu tega membunuh korban dengan tragis yakni membacok dengan sebilah parang yang ia beli di toko bangunan sebanyak 22 kali bacokan. Aksi nekat ini berawal dari dendam membara lantaran sering dihina korban bahwa penghasilan kedua pelaku bekerja sebagai kuli bangunan, kecil.

Dari pengakuan tersangka pembacokan yakni SUH (17) mengaku ia dan sepupunya MAR acapkali dihina oleh korban terkait masalah penghasilannya sebagai kuli bangunan. Pelaku menerima upah buruh bangunan Rp 100 ribu per harinya. "Saya sering betul dihina sama dia (korban), jadi saya sakit hati. Dia bilang kerja saya nggak ada hasilnya," kata SUH di hadapan awak media, kemarin.

Hal ini rupanya sering terjadi sehingga mereka acapkali cekcok dengan korban hanya karena persoalan gaji. Keduanya yang satu rumah sewaan di Jalan Soekarno Hatta KM 6,5 Gang Delima, RT 44, Balikpapan Utara ini pun memutuskan untuk minggat dari rumah sewaan bersama korban dan memilih mencari tempat lain.

"Sering dihina, saya sudah nggak tahan. Sampai kami pindah kos masih sering diolok," tuturnya. Tak hanya itu, SUH mengaku pernah diancam mau dibunuh oleh korban Sabari lantaran sering cekcok. Sehingga ia menaruh dendam terhadap korban dan punya ide untuk menghabisi nyawa korban.

"Saya pernah mau dibunuh juga sama dia," tuturnya. Alhasil SUH dan MAR berniat melakukan pembunuhan dengan membeli sebilah parang di toko bangunan tak jauh dari kosnya di kawasan Batu Ampar. Lalu mereka mendatangi korban yang tengah tertidur di lantai 2 rumah sewaannya pada Senin (1/6) pukul 05.30 Wita.

"Saya yang punya ide bunuh, jadi saya datang jam setengah enam itu dia masih tidur. Terus saya bacok dia sekitar 22 kali lalu kami tinggal begitu saja," terangnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 April 2020 01:08

Pengetatan Sosial Tidak Efektif, Warga Masih Banyak Nongkrong

BALIKPAPAN - Sejak diberlakukannya pengetatan sosial alias pengurangan aktivitas kumpul-kumpul…

Sabtu, 18 April 2020 01:05

Kasus Terbanyak Corona, Balikpapan Belum Berani PSBB

BALIKPAPAN - Demi mempersempit penyebaran Covid-19 di tengah lingkungan masyarakat,…

Sabtu, 18 April 2020 01:04

Kurangi Ketergantungan Beras, Upayakan Penganekaragaman Pangan

BALIKPAPAN - Beras merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Penyeragaman konsumsi…

Jumat, 17 April 2020 12:39

KELAKUAN SAMA..!! Bapak Cabuli Anak Tetangga, Anak Cabuli Pacar

PENAJAM - Heboh, terungkap keluarga cabul. Ayah dan anak di…

Jumat, 17 April 2020 12:30

Tertulis Bahan Kimia, Ternyata Daging Babi

BALIKPAPAN - Pejabat Karantina Hewan Balikpapan melakukan penahanan terhadap daging…

Kamis, 16 April 2020 10:17

Pasien Covid-19 Bandel, Jalan-Jalan sambil Rekam Pasien Lainnya, Ini Tindakan RSUD

PENAJAM - Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam…

Kamis, 16 April 2020 10:09

Dua Pria Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

BALIKPAPAN - Dua pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di…

Senin, 13 April 2020 12:31

Anggota Dewan Ini Bilang Bantuan Pemkot Terkesan Lambat

BALIKPAPAN - Sudah sekitar sebulan lebih penyebaran corona virus disease 2019…

Senin, 13 April 2020 12:30

Gas Langka, Maling Tabung Gas Tambah Berani

BALIKPAPAN - Pasca diberlakukannya pengetatan social, akhir-akhir ini warga mengeluh…

Sabtu, 11 April 2020 13:12

Penutupan Bandara dan Pelabuhan Kewenangan Kementerian Perhubungan

BALIKPAPAN - Untuk mengantipasi dan membatasi warga luar yang masuk ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers