MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 02 Juli 2020 13:28
Tak Angkat Telepon, Foto Mesra Disebar ke Medsos
BERI PENDAMPINGAN : UPTD PPPA Kabupaten Paser siap memberikan perlindungan hukum kepada perempuan korban pencemaran nama baik.

PROKAL.CO,

TANA PASER - Karena persoalan tidak angkat telepon pacar , akibatnya foto mesra disebar, mendapatkan pesan kasar dan ancaman. Hal ini dialami perempuan berusia 40 tahun beinisial (A) berstatus janda yang berprofesi sebagai pekerja salon kecantikan. Sebelumnya A memiliki hubungan khusus dengan seorang lelaki yang umurnya lebih muda kurang lebih 28 tahun, hubungan tersebut belum lama terjalin.

"Hubungannya belum sampai setahun," kata korban, (30/6). Korban A mengatakan bahwa pacarnya tersebut menelepon pada saat jam kerja, sehingga dirinya tidak bisa mengangkat telepon pacarnya tersebut. Kemudian lanjutnya pada saat pulang kerja pada malam hari, telepon sang pacar tidak diangkat olehnya karena handphone dalam kondisi off. Pada saat dicek pagi hari dengan cara menghidupkan handphone, si korban melihat panggilan tidak terjawab cukup banyak.

Yang membuat korban terkejut, saat mendapatkan foto mesranya sudah tersebar di Facebook yang telah di-upload pacarnya. Tapi foto tersebut sudah dihapus oleh si pelaku karena keluarga korban marah besar melihat perilaku pelaku sebagai pacarnya. Jadi nomor handphone pelaku tersebut sudah dia blokir dan keluarga korban minta kasus ini tetap diproses secara hukum oleh kepolisian.

Karena hal ini membuat malu keluarga korban, dan tempat bekerja korban di salon juga merasa dirugikan karena mengakibatkan adanya image buruk terkait salonnya.

Korban sendiri sudah mengadu ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Paser agar mendapatkan perlindungan hukum karena pelaku dianggap oleh korban yang juga pacarnya telah membuat nama baik keluarganya tercoreng secara sosial.

Mengenai bukti, korban sudah mempunyai banyak bukti, baik berupa pesan singkat kata-kata kasar maupun foto mesra yang disebar di medsos. Yang jelas untuk saat ini keluarga korban minta agar ini diproses secara hukum.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 April 2020 01:08

Pengetatan Sosial Tidak Efektif, Warga Masih Banyak Nongkrong

BALIKPAPAN - Sejak diberlakukannya pengetatan sosial alias pengurangan aktivitas kumpul-kumpul…

Sabtu, 18 April 2020 01:05

Kasus Terbanyak Corona, Balikpapan Belum Berani PSBB

BALIKPAPAN - Demi mempersempit penyebaran Covid-19 di tengah lingkungan masyarakat,…

Sabtu, 18 April 2020 01:04

Kurangi Ketergantungan Beras, Upayakan Penganekaragaman Pangan

BALIKPAPAN - Beras merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Penyeragaman konsumsi…

Jumat, 17 April 2020 12:39

KELAKUAN SAMA..!! Bapak Cabuli Anak Tetangga, Anak Cabuli Pacar

PENAJAM - Heboh, terungkap keluarga cabul. Ayah dan anak di…

Jumat, 17 April 2020 12:30

Tertulis Bahan Kimia, Ternyata Daging Babi

BALIKPAPAN - Pejabat Karantina Hewan Balikpapan melakukan penahanan terhadap daging…

Kamis, 16 April 2020 10:17

Pasien Covid-19 Bandel, Jalan-Jalan sambil Rekam Pasien Lainnya, Ini Tindakan RSUD

PENAJAM - Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam…

Kamis, 16 April 2020 10:09

Dua Pria Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

BALIKPAPAN - Dua pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di…

Senin, 13 April 2020 12:31

Anggota Dewan Ini Bilang Bantuan Pemkot Terkesan Lambat

BALIKPAPAN - Sudah sekitar sebulan lebih penyebaran corona virus disease 2019…

Senin, 13 April 2020 12:30

Gas Langka, Maling Tabung Gas Tambah Berani

BALIKPAPAN - Pasca diberlakukannya pengetatan social, akhir-akhir ini warga mengeluh…

Sabtu, 11 April 2020 13:12

Penutupan Bandara dan Pelabuhan Kewenangan Kementerian Perhubungan

BALIKPAPAN - Untuk mengantipasi dan membatasi warga luar yang masuk ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers