MANAGED BY:
SENIN
14 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Sabtu, 15 Agustus 2020 12:03
Pemulihan Mal Masih Terkendala
Mal Sudah Buka, Tapi Daya Beli Masyarakat Masih Rendah
Salah satu mal di Balikpapan. Kunjungan masyarakat ke mal masih rendah. Ini disebabkan daya beli masyarakat yang juga turun karena pandemi.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN - Tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal telah diterapkan sejumlah daerah di Indonesia. Kebijakan ini diambil pemerintah pusat sebagai upaya untuk memulihkan kembali roda perekonomian akibat covid-19.

Pelonggaran kebijakan pada era new normal ini, rupanya belum mampu mendongkrak tingkat kunjungan atau okupansi masyarakat ke mal. Tidak terkecuali di Balikpapan. Pusat perbelanjaan yang ada terlihat tidak ramai.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Kaltim, Aries Adriyanto membenarkan hal tersebut. Sejak mal dibuka, okupansi pengunjung mal belum mengalami kenaikan signifikan. "Pengunjung yang datang belum naik-naik juga. Saat video conference dengan APPBI se-Indonesia, semua sama kok. Masih di 30 persen, Jakarta juga sama," katanya.

Saat ini, lanjutnya, kondisi semua pusat perbelanjaan masih berat. Hal ini lantaran transaksi yang belum juga membaik akibat kondisi masyarakat yang masih dilematis. "Kalau keluar kena penyakit, kalau enggak keluar kelaparan," ujarnya. Selain itu, cukup banyaknya masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Hal ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat.

"Itu tidak bisa kita elak. PHK cukup banyak, sehingga daya beli masyarakat juga turun," ungkap pria yang juga general manager Plaza Balikpapan ini. Kekhawatiran masyarakat juga cukup tinggi. Apalagi, kini pasien positif di Balikpapan semakin meningkat. "Mayoritas masyarakat ragu-ragu mau keluar atau di rumah saja," ujarnya.

Okupansi pengunjung mal saat ini adalah sebesar 30 persen. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan awal-awal covid-19, yang mana persentasenya hanya 10 persen. "Namun, durasi di mal tidak lebih dari satu jam. Kalau dulu ‘kan bisa dua atau tiga jam. Dulu ke toko buku itu masih mampir makan, belanja. Kalau sekarang kalau ke toko buku, ya ke toko buku saja," pungkasnya. (dia/pri)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 13 Juni 2021 10:52

Targetkan Pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat 11 Persen

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai akan berdampak sangat positif…

Rabu, 28 April 2021 13:01

Belanja Emas Diprediksi Ramai H-7

Seluruh masyarakat Balikpapan apstinya sudah tak sabar untuk menyambut hari…

Jumat, 23 April 2021 12:04

Selama Larangan Mudik, 9 Kapal Pelni Tetap Beroperasi

Sebanyak 9 unit kapal PT Pelni direncanakan akan tetap beroperasi…

Sabtu, 17 April 2021 14:07

Harga Ayam dan Cabai Masih Tinggi

Pantauan Balikpapan Pos, harga cabai di Pasar Pandansari saat bulan…

Jumat, 16 April 2021 14:04

Okupansi Hotel di Balikpapan Mulai Menggeliat

 Memasuki tahun 2021, proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) ke…

Rabu, 14 April 2021 12:12

Kadin: Tender Rp 50 Miliar BUMN Tidak Perlu Ikut

Usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Jumat, 02 April 2021 10:56

Pelaku Usaha Bilang. Bantuan Dana UMKM dari Pemerintah Tak Cukup

Masa pandemi membuat beberapa UMKM menurun pendapatannya, termasuk usaha dibidang…

Sabtu, 20 Maret 2021 10:36

Yang Cari Duit di Pemkot Balikpapan Pesimis PAD Capai Target

Meskipun telah memberlakukan sejumlah kebijakan relaksasi terhadap beberapa sektor usaha,…

Rabu, 17 Maret 2021 19:24

Mudahkan Masyarakat Rencanakan Staycation Aman dan Nyaman

Keuntungan lebih bagi para pengguna tiket.com lewat kampanye ShopeePay Super…

Rabu, 17 Maret 2021 14:39

Dijamin Anti Jenuh..! Ganti Suasana Kerja dengan Work From Hotel

Indonesia- Berdasarkan data terbaru yang dikumpulkan oleh sebuah perusahaan software,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers