MANAGED BY:
SENIN
14 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Jumat, 02 Oktober 2020 11:00
Jumlah Dokter Terbatas, PPU Ajukan Formasi ke Menpan
ilustrasi

PROKAL.CO,

PENAJAM - Rasio jumlah dokter di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini masih kurang memenuhi standar yang dibutuhkan. Karena berdasarkan data bahwa idealnya satu dokter hanya untuk melayani 5 ribu penduduk sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal.

Perihal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan cabang Balikpapan Subiyanto pada rapat pertemuan forum kemitraan dan komunikasi semester II Tahun 2020 yang digelar melalui online bersama jajaran pemerintah Kabupaten PPU. Kegiatan ini diikuti oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab PPU Surodal Santoso, perwakilan BPJS Kesehatan PPU dan sejumlah SKPD terkait lainnya, Selasa, (29/9) pagi.

Dikatakan Subiyanto masih kurangnya tenaga dokter di PPU salah satunya dapat dilihat pada masing-masing puskesmas yang ada. Salah satunya Puskesmas Penajam. Jumlah dokter puskesmas ini ada tiga orang dengan jumlah penduduk lebih kurang 30 ribu jiwa. Sehingga dengan jumlah ini satu dokter berbanding dengan 10 ribu jiwa. Jika idealnya satu dokter hanya berbanding 4-5 ribu jiwa maka puskesmas penajam masih membutuhkan 3- 4 dokter lagi.

“ Kurangnya tenaga dokter ini dampaknya tentu bermacam-macam seperti antrean terlalu lama, banyaknya rujukan dan sebagainya sehingga pelayanan kepada masyarakat kurang memuaskan,“ bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU dr Arnold  Wayong dalam kesempatan ini mengatakan bahwa diakuinya dengan jumlah penduduk yang ada saat ini jumlah dokter di Kabupaten PPU memang masih belum cukup. Oleh karenanya dirinya berharap pada tahun yang akan datang formasi CPNS untuk tenaga kesehatan khususnya dokter diadakan di PPU.

“Karena memang di beberapa puskesmas yang berpenduduk padat seperti Penajam, Petung dan Babulu itu jumlah dokter kita di sana masih belum memenuhi standar yang ada sehingga ini dapat berpengaruh terhadap pelayanan kita kepada masyarakat, “ kata Arnold.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 13 Juni 2021 09:39

Saat Ini, PPU Tak Sanggup Jadi Penopang Pangan IKN

Beredar kabar bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) nantinya akan…

Minggu, 13 Juni 2021 09:23

Sepaku Masih Butuh Penerangan Jalan

Menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berarti menjadi kepanjangan…

Kamis, 10 Juni 2021 12:28

30 Personel Pol PP Jaga Tongkang Batu Bara Ilegal

Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 08 Juni 2021 09:33

Lahan Kuburan Semumun Bakal Diperluas

TANA PASER - Kondisi pemakaman atau Kuburan Semumun di Kecamatan…

Selasa, 08 Juni 2021 09:32

Pemkab-DPRD Bahas Legalitas Lahan Wakaf

TANA PASER - Tanah wakaf milik seseorang yang diberikan ke…

Senin, 07 Juni 2021 14:20

DPRD PPU Kecewa Tidak Dilibatkan Persoalan IKN

Aura pembangunan dalam rangka perpindahan ibu kota negara (IKN) ke…

Senin, 07 Juni 2021 14:12

Lama Mangkrak, Dishub Pastikan Lagi Kelanjutan Pembangunan Bandara di Paser

Upaya untuk menyegerakan percepatan pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten…

Jumat, 04 Juni 2021 10:00

Proyek Akses Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang Lagi Dibahas

Kelanjutan rencana pembangunan akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang menjadi…

Senin, 31 Mei 2021 10:53

Oknum PTT Pemkab Terlibat Bisnis Haram

 Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Paser kembali mengamankan oknum pegawai…

Senin, 31 Mei 2021 10:51

Pusat Penelitian Arkeologi Lakukan Penelitian di IKN

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional  (PPAN) melakukan penelitian di wilayah yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers