MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 16 Oktober 2020 12:03
Diduga Korupsi Dana BOS, Mantan Kepala Sekolah Masuk Penjara
DITAHAN: Mantan Kepala SMK Pelita Gamma PPU, IH saat berada di mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Tanah Grogot. IH menjadi tersangka kasus dugaan koprupsi dana BOS.

PENAJAM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) telah menetapkan satu tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana operasional sekolah (BOS) SMK Pelita Gamma (PG) PPU tahun 2015.

Kasi Pidsus Kejari PPU Guntur Eka Permana mengatakan, mantan Kepala SMK Pelita Gamma berinisial IH ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Oktober 2020. Dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan tersangka IH terkait dengan penggunaan anggaran BOS Rp 1,176 miliar yang bersumber dari Pemprov Kaltim tahun 2015.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, penyidik mengirimkan surat pemanggilan pertama. Namun, tersangka IH tidak memenuhi surat panggilan tersebut karena sedang berada di pulau Jawa. Kemudian dilayangkan kembali surat pemanggilan kedua, tersangka IH memenuhi panggilan dan langsung ditahan (15/10).

Kamis (15/10) tersangka menggunakan rompi warga oranye dan digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, dengan pengawalan anggota polisi bersenjata laras panjang.

“Kami sudah melaksanakan penahanan tersangka dugaan korupsi anggaran BOS tahun 2015 di SMK Pelita Gamma PPU. Karena sudah memenuhi syarat objektif dan subjektif serta tersangka juga dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Ditambah lagi, selama ini tersangka berada di pulau Jawa. Kemudian penahanan  dilakukan untuk mempercepat proses peradilan agar tersangka cepat mendapat kepastian hukum,” kata Guntur pada media ini, kemarin.

Tersangka IH pada saat itu menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Gamma PPU yang beralamat di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. Guntur menyatakan, disinyalir dalam penggunaan BOS tahun 2015 tersebut ada yang menyalahi petunjuk teknis (juknis).

“Modusnya, anggaran digunakan di luar petunjuk teknis penggunaan BOS yang bersumber dari provinsi. Macam-macam penggunaannya, ada untuk gaji dan ada juga digunakan untuk kepentingan pribadi,” terangnya.

Kerugian negara diperkirakan ratusan juta rupiah dari total dana BOS Rp 1,176 miliar. Namun, Guntur belum menyebutkan angka rinci kerugian negara, karena masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Angka kerugian negara nanti kami kabari teman-teman kalau hasil auditnya sudah ada dari BPKP. Yang jelas dari dana BOS Rp 1,176 miliar itu kerugiannya ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi dana BOS tahun 2015 tersebut telah bergulir beberapa tahun lalu. Guntur menyatakan, penyelidikan membutuhkan waktu karena banyak toko-toko sebagai tempat belanja yang tertuang dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) penggunaan anggaran.

“Memang terkendala banyaknya toko-toko yang disebutkan dalam LPj-nya. Jadi, kita cari satu persatu toko-toko itu untuk mengecek pembukuannya,” terangnya. Penyidik telah memintai keterangan 15 saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOS tahun 2015 SMK Pelita Gamma tersebut. Guntur menyebutkan, saksi yang diperiksa terdiri dari pemilik toko, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), dan lainnya.

“Total saksi yang diperiksa ada 15 orang,” bebernya. Untuk sementara ini, penyidik baru menetapkan satu tersangka. Namun, kasus dugaan korupsi ini berpeluang menyeret yang lainnya.

 “Tidak menutup kemungkinan ada (terlibat) dari pemerintah daerah. Tetapi yang jelas sementara ini baru satu yang ditetapkan tersangka,” jelasnya. Guntur menegaskan, tersangka IH dikenakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 11:59

Belanja Pegawai Dibatasi hanya 30 Persen dari APBD

Pemerintah Kota Balikpapan berencana membatasi besaran anggaran untuk belanja pegawai…

Sabtu, 25 September 2021 11:57

Cewek Cantik Diculik dan Dibunuh, Ditemukan Jadi Tengkorak

Nasib tragis dialami seorang cewek cantik bernama Juwanah alias Julia…

Jumat, 24 September 2021 12:15

Nenek-Nenek Itu Ingin Bunuh Diri karena Terjerat Rentenir

Kondisi Hj Nanik (60) warga Perum Batakan Mas RT 27…

Jumat, 24 September 2021 12:13

Masyarakat Jangan Terlena Angka Level PPKM

Hanya selang satu hari, setelah Kepala Dinkes Balikpapan, Andi Sri…

Jumat, 24 September 2021 09:03

PPKM Level 3 di Balikpapan Sulit Tercapai, Ini Sebabnya...

Satgas Covid-19 Kota Balikpapan menyatakan status Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Jumat, 24 September 2021 09:00

Tenang Saja, Penyekatan Jalan di Balikpapan Hanya di Perbatasan

Kota Balikpapan memang masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)…

Kamis, 23 September 2021 14:55

Begini Kondisi Terakhir Anak yang Disiram Air Panas oleh Bapaknya

Bocah perempuan AFJ (8) warga Jalan Mentarang Balikpapan Selatan yang…

Kamis, 23 September 2021 14:53

Dana Transfer Pusat Tutupi Defisit Rp640 Miliar Kota Balikpapan

Kota Balikpapan akhirnya mendapatkan tambahan anggaran dari dana transfer pusat…

Kamis, 23 September 2021 09:25

NEKAT..!! Nenek Nenek Lompat dari Jembatan Manggar, Bagaimana Ceritanya?

Rabu (22/9) pagi sekira pukul 08.30 Wita, warga yang bermukim…

Kamis, 23 September 2021 09:23

Proyek Nano Bubble di PDAM Dianggap Mubazir

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri menilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers