MANAGED BY:
MINGGU
28 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 21 Januari 2021 10:40
SORRY BOSKU..!! Untuk Bantuan Peduli Korban Bencana, PMI Balikpapan Tak Terima Barang Bekas
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) membuka posko peduli bantuan bagi korban bencana di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) membuka posko peduli bantuan bagi korban bencana di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Posko tersebut berdiri tepat di depan gedung PMI Kota Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot). Secara resmi mulai dibuka sejak Rabu (20/1).

Ketua PMI Balikpapan Dyah Muryani mengatakan, posko dibuka mewadahi warga Kota Balikpapan yang ingin menyumbangkan dana serta logistik untuk disalurkan kepada korban bencana. “Perlu digarisbawahi, bantuan itu tetap akan atas nama yang membantu bukan dari PMI. Kami hanya bertugas untuk menampung bantuan, dan akan disalurkan ke daerah bencana,” kata Dyah. Namun, jika masyarakat ingin membawa sendiri bantuan ke daerah bencana juga diperbolehkan. Hanya saja tetap harus melaporkan ke PMI.

“Kalau yang tidak bisa menyalurkan sendiri, PMI akan meminta bantuan Dinsos dan Pemkot untuk membawa ke daerah bencana. Dalam dua minggu ini kami akan mengupdate, daerah bencana itu yang dibutuhkan apa saja. Sehingga bantuan dari masyarakat tepat guna,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin menyumbang bantuan, lanjut Dyah, jika dalam bentuk barang seperti pakaian, selimut hingga handuk, disarankan untuk yang baru. Karena pihaknya tidak menerima yang bekas. “Kami tidak menerima baju bekas. Karena ini pandemi. Baju bekas itu mengandung beberapa macam. Bisa jadi sakit kulit. Harus baju baru, selimut baru dan handuk baru. Pokoknya semua yang baru. Kalau yang bekas kami tidak ingin menyalurkan dan menampung,” tegas Dyah.

Tidak hanya itu, jika ingin menyumbang makanan dan minuman juga diminta untuk masa ekspayernya minimal enam bulan ke depan. “Tidak boleh satu atau dua bulan. Minimal enam bulan. Kalau ada yang kurang dari enam bulan kita tolak,” ucapnya.
Untuk target pengiriman, Dyah menuturkan jika prinsip PMI tidak ingin menimbun barang. “Jadi barang yang ada kami ingin segera salurkan. Evaluasinya dua minggu, itu harus sudah tersalurkan,” tandasnya. (fredy Janu/KPFM)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 27 Februari 2021 11:28

Bisnis Lendir 3 Bulan, Tawarkan Gadis 14 Tahun ke Hidung Belang

BALIKPAPAN – IK (19) dan TK (23) hanya tertunduk lesu.…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:25

Jual Gadis Belasan Tahun Lewat MiChat, Sekali Transaksi Muncikari dapat Rp 400 Ribu, Si Gadis Cuma Rp 100 Ribu

BALIKPAPAN – Bermodalkan aplikasi MiChat, IK dan TK meraup uang…

Jumat, 26 Februari 2021 12:08

750 Guru di Balikpapan Mulai Divaksin

Pemerintah Kota Balikpapan berencana akan memulai pelaksanaan pemberian vaksinasi kepada…

Jumat, 26 Februari 2021 12:07

Ahhhhh...Lega..!! Pedagang Divaksin, Mereka pun Tak Khawatir Lagi

Amir terlihat begitu bersemangat. Raut wajahnya nampak bahagia, meski tertutup…

Jumat, 26 Februari 2021 12:05

Area Perkebunan Sawit Jadi Tempat Jual Beli Kendaraan Curian

Konsumen di area perkebunan sawit yang ada di Kalimantan Timur…

Jumat, 26 Februari 2021 12:01

Yaelaa..!! Anggota DPRD Balikpapan Ini Minta PKL Boleh Jualan

 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta Pemerintah Kota…

Kamis, 25 Februari 2021 14:20

Lima Pelaku Curat Disikat Pak Polisi

 BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengungkap kasus sindikat…

Kamis, 25 Februari 2021 10:46

Kantornya Digeledah Kejaksaan, Ini Kata Kepala KSOP Balikpapan

 BALIKPAPAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan menggeledah Kantor Syahbandar dan…

Kamis, 25 Februari 2021 10:44

Dugaan Korupsi di PT Kaltim Kariangau Terminal, Dalam Sehari, Kejari Geledah Tiga Tempat

BALIKPAPAN – Pendalaman terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi yang…

Rabu, 24 Februari 2021 12:45

Jauh dari Tobat..!! Diupah Rp 15 Juta, Residivis Dicokok karena Bawa Sabu 1 Kg Lebih

Baru juga menghirup udara segar setelah bebas dari penjara, dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers