MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 27 April 2021 11:17
Bawa Bahan Peledak untuk Bom Ikan, Nelayan di Balikpapan Diciduk
Tersangka dan barang bukti.

PROKAL.CO,

Seorang pria berinisial AS terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Nelayan berusia 32 tahun itu dibekuk oleh jajaran Satpolairud Polresta Balikpapan karena kedapatan membawa bahan peledak yang digunakan untuk bom ikan.

Kasat Polairud Polresta Balikpapan AKP Ratno menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Jumat (23/4) lalu sekira pukul 10.30 Wita. Bermula ketika anggotanya melakukan patroli rutin di kawasan Buoy 11, perairan Balikpapan.

Dalam perjalanan petugas melihat sebuah kapal kayu bernama lambung Rimba warna putih kombinasi abu-abu yang mencurigakan. Kapal tersebut hendak meninggalkan perairan Balikpapan. “Petugas kemudian mendekati dan melakukan pemeriksaan terhadap isi kapal tersebut,” kata AKP Ratno saat pers rilis, Senin (26/4) sore.

Saat pemeriksaan, lanjut AKP Ratno, petugas menemukan bahan peledak berupa amonium nitrate dua karung, botol kaca bekas 100 biji, sumbu selang sekitar lima meter, cat mesin merk aluminium paint enam kaleng 0,75 liter, serta potongan besi untuk pemberat 10 biji.
Selain itu petugas juga menemukan enam orang nelayan yang diduga membawa bahan berbahaya tersebut. Di antaranya AS (34) selaku nahkoda serta lima anak buah kapal (ABK) yakni YK (18), MA (18), AB (20), AL (24) dan TM (22).

“Selanjutnya, AS dan seluruh ABK serta barang bukti termasuk kapal yang digunakan dibawa ke Mako untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan pihaknya menetapkan satu tersangka yakni AS selaku nahkoda kapal sebagai pemilik bahan peledak. “Untuk yang lainnya kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi,”jelasnya.

Berdasarkan pengakuan AS, baru sekali ini membawa bahan peledak tersebut. Nantinya akan digunakan di kawasan Sulawesi Barat.
“Bahan-bahan peledak ini akan mereka rakit untuk jadi bom. Ini sangat berbahaya baik mengancam keselamatan diri, orang lain dan juga merusak biota laut,” ucapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 25 Juni 2021 12:10

Disdikbud Balikpapan: Masih Banyak Sisa Kuota di Jenjang SD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menginformasikan bahwa hingga…

Jumat, 25 Juni 2021 12:04

Warga Balikpapan Antusias Vaksinasi, Ehh..Malah Kerumunan

Program vaksinasi terus diberikan kepada masyarakat. Dengan harapan membentuk kekebalan…

Kamis, 24 Juni 2021 16:59

KAPOKK..!! Petantang-Petenteng Bawa Clurit, Preman Pasar Ini Dibekuk Polisi

Kepolisian berkomitmen untuk tidak memberi ruang pada oknum masyarakat yang…

Kamis, 24 Juni 2021 11:01

Zona Oranye, Dua Kelurahan di Balikpapan Utara Jadi Perhatian

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Balikpapan dalam beberapa hari…

Kamis, 24 Juni 2021 10:59

Banyak Masjid di Balikpapan Tak Profesional Kelola Keuangan

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyebut masih banyak pengurus masjid di…

Rabu, 23 Juni 2021 10:44

Pekerja Proyek Perluasan Kilang Banyak Terpapar Covid-19, Wali Kota Panggil Pertamina

Pemerintah Kota Balikpapan memanggil pimpinan Pertamina dan RDMP terkait peningkatan…

Rabu, 23 Juni 2021 10:42

Lahan Bekas Puskib Diusulkan Dibangun Sekolah

Setiap tahun jumlah peserta didik di Kota Balikpapan terus mengalami…

Senin, 21 Juni 2021 19:11

GAWAT...!! 6 Panitia PPDB di Balikpapan Terpapar Covid-19

Proses pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Dasar…

Senin, 21 Juni 2021 19:10

Penipuan Berkedok Prank, Korban Rugi Rp 800 Juta

Seorang wanita berinisial DW (34) harus berurusan dengan aparat penegak…

Minggu, 20 Juni 2021 23:09

DUIT BESAR..!! Pembebasan Lahan DAS Sungai Ampal Perlu Duit Rp 600 Miliar

Persoalan pembebasan lahan masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers