MANAGED BY:
MINGGU
13 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Kamis, 06 Mei 2021 14:55
Begini Manajemen Asma di Masa Pandemi
dr Elies Putriani, Sp. P

PROKAL.CO,

Mewabahnya Covid-19 yang terus meningkat membuat kekhawatiran masyarakat. Terutama orang yang mempunyai komorbiditas atau orang yang sudah memiliki penyakit penyerta yang dapat memperparah kondisinya, salah satunya pengidap asma.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencantumkan asma, diabetes dan penyakit jantung, sebagai kondisi yang membuat seseorang lebih berisiko menjadi sakit parah akibat virus Corona. “Di masa pandemi Covid-19 ini, sangat penting untuk pasien menggunakan obat pengontrol, karena kalau tidak terkontrol ketika terkena Covid-19 risikonya menjadi jauh lebih besar.

Jangan takut untuk berobat yang penting adalah kita selalu menerapkan protokol kesehatan,” kata dr Elies Putriani, Sp. P dalam program Interactive Healthy Care yang dipersembahkan oleh Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Rabu (5/5). Menurutnya, Asma merupakan penyakit yang cukup berbahaya karena bisa menyebabkan pasien gagal nafas dan paling parah bisa menyebabkan kematian.

Ia menjelaskan, asma adalah penyakit yang heterogen, kenapa disebut heterogen karena banyak yang menyebabkan asma muncul di pagi hari, malam hari atau juga karena dingin. Salah satu gejalanya adalah mengi atau napas berbunyi, batuk yang tidak sembuh-sembuh, atau frekuensi nafasnya yang berubah dari kondisi sebelumnya.

Kadang-kadang ada pasien yang merasa bahwa dirinya tidak kena penyakit asma karena memang tidak punya keturunan asma, dan ini memang paling sering terjadi.

Salah satu yang harus digarisbawahi adalah bahwa asma itu memang dapat diturunkan dari neneknya, ibu ataupun bapaknya yang memang sebelumnya memiliki asma. Tapi seseorang bisa terkena asma meski tidak diturunkan. Ada beberapa faktor eksternal yang menjadi penyebab seseorang terkena asma meski tidak ada keturunan, misalnya seseorang terkena asma karena kondisi pekerjaan yang berdebu, karena obesitas. “Bisa banyak faktor. Makanya penyakit asma dibilang heterogen,” terangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 Juni 2021 12:24

Manfaat Mengangkat Kaki ke Tembok

MENGANGKAT kaki ke tembok terlihat sepele dan bisa dilakukan siapa saja.…

Kamis, 06 Mei 2021 14:55

Begini Manajemen Asma di Masa Pandemi

Mewabahnya Covid-19 yang terus meningkat membuat kekhawatiran masyarakat. Terutama orang…

Kamis, 06 Mei 2021 14:24

Kebiasaan Mengguncang Bayi Berbahaya

TERKADANG orangtua akan mengguncang atau melempar bayi untuk menyenangkannya. Memang terlihat…

Senin, 26 April 2021 11:21

Pentingnya Mineral untuk Tubuh Kita

KANDUNGAN mineral dalam tubuh merupakan unsur yang penting. Mineral tak hanya…

Rabu, 14 April 2021 12:10

Makan Singkong Rebus Cegah Hipertensi

SINGKONG rebus manfaatnya sangat baik dikonsumsi. Salah satunya yaitu mencegah penyakit…

Minggu, 11 April 2021 12:30

Kenali Ciri-ciri Kista Ovarium

SEBELUM menikah, Aurel Hermansyah sempat melakukan pemeriksaan kesehatan. Dalam pemeriksaan tersebut,…

Minggu, 11 April 2021 12:29

Ini Kebiasaan yang Bantu Jaga Kesehatan Mental

PERUBAHAN gaya hidup dapat membantu memperbaiki dan mencegah gejala depresi serta…

Minggu, 11 April 2021 12:28

Setahun Pandemi, Keluhan Penyakit Asam Lambung Meningkat

SUDAH setahun lebih pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, dan selama itu juga…

Minggu, 11 April 2021 12:27

Sunat pada Pria Kurangi Risiko Penyakit Menular Seksual

-Di Indonesia, sunat pada pria sebagian besar disebabkan alasan agama.…

Minggu, 11 April 2021 12:26

Aman, Divaksin Covid-19 saat Berpuasa Ramadan

SEBAGIAN Anda yang mendapatkan jadwal vaksinasi COVID-19 pada pertengahan atau akhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers