MANAGED BY:
MINGGU
13 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 07 Juni 2021 14:20
DPRD PPU Kecewa Tidak Dilibatkan Persoalan IKN

PROKAL.CO,

Aura pembangunan dalam rangka perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) semakin nampak terasa saat ini. Berbagai instansi dan kementerian telah melakukan kajian. Bahkan baru-baru ini tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan  arkeolog pun datang ke Sepaku dan turut melakukan berbagai kajian terkait apa saja potensi yang ada di lokasi IKN. Namun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU merasakan kekecewaan akan hal ini. Pasalnya, DPRD PPU merasa tidak dilibatkan terkait proses IKN ini.

"Kami lembaga DPRD seakan-akan tidak pernah dilibatkan, padahal kami adalah refresentasi masyarakat. Mohon maaf pejabat-pejabat yang datang hanya sebatas kunjungan, kita hanya dapat porsi untuk menyambut saja. Tetapi terhadap status isu-isu strategis, DPRD tidak pernah dilibatkan," keluh Anggota Komisi I DPRD PPU dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irawan Heru Suryanto S.Pd.

Irawan juga mempertanyakan isu yang berkembang di masyarakat, bahwa jika nanti undang-undang IKN telah disahkan dan IKN menjadi provinsi sendiri yang terpisah dari Kalimantan Timur (Kaltim), maka PPU hanya berstatus sebagai penyangga ketahanan pangan saja. Irawan menuturkan, sebagai perwakilan dari masyarakat PPU, DPRD mempertanyakan kebenaran isu tersebut, dan akan meminta porsi lebih dari sekadar penyangga ketahanan pangan.

"Tadi yang dibicarakan porsi Penajam hanya sebagai lumbung pangan. Kita minta porsi lebih, tidak hanya penyangga pangan. Kita ini kan punya areal industri semisal IKN jadi dilaksanakan. Jangan hanya ketahanan pangan saja, tapi yang lebih strategis,” tuturnya.

Irawan mengingatkan kepada pemerintah jangan sampai ada anggapan di benak masyarakat bahwa pembanguan IKN ini tidak pro terhadap nasib masyarakat lokal.

"Karena jujur saja IKN ini ada di kita, tapi kami rasa kami tidak dilibatkan. Jangan sampai ada bahasa bahwa IKN ini tidak punya nilai manfaat buat masyarakat lokal," tutup Irawan.(bp)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 Juni 2021 12:28

30 Personel Pol PP Jaga Tongkang Batu Bara Ilegal

Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 08 Juni 2021 09:33

Lahan Kuburan Semumun Bakal Diperluas

TANA PASER - Kondisi pemakaman atau Kuburan Semumun di Kecamatan…

Selasa, 08 Juni 2021 09:32

Pemkab-DPRD Bahas Legalitas Lahan Wakaf

TANA PASER - Tanah wakaf milik seseorang yang diberikan ke…

Senin, 07 Juni 2021 14:20

DPRD PPU Kecewa Tidak Dilibatkan Persoalan IKN

Aura pembangunan dalam rangka perpindahan ibu kota negara (IKN) ke…

Senin, 07 Juni 2021 14:12

Lama Mangkrak, Dishub Pastikan Lagi Kelanjutan Pembangunan Bandara di Paser

Upaya untuk menyegerakan percepatan pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten…

Jumat, 04 Juni 2021 10:00

Proyek Akses Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang Lagi Dibahas

Kelanjutan rencana pembangunan akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang menjadi…

Senin, 31 Mei 2021 10:53

Oknum PTT Pemkab Terlibat Bisnis Haram

 Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Paser kembali mengamankan oknum pegawai…

Senin, 31 Mei 2021 10:51

Pusat Penelitian Arkeologi Lakukan Penelitian di IKN

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional  (PPAN) melakukan penelitian di wilayah yang…

Jumat, 28 Mei 2021 11:30

Masyarakat Menanti Kartu Nikah Digital

Wacana Kementerian Agama (Kemenag) untuk menerbitkan kartu nikah digital untuk…

Rabu, 26 Mei 2021 12:16

RSUD di PPU Akan Dibangun Empat Lantai

Memang perlu diakui bahwa saat ini fasilitas kesehatan di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers