MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 10 Juni 2021 12:26
Belum Ditahan karena Masih di RSJ Samarinda
Pelaku Perusakan di Masjid Jadi Tersangka
TERSANGKA PERUSAKAN: As (45) warga Jalan Blora No 7 RT 25 Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota sebagai pelaku perusakan di masjid, masih menjalani pemeriksaan di RSJ Samarinda

Saat ini Polresta Balikpapan menangani dua kasus yang pelakunya terindikasi gangguan jiwa atau gila. Yakni perusakan di dua masjid di Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota dan dugaan pembakaran dalam musibah kebakaran di RT 02,03 dan 04 Gunung Bugis Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Keduanya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Atma Husada Mahakam Samarinda untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk mengetahui apakah gangguan jiwa atau tidak.

Informasi terbaru,  pria berinisial  As (45) warga Jalan Blora No 7 RT 25 Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota statusnya sudah menjadi tersangka perusakan di  Masjid Al Ikhsan dan Masjid Sabilul Salim Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi kepada Balikpapan Pos, Rabu (9/6) kemarin. Dia   menjelaskan bahwa status pelaku sendiri sudah menjadi tersangka namun pelaku belum ditahan karena masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJ  Samarinda.

"Hasil pemeriksaan sudah keluar, tapi belum diketahui hasilnya seperti apa. Namun dia statusnya sudah tersangka," kata Turmudi. Dia menambahkan, proses hukum yang dilakukan saat ini yaitu melakukan Berita Acara Perkara (BAP) dari pihak dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Karena keterangan hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku masih belum diketahui seperti apa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, adapun hasil pemeriksaan pelaku masih berada di Polsek Balikpapan Selatan. Apabila nanti hasil dari pemeriksaan pelaku ternyata dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, maka proses penyidikan akan dilakukan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

“Status pelaku saat ini sudah sebagai tersangka, apabila nantinya dari hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan, maka pelaku akan dijerat dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Turmudi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Idul Fitri 1442 H, Kamis (13/5), diwarnai ulah anarkis seorang pria yang diduga gila berinisial As. Kejadiannya di masjid Al Ikhwan Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota. Pelaku merusak jam lemari milik Masjid Al Ikhwan yang harganya Rp 30 juta. Jam mahal itu dipukul kacanya hingga hancur dan papan angkanya copot. Dalam rekaman CCTV, As merusak jam dinding menggunakan kayu dan batu. Rekaman pelaku viral beredar di media sosial (medsos).

Pelaku berinisial As (45) warga Jalan Blora No 7 RT 25 Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota, berhasil ditangkap oleh pengurus masjid dan saptam di rumah kontarakan pelaku. Selanjutnya AS digelandang ke Polsek Balikpapan Selatan.

Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebpril Sesa didampingi Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro Serta Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Agung Nursapto mengatakan, kronologi kejadian bermula saat pengurus masjid mengetahui bahwa jam lemari masjid yang terbuat dari kayu jati tersebut rusak.

Pengurus masjid dan sekuriti langsung melihat rekaman CCTV dan ternyata pelakunya As. Marbot dan sekuriti langsung mendatangi rumah pelaku yang tidak jauh dari area masjid dan membawa pelaku ke Mapolsek Balikpapan Selatan," kata Sebpril di Mapolresta Balikpapan.

Setelah melakukan pengembangan lebih lanjut, dari hasil interogasi petugas bahwa terdapat tempat lain yang dilakukan perusakan oleh pelaku yakni di masjid Sabilul Salim, Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota. Kejadian tersebut juga dibenarkan oleh pengurus masjid Sabilul Salim bahwa sesuai ciri-ciri pelaku setelah diamati melalui CCTV, pria gila itu juga yang melakukan perusakan.

Lebih lanjut Sebpril menerangkan, pelaku saat ini telah diamankan di Mapolresta Balikpapan guna penyelidikan lebih lanjut. Oleh karena itu, untuk sementara ini pihaknya membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa yang ada di Samarinda. "Karena dari hasil keterangan sementara keluarga tersangka maupun hasil interogasi dari penyidik, ditemukan informasi yang disampaikan mengarah adanya gangguan kejiwaan. Kami juga melibatkan ahli psikologi Polda Kaltim," ujarnya.

Motif pelaku dalam melakukan perusakan, berdasarkan keterangan keluarga pelaku beberapa minggu terakhir ini mengalami perubahan sikap. As juga sempat dibawa ke rumah sakit dan diberikan obat dengan harapan pelaku ini agar tenang.

"Setelah diberikan obat, obat itu dibuang. Dengan mengucapkan, kenapa saya dianggap gila. Kemudian dari keterangan istri pelaku sendiri bahwa memang dalam minggu terakhir ini, ada cekcok dengan keluarga soal keyakinan. Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 13 kemarin Idhul Fitri, pelaku melakukan perusakan," pungkas Wakapolresta.

 Disampaikan lagi oleh Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebpril Sesa, apabila hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku tidak sedang terganggu kejiwaan, maka akan diproses pidana dijerat pasal pasal 406 KUHP. Dalam pasal itu disebutkan barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan atau denda paling banyak Rp4.500.

Sebaliknya, apabila As ternyata mengalami gangguan jiwa atau gila, maka akan bebas dari jeratan hukum pidana. Hal tersebut sesuai pasal 44 ayat (1) KUHP berbunyi tiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal. Pasal 44 ayat (2) KUHP berbunyi jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal, maka dapatlah hakim memerintahkan memasukkan dia ke rumah sakit jiwa selama-lamanya satu tahun untuk diperiksa. (bp3/ono)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 10:52

Parah..!! Pendapatan Retribusi Parkir Tepi Jalan di Balikpapan Minim

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir tepi jalan perlu…

Kamis, 02 Desember 2021 13:57

2022, Pemkot Balikpapan Akan Lakukan Revisi Perda RTRW

Pemerintah Kota Balikpapan berencana melakukan penyesuaian atau revisi terhadap Peraturan…

Kamis, 02 Desember 2021 13:55

Gerbang Kota Karang Joang dan Teritip, Desainnya Disayembarakan, Hadiah Juara I Rp50 Juta

Pemerintah kota akan mempercantik dua gerbang kota sehingga dapat memberikan…

Kamis, 02 Desember 2021 13:50

Polda Kaltim Tak Akan Keluarkan Izin Keramaian Nataru

 Polda Kaltim memastikan tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan…

Rabu, 01 Desember 2021 10:25

Pengemis Berpakaian Badut Makin Marak di Minimarket

Jumlah pengemis menggunakan pakaian badut yang mangkal di minimarket di…

Rabu, 01 Desember 2021 10:21

Gubernur Kaltim Larang ASN Cuti saat Nataru

Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menekan potensi peningkatan kasus infeksi…

Rabu, 01 Desember 2021 10:20

T-50i Golden Eagle Operasi di Timur Kalimantan

Satu Flight pesawat tempur T-50i Golden Eagle menghiasi langit Balikpapan,…

Rabu, 01 Desember 2021 10:15

Lagi Joget-Joget, 33 Badut di Balikpapan Diamankan

Sebanyak 33 badut diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Selasa, 30 November 2021 15:01

Tersangka Pelecehan Wartawati Mengidap Retardasi Mental

Polda Kaltim merilis pengungkapan kasus pelecehan seksual melalui media sosial…

Senin, 29 November 2021 10:38

Mantan Pacar Mahasiswi yang Menipu Itu Nyusul ke Penjara

Terungkap sudah siapa tersangka baru yang ditetapkan oleh Polresta Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers