MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Senin, 05 Juli 2021 09:59
Dinyatakan Positif, Penumpang Bandara Sepinggan Protes

Andi Sri Juliarty : Tidak Benar Jika Satgas Mempositifkan Penumpang

NEGATIF CORONA:Indah Suci menunjukan surat hasil tes pemeriksaan antigen negative dari laboratorium Ibnu Sina.

Antigen acak yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Balikpapan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) pada Kamis(1/7) mendapatkan tanggapan dari masyarakat. Pasalnya menurut salah satu penumpang hasil tes antigen acak yang dilakukan dipositifkan.

"Kami sekeluarga turun dari pesawat dari Kota Makassar, sampai di Bandara SAMS Balikpapan, kami dan keluarga dilakukan pemeriksaan surat negatif Covid-19 oleh petugas satgas Covid-19," ujar Indah Suci, salah satu penumpang kepada Balikpapan Pos, (2/7).

Ia menjelaskan, setelah memberikan surat tes GeNose negatif kepada Satgas Covid-19 kota Balikpapan. Ia bersama anaknya dan suaminya tidak diberhentikan, tapi ada satu anggota keluarga ditahan untuk dilakukan pemeriksaan antigen oleh satgas Covid-19.

Dia mengatakan, karena kita satu rombongan maka kita semua dimintai kartu identitas dan surat negatif Covid-19. Salah satu satgas menanyakan apakah ada salah satu anggota keluarga bergejala, agar mempermudah pemerikasaan. Sehingga itu saja yang akan dilakukan pemeriksaan supaya tepat sasaran. "Tidak mungkin jika satgas hanya mencari yang bergejala, karena disitu mereka katakan cek antigen acak, kenapa bukan orang sehat juga dilakukan pemeriksaan, bisa jadi orang sehat juga terpapar Covid-19. Kita sudah disertakan surat negatif Covid-19," tuturnya.

Kemudian, dirinya dan keluarga dilakukan tes antigen dan dinyatakan positif, anak saya yang berusia dua tahun dilakukan tes antigen. Padahal di Makassar anak berusia lima tahun kebawah tidak diperbolehkan dilakukan tes antigen. Sampai disini anak saya dipaksa untuk dilakukan pemeriksaan tes antigen oleh satgas Covid-19, karena  alasan dari mereka adalah kontak erat.

"Dari hasil antigen acak yang dilakukan satgas Covid-19 Balikpapan, kami beserta keluarga dinyatakan positif. Maka kami meminta kepada satgas Covid-19 untuk dilakukan tes ulang. Salah satu penanggung jawab disitu malah mendekati saya, saya bilang saya ini positif, tapi penanggung jawab tersebut mengatakan tidak apa-apa ibu karena saya sudah pernah positif Covid-19," ujarnya.

"Mereka mengatakan bahwa kami akan diantar mobil ambulance, tapi kami sudah menunggu lama, ambulance tidak kunjung datang. Tapi malah kami ditawarin untuk naik taksi, Lalu di atas meja pemeriksaan banyak hasil tes antigen berantakan dan terhambur. Sehingga membaur jadi satu," kata dia.

Indah menuturkan, kami minta untuk dilakukan tes antigen ulang ditempat tapi jika tidak bisa maka di klinik, tapi mereka bilang tidak usah, karena ini hasilnya sudah jelas, alasan mereka hasil tersebut sudah akurat.

Menurut Indah yang membuat dia dan pihak keluarga tidak percaya, karena dari hasil tes antigen sudah berbaur dengan tes antigen yang lain. Sehingga membuat saya merasa ragu, selanjutnya saya pergi ke klinik untuk tes antigen ulang dan hasilnya negatif, bukan cuma saya yang negatif tapi anak dan suami saya serta keluarga semua negatif.

"Jika dilihat semua kejadian di lapangan, hasil tes antigen saya dan keluarga saya dipositifkan oleh satgas Covid-19 kota Balikpapan. Semua kegiatan pemerikasaan yang dilakukan oleh satgas di lapangan itu kurang baik pelaksanaannya," kata Indah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty yang akrab disapa Dio saat dihubungi Balikpapan Pos mengatakan, itu tidak betul jika satgas Covid-19 Kota Balikpapan mempositifkan  hasil tes antigen acak kepada penumpang. Dia menambahkan, tes antigen acak tersebut bekerja sama dengan TNI-Polri dan instansi terkait. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan tes antigen sesuai dengan prosedur, yakni mengunakan APD lengkap. "Jika masih ada keraguan kita naikan status pemeriksaannya menjadi swab PCR, untuk biaya semua akan ditanggung oleh pemerintah dari pada masih ragu," tandasnya. (djo/vie)


BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 13:56

RS Rujukan di Balikpapan Sudah Minim Pasien Covid-19

Penurunan jumlah kasus harian positif Covid-19 di Kota Balikpapan diiringi…

Sabtu, 25 September 2021 11:49

Tahun Ini, Dana Transfer Pusat untuk Balikpapan Berkurang Rp17 M

DPRD Balikpapan memastikan transfer dana APBD tahun 2021 mengalami kekurangan…

Jumat, 24 September 2021 12:12

Penerapan Scan Barcode Vaksin di Mal Dinilai Tidak Efektif

Adanya rencana penerapan scan barcode vaksin di mal atau pusat…

Jumat, 24 September 2021 09:01

APBD Perubahan Balikpapan Masih Tunggu Gubernur

DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan Abdulloh menyepakati APBD Perubahan 2021…

Kamis, 23 September 2021 14:51

PKL Klandasan Mengadu ke DPRD Balikpapan, Ini Hasilnya

 Sejumlah perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Klandasan mengadu ke…

Kamis, 23 September 2021 14:49

339 Lapak PKL Pandansari Kembali Dibongkar

Sebanyak 339 lapak PKL di kawasan Pasar Pandansari kembali dibongkar. Kegiatan…

Kamis, 23 September 2021 11:39

ENAK..!! 19 Lurah di Balikpapan Telah Memiliki Rumah Dinas

Ternyata masih ada aset pemerintah kota Balikpapan yang telah terbangun,…

Kamis, 23 September 2021 11:36

Nenek yang Mau Bunuh Diri Itu Tinggal Sendirian, Dirawat Tetangga

NENEK Nanik (60) yang mencoba bunuh diri dengan loncat dari jembatan…

Kamis, 23 September 2021 09:21

Padahal Sekolah Sudah Siap, PPKM Batal Turun, PTM Ditunda Lagi

Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 4 Oktober 2021…

Rabu, 22 September 2021 11:06

Anak Kandung Disiram Air Panas oleh Bapaknya Sendiri

Entah apa yang ada dipikiran HSN (40). Ia tega menyiram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers