MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 11 September 2021 12:23
Warga Pemilik Lahan Jalan Tol Demo Lagi
MENUNTUT GANTI RUGI: Warga RT 37 Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur melakukan aksi lagi karena janji pemerintah menyelesaikan ganti rugi lahan dalam waktu 12 hari setelah peresmian jalan tol, tidak terpenuhi

Setelah pemberlakuan tarif jalan tol Balikpapan-Samboja, warga RT 37 Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, kembali melakukan  aksi demo menuntut pembayaran ganti rugi lahan yang belum dibayarkan oleh pemerintah. Bahkan puluhan warga sempat memblokir jalan masuk  tol Balikpapan-Samboja dengan palang kayu, Kamis (9/9) siang. Tak ayal, mobil tak bisa lewat jalan tol yang baru diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa (24/8) siang lalu.

Warga melakukan aksi penutupan ruas jalan tol karena janji dari pemerintah bahwa dalam 12 hari setelah peresmian tol lahan warga akan diberikan ganti rugi, ternyata  belum terpenuhi.

Advokat Yesayas Petrus  Rohy SH selaku pengacara warga  mengatakan,  warga kecewa sehingga mereka kembali menutup ruas jalan tol. "Warga sudah tidak bisa menahan diri lagi, karena merasa sudah dibohongi. Saat menjelang peresmian warga sepakat dan akhirnya membuka blokade karena dijanjikan pemerintah akan diselesaikan ganti rugi 12 hari setelah peresmian," kata Yesi, panggilan akrabnya,  Jumat (10/9) kemarin.

Dirinya menambahkan, pada kenyataannya hingga saat ini yang dibahas masih berputar pada pembahasan yang semestinya sudah tidak perlu dibahas lagi.

Selain itu dia menambahkan persoalannya adalah ada di BPN, apakah BPN mau terbitkan dan rekomendasi. Namun sejauh ini warga RT 37 Keluhan Manggar bersepakat tanah milik mereka yang masuk dalam penggunaan jalan tol sudah diserahkan dan warga tidak menuntut lebih terkait harganya.

"Silakan bayar dengan harga yang sudah disepakati. Untuk diketahui bahwa hak warga diakui pemerintah setempat ada yang sudah  bersertifikat tidak pernah tumpang tindih dengan pihak manapun," imbuhnya.

Yesi menyayangkan kenapa pihak BPN tidak keluarkan, saat ini warga hanya ingin menunggu rekomendasi dari BPN ke pengadilan untuk pencairan konsinyasinya.

"Kalau melihat berbelit-belit urusan ini maka saya pribadi selaku Kuasa hukum tidak dapat membendung warga lagi," tambahnya.

 Yesi berharap agar pemerintah tidak membiarkan hal terjadi saat ini agar tidak berlarut-larut, dan pemerintah segera mengambil suatu kebijakan untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat.

"Pemerintah dan pihak -pihak terkait bisa mengambil suatu keputusan untuk menyelesaikan hak warga ini agar tidak ada lagi tutup-tutup jalan," jelasnya.

Dia juga tegaskan bahwa warga tidak menuntut lebih ke pemerintah, warga hanya minta haknya yang sudah disepakati diberikan.

Yesi menambahkan, bahwa setelah masyarakat melakukan penutupan jalan, pihak kepolisian juga turun ke lokasi, akhirnya warga bubar. "Akhirnya mereka bubar, kemarin negosiasi dengan mereka akhirnya juga buka. Mereka hanya minta proses pembayaran ganti rugi  supaya dipercepat," jelasnya lagi.

Dirinya juga menegaskan, selama ini yang mengklaim tanah warga tersebut tidak pernah muncul, setelah klaim mereka menghilang, itu yang membuat warga kesal.

Dari pantauan Balikpapan Pos di lokasi, Jumat sore, warga sudah tidak melakukan blokade jalan. Mereka membuat posko luar pagar jalan tol Km 6. "Mereka bangun pos di luar pagar tol. Untuk jalan berjalan normal. Saya imbau ke mereka untuk menahan diri jangan sampai nanti ada masalah baru lagi,"pungkas Yesi.

Untuk diketahui lagi, sejak awal Januari tahun 2021 puluhan warga RT 37 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur menutup jalan tol Balikpapan-Samboja atau Sesi V. Dan pada Sabtu (14/8) lalu warga kembali melakukan aksinya menutup jalan tol.

Warga menutup jalan tol karena lahan mereka belum dibayar oleh negara. Yang mana sejak 2017 yang lalu sejumlah persyaratan yang dibutuhkan untuk ganti rugi telah dipenuhi oleh warga.

Kurang lebih terdapat 29 orang dengan 31 bidang tanah yang harus diganti rugi dengan luasan panjang mencapai enam kilometer, dengan nilai total Rp 12 miliar. "Di tahun 2017 itu ada pendataan, sudah semua kita berikan. Sertifikat asli, ada juga yang segel, tapi bukti jual belinya ada semua dan dinyatakan lengkap. Namun sampai sekarang belum ada pembayaran pembebasan lahan," kata Herianto, salah seorang warga yang ada di lokasi.

Hanya saja pada saat proses ganti rugi lahan warga ini, terdapat persoalan hukum baru dari kelompok masyarakat yang mengaku dari wilayah Transad. Sehingga terjadi gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN).

Selama persidangan, uang ganti rugi dititipkan di PN Balikpapan sampai adanya putusan dari majelis hakim. "Ada yang ngeklaim lahan kita. Makanya sidang dan enggak jadi dibayarkan (uang ganti rugi) ke kita. Tapi yang ngeklaim tak pernah muncul," jelas Herianto.

Pada akhirnya dibulan April 2021 yang lalu PN Balikpapan menolak tuntutan penggugat yang mengaku dari Transad. Sehingga secara legalitas warga sudah bisa mendapatkan ganti rugi lahan mereka.

"Nah, enggak tahu kenapa dari putusan kemarin itu sampe saat ini hak kita belum dibayarkan sama pemerintah. Ada apa ini?," imbuhnya geram.

Pengacara Yesayas Petrus Rohy SH perwakilan warga yang menjadi korban jalan tol di Manggar Balikpapan Timur juga menyampaikan bahwa warga sangat menghormati rencana kehadiran presiden untuk meresmikan jalan tol sesi I dan sesi V.

Maka dari itu warga membuka blokade jalan yang mereka lakukan sehingga pelaksanaan peresmian jalan tol berjalan lancar dan aman, Selasa (24/8) siang lalu. (jam/ono)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 September 2021 10:57
Abdulloh : Defisit Rp640 Miliar Bisa Ditutupi Realisasi PAD

APBD Perubahan Balikpapan 2021 Mencapai Rp2,79 Triliun

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada merosotnya keuangan daerah. Kendati demikian…

Sabtu, 18 September 2021 13:06

Deteksi Varian Baru, DKK Balikpapan Kirim Ratusan Sampel

Varian baru Covid-19 jenis MU memang belum terdeteksi. Namun upaya…

Sabtu, 18 September 2021 11:57

Polisi Masih Selidiki Dugaan Praktik Jual Beli Vaksin di Balikpapan

 Dugaan kasus praktik jual beli vaksin Covid-19 yang ditemukan oleh…

Jumat, 17 September 2021 11:15

Pengacara Tersangka Oknum Dosen Cabul Mengundurkan Diri, Mengaku Tak Sesuai Hati Nurani

Advokat Agus Wijayanto SH yang menjadi pengacara AL (44) tersangka…

Kamis, 16 September 2021 11:07
Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan TPA Manggar

"Ratu" Kasus Pengadaan Lahan di Balikpapan Menangis

Sidang dugaan kasus korupsi pengadaan lahan Tempat Pemrosesan Akhir  (TPA)…

Kamis, 16 September 2021 11:01

Kuasa Hukum Minta Publik Tidak Terlalu Menghakimi Oknum Dosen Pelaku Pencabulan

Kasus asusila pencabulan terhadap siswi SMP umur 14 tahun yang…

Kamis, 16 September 2021 10:57

Daerah Rawan Karhutla di Kaltim Dipantau CCTV

Kepolisian Republik Indonesia meluncurkan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) digital…

Kamis, 16 September 2021 10:54

Polda Telusuri Penjualan Vaksin di Balikpapan

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan baru saja menemukannya adanya praktik…

Kamis, 16 September 2021 10:47

Vaksin Dijual Rp315 Ribu Sekali Suntik, Dinas Kesehatan Lapor Polisi

raktik jual beli vaksin Covid-19 yang dilakukan oknum-oknum tertentu ditemukan…

Rabu, 15 September 2021 11:15

Terungkap..!! Pelaku Penganiayaan Ternyata Pacar Mantan Istri Siri Korban

ES (29), pelaku penganiayaan yang diamankan Unit Jatanras Polsek Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers