MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Rabu, 15 September 2021 10:59
Pengacara Berharap Kejiwaan Oknum Dosen Pelaku Cabul Diperiksa
Tersangka

Proses pendampingan tersangka AL (44) yang diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur dengan korban P (14) mengalami sedikit perubahan. Awalnya AL dosen salah satu universitas di Balikpapan ini didampingi oleh Agus Wijayanto SH pada saat kasus ditangani di Kota Balikpapan. Namun seiring dengan dipindahkan penahanan tersangka ke Polres Penajam Paser Utara (PPU) maka Agus Wijayanto mengatakan bahwa peran pengacara akan lebih banyak diambil  oleh advokat Supriadi SH.

"Kasus ini sangat memprihatinkan kita semua karena korban masih di bawah umur ya. Saya yang mendampingi AL sejak awal sampai di PPA Balikpapan kemarin. Lha ini setelah pindah ke Polres PPU nanti rekan Supriadi SH yang akan banyak berperan,"  terang Agus Wijayanto yang menegaskan tetap menjadi pengacara tersangka.

Keterangan yang diberikan tersangka AL kepada pengacara dan penyidik Polres PPU diakui Agus Wijayanto ada perbedaan dan berubah-ubah. Namun pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berjalan, dan di pengadilan nanti segala pembuktian akan dibuka.

"Memang awalnya cerita AL pada kami sedikit berbeda dengan temuan penyidik namun dengan perkembangan penyidikan dan release media kemarin oleh Polres PPU, nanti dibuktikan di persidangan. Saat ini kita hormati proses yang sudah berjalan di penyidik Polres PPU," ujar Agus Wijayanto.

Pihak penasehat hukum juga mengutarakan bahwa  faktor kejiwaan klien mereka agak  berubah-ubah sehingga mereka berharap pihak kepolisian mengizinkan adanya pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka AL.

"Terkait rencana pendampingan klien kemungkinan ada rencana pemeriksaan kejiwaan klien kami, mengingat psikisnya agak berubah-ubah. Kalau kita lihat profil AL ini kan aktivis dan pengamat sosial, dosen dan pernah bakal calon wali kota. Tetapi melihat adanya kejadian ini sepertinya ada yang kurang pas, perlu pemeriksaan kejiwaan agar jelas diketahui kondisi psikisnya bagaimana. Mudah-mudahan saja dapat  izin penyidik," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tindakan asusila diduga dilakukan oleh mantan bakal calon (balon) Wali Kota Balikpapan  melalui jalur independen di Pilkada 2020 lalu. Adalah AL (44),  saat ini ditahan oleh pihak Polres Penajam Paser Utara (PPU) karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur yang masih sekolah di salah satu SMP di PPU. Korban berinisial P (14) dibawa kabur oleh AL dan dicabuli di salah satu hotel di Balikpapan.

"Kami dari Polres PPU menangani perbuatan yang melanggar hukum, perbuatan tindak pidana yaitu pasal persetubuhan anak di bawah umur, dan pasal membawa lari anak tanpa persetujuan izin dari orangtua yang sah. Bahwa pada hari Selasa ibu korban membuat laporan ke Polsek Babulu tanggal 7 September 2021, laporan pengaduan bahwa anaknya tidak pulang ke rumah. Dari dasar laporan tersebut dilakukan upaya dan proses penyelidikan. Dari penyelidikan tersebut kita mendapat informasi bahwa korban pergi karena dijemput oleh seseorang laki-laki.  Alhamdulillah kami berhasil mengamankan yang diduga pelaku beserta korban. Kami amankan di daerah Balikpapan Permai Balikpapan. Setelah itu, tersangka dan korban  kami bawa le Polres PPU untuk dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan," ujar Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Dian Kusnawan SH dalam keterangannya, Senin (13/9) kemarin.

AL juga diketahui berprofesi sebagai dosen di salah satu kampus swasta di Kota Balikpapan. Dijelaskan oleh Kasat Reskrim, awal perkenalan mereka adalah melalui medsos yang kemudian berlanjut dengan kopi darat (berjumpa) di Babulu. Kemudian korban dijemput dan dibawa ke Balikpapan oleh tersangka tanpa seizin kedua orangtuanya.

"Informasi dan keterangan dari tersangka, tersangka membenarkan bekerja sebagai salah satu dosen universitas di Balikpapan. Antara korban dan tersangka kenal di medsos tepatnya 28 Agustus 2021. Selanjutnya kenalan berlanjut dan sepakat hari Selasa tersebut tersangka menjemput korban di sekitar SMP di Babulu. Tersangka menggunakan motor lalu dibawa ke Balikpapan dengan motor juga melalui pelabuhan klotok," ungkap Dian.

Sesampainya di Balikpapan,  korban diajak ke salah satu hotel dan dirayu untuk melakukan persetubuhan dengan diimingi dipekerjakan sebagai karyawan toko oleh tersangka. Korban akhirnya mau melakukan persetubuhan tersebut.

"Setelah di Balikpapan mereka berdua menuju salah satu hotel di Balikpapan di situlah terjadi persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali.  Korban ada diiming-imingi bekerja di toko milik tersangka, toko handsanitizer," tegas Dian.

Sementara itu, dari keterangan kerabat dekat korban, bahwa korban diduga kuat didoktrin oleh tersangka AL sehingga menuruti semua yang dikatakan tersangka AL. Hal tersebut terlihat dari HP milik korban. Tersangka banyak mengirimi video, aplikasi dan kalimat-kalimat untuk untuk membujuk korban.

“Orangtua korban awalnya melapor ke polisi bahwa kehilangan anak karena anaknya tidak pulang ke rumah.  Setelah ditelusuri ternyata dibawa laki-laki ke Balikpapan. Nah, di Balikpapan, korban menjadi korban asusila oleh laki-laki tersebut,” ujarnya. (moe/ono)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 September 2021 10:57
Abdulloh : Defisit Rp640 Miliar Bisa Ditutupi Realisasi PAD

APBD Perubahan Balikpapan 2021 Mencapai Rp2,79 Triliun

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada merosotnya keuangan daerah. Kendati demikian…

Sabtu, 18 September 2021 13:06

Deteksi Varian Baru, DKK Balikpapan Kirim Ratusan Sampel

Varian baru Covid-19 jenis MU memang belum terdeteksi. Namun upaya…

Sabtu, 18 September 2021 11:57

Polisi Masih Selidiki Dugaan Praktik Jual Beli Vaksin di Balikpapan

 Dugaan kasus praktik jual beli vaksin Covid-19 yang ditemukan oleh…

Jumat, 17 September 2021 11:15

Pengacara Tersangka Oknum Dosen Cabul Mengundurkan Diri, Mengaku Tak Sesuai Hati Nurani

Advokat Agus Wijayanto SH yang menjadi pengacara AL (44) tersangka…

Kamis, 16 September 2021 11:07
Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan TPA Manggar

"Ratu" Kasus Pengadaan Lahan di Balikpapan Menangis

Sidang dugaan kasus korupsi pengadaan lahan Tempat Pemrosesan Akhir  (TPA)…

Kamis, 16 September 2021 11:01

Kuasa Hukum Minta Publik Tidak Terlalu Menghakimi Oknum Dosen Pelaku Pencabulan

Kasus asusila pencabulan terhadap siswi SMP umur 14 tahun yang…

Kamis, 16 September 2021 10:57

Daerah Rawan Karhutla di Kaltim Dipantau CCTV

Kepolisian Republik Indonesia meluncurkan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) digital…

Kamis, 16 September 2021 10:54

Polda Telusuri Penjualan Vaksin di Balikpapan

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan baru saja menemukannya adanya praktik…

Kamis, 16 September 2021 10:47

Vaksin Dijual Rp315 Ribu Sekali Suntik, Dinas Kesehatan Lapor Polisi

raktik jual beli vaksin Covid-19 yang dilakukan oknum-oknum tertentu ditemukan…

Rabu, 15 September 2021 11:15

Terungkap..!! Pelaku Penganiayaan Ternyata Pacar Mantan Istri Siri Korban

ES (29), pelaku penganiayaan yang diamankan Unit Jatanras Polsek Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers