MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 11 Desember 2021 13:22
Jatam Tuntut Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Kasus Lubang Tambang

Tangkap, adili, dan penjarakan pelaku pelanggaran HAM. Begitulah tulisan pada sebuah spanduk yang dibentangkan para aktivis dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim saat menggelar aksi peringatan hari HAM depan Polda Kaltim di Jalan Syarifudin Yoes, Balikpapan Selatan, Jumat (10/12).

Selain spanduk, massa aksi juga membawa sejumlah poster kampanye lingkungan, kampanye HAM, hingga foto korban lubang tambang di Kaltim. Kemudian secara bergantian melakukan orasi. Dinamisator Jatam Kaltim Pradama Rupang mengatakan, ada sejumlah catatan pelanggaran HAM di masa lalu yang menjadi pekerjaan rumah bagi institusi kepolisian di Kaltim yang seharusnya tidak luput untuk segera ditangani.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka pada momen peringatan hari HAM tahun 2021 ini Jatam Kaltim mengajukan pengaduan resmi kepada Polda Kaltim terkait sejumlah kasus pelanggaran HAM, yaitu korban di lubang tambang khususnya korban ke-40 yang terjadi di Kaltim.

“Tadi laporan kami sudah diterima dan dengan baik diproses. Harapannya akan ada gelar perkara, kita tidak tahu kapan, itu kembali kepada jajaran Polda Kaltim sendiri,” kata Pradama Rupang kepada wartawan.

Selain itu, perkembangan laporan kasus lubang tambang sebelumnya yang diajukan oleh Jatam Kaltim dan kasus lubang tambang lainnya juga dipertanyakan. Diketahui pada 20 November 2020 lalu, Jatam Kaltim didampingi oleh kuasa hukumnya dari LBH Samarinda telah melaporkan kepada Polda Kaltim dugaan tindak pidana pertambangan atas jatuhnya korban sebanyak dua jiwa pada 6 November 2020 di lubang tambang PT Sarana Daya Hutama (SDH).

“Hingga kini pasca pelaporan tersebut Jatam Kaltim tidak kunjung mendapatkan surat pemberitahuan perkembangan dari kasusnya,” ungkapnya. Macetnya penindakan pelanggaran HAM atas kejahatan lubang tambang di Kaltim nampak dari tidak adanya laporan terkini atas 22 kasus (hingga juli 2019). Di mana tidak kunjung adanya penetapan tersangka apalagi dilimpahkan ke Pengadilan.

Sebagai informasi, terakhir Polda Kaltim menyampaikan ke publik 30 Juli 2019 pada kegiatan sarasehan HAM di Kampus Unmul yang dihadiri juga oleh Komnas HAM, bahwa dua kasus tahap II, tiga dinyatakan SP3 dan 16 kasus proses Sidik/Lidik.

“Kasus-kasus tersebut hingga hari ini kita tahu perkembangannya seperti apa. Kami berharap ada progres dan kemajuan yang terbuka kepada publik, bagaimana penindakan serta penegakan hukum mengenai kejahatan lubang tambang yang sudah darurat di Kaltim,” tuturnya.
Jatam Kaltim mencatat, di Kaltim ancaman lubang tambang masih menghantui karena secara keseluruhan masih ada sekitar 1.735 lubang bekas tambang.

“Di Kota Samarinda sendiri terdapat 349 lubang bekas tambang yang dibiarkan menganga tanpa reklamasi dan pemulihan, yang menjadi bom waktu sebagai salah satu persoalan serius yang tak mendapat perhatian serta tindakan dari pemerintah,” lanjutnya.

Kejahatan atas pelanggaran HAM lain yakni kasus pelecehan dan pemerkosaan terhadap perempuan, juga kurang lebih menghadapi nasib yang sama. Kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi di industri tambang, dilingkungan sekolah, kampus bahkan juga keluarga terdekat.
Sayangnya upaya perlindungan oleh negara terhadap korban masih jauh dari yang diharapkan publik. “Ini yang menjadi konsen kami agar Polda Kaltim lebih peka dan bertindak lebih profesional sesuai dengan slogannya, mengayomi dan melindungi masyarakat,” ucapnya. (Fredy Janu/Kpfm)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 September 2023 11:02

Tidak Terima Keluarga Dilecehkan, Tikam Kepala Korban Pakai Badik

Polsek Balikpapan Timur (Baltim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi…

Minggu, 24 September 2023 11:00

Wali Kota Beri Solusi Sementara bagi Warga GPA

Setelah selama 15 jam puluhan warga Griya Permata Asri (GPA)…

Minggu, 24 September 2023 10:52

Kebakaran di Transad, Dua Lansia Meninggal

 Peristiwa kebakaran belakangan ini marak terjadi di Kota Balikpapan. Dan…

Sabtu, 23 September 2023 12:00

Harga Beras di Balikpapan Terus Naik

 Harga beras di pasar tradisional Balikpapan terus merangkak naik dua…

Sabtu, 23 September 2023 11:58

Bendungan Sepaku-Semoi Mulai Diisi

 Presiden RI Joko Widodo Melakukan pengisian awal Bendungan Sepaku Semoi,…

Sabtu, 23 September 2023 11:57

Harga Beras Terus Naik, DPRD Balikpapan Minta Pemkot Operasi Pasar

 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta agar Pemerintah…

Sabtu, 23 September 2023 11:55

Pusat Pelatihan Sepakbola Nasional di IKN Mulai Dibangun

 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau…

Sabtu, 23 September 2023 11:54

Progres Pembangunan Istana Negara Sesuai Target

Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan Istana Presiden di Kawasan…

Kamis, 21 September 2023 10:54

Peserta BPJS Kesehatan Gratis di Balikpapan Berlanjut, Tapi Akan Dievaluasi

 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud memastikan program penyediaan pembiayaan iuran…

Kamis, 21 September 2023 10:30

DPU Balikpapan Pastikan Tidak Ada Penambahan Pagu Proyek DAS Ampal

 Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Rita menegaskan, tidak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers