MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 11 Desember 2021 13:26
BBM Langka, Nelayan Membeli dengan Harga Tinggi
ilustrasi

Para nelayan sebagian ada yang berhenti melaut, hal itu disebabkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang mensuplai kepada para nelayan. Hal tersebut di sampaikan oleh Direktur Eksekutif Pokja Pesisir Mappaselle. Dia menjelaskan bahwa persoalan kelangkaan BBM merupakan persoalan klasik di Kota Balikpapan.

"Kelangkaan BBM sering terjadi di Kota Balikpapan. Ini berdampak pada aktifitas nelayan untuk melaut, kelangkaan ini menyebabkan para nelayan tidak bisa melaut," kata Mappaselle kepada Balikpapan Pos.

Dirinya lanjutkan, para nelayan sebenarnya bisa mendapatkan bahan bakar minyak, namun dengan harga yang cukup tinggi karena mereka mendapatkan BBM di luar stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dari pemerintah.

"Kalaupun mendapatkan BBM dengan harga tinggi karena nelayan memperoleh BBM itu tidak di SPBN. Mendapatkan solar di pengecer dan tentu saja harganya lebih tinggi dari SPBN," imbuhnya.

Ddanya permasalahan BBM langka yang dihadapi oleh nelayan, Mappaselle telah melakukan desakan kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan DPRD Balikpapan namun belum ada solusi hingga saat ini. "Upaya yang dilakukan sering mendesak pemerintah lewat Dinas Kelautan dan Perikanan, lewat DPRD juga sudah dilakukan," jelasnya.

Lebih lanjut Mappaselle tambahkan, menurutnya ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM yang dialami nelayan Balikpapan, diantaranya kemampuan menghitung kuota kebutuhan BBM nelayan yang belum clear. "Kedua ditengarai ada BBM yang tidak terdistribusi ke nelayan namun malah dijual untuk keperluan lain," tegasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kebutuhan BBM para nelayan yang dibutuhkan berbeda-beda, hal tersebut tergantung dari jenis alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan dari puluhan hingga ratusan liter.

"Jatah berbeda-beda tergantung dari jenis alat tangkapan. Kalau nelayan menggunakan dogol itu sekitar 30 sampai 50 liter, per hari. Untuk pejala yang bisa lima hari melaut itu butuh sekitar 100 liter, Kapal yang besar lagi penongkol itu bisa sampai 300 liter," pungkasnya. (Jam/ono)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 September 2023 11:02

Tidak Terima Keluarga Dilecehkan, Tikam Kepala Korban Pakai Badik

Polsek Balikpapan Timur (Baltim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi…

Minggu, 24 September 2023 11:00

Wali Kota Beri Solusi Sementara bagi Warga GPA

Setelah selama 15 jam puluhan warga Griya Permata Asri (GPA)…

Minggu, 24 September 2023 10:52

Kebakaran di Transad, Dua Lansia Meninggal

 Peristiwa kebakaran belakangan ini marak terjadi di Kota Balikpapan. Dan…

Sabtu, 23 September 2023 12:00

Harga Beras di Balikpapan Terus Naik

 Harga beras di pasar tradisional Balikpapan terus merangkak naik dua…

Sabtu, 23 September 2023 11:58

Bendungan Sepaku-Semoi Mulai Diisi

 Presiden RI Joko Widodo Melakukan pengisian awal Bendungan Sepaku Semoi,…

Sabtu, 23 September 2023 11:57

Harga Beras Terus Naik, DPRD Balikpapan Minta Pemkot Operasi Pasar

 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta agar Pemerintah…

Sabtu, 23 September 2023 11:55

Pusat Pelatihan Sepakbola Nasional di IKN Mulai Dibangun

 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau…

Sabtu, 23 September 2023 11:54

Progres Pembangunan Istana Negara Sesuai Target

Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan Istana Presiden di Kawasan…

Kamis, 21 September 2023 10:54

Peserta BPJS Kesehatan Gratis di Balikpapan Berlanjut, Tapi Akan Dievaluasi

 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud memastikan program penyediaan pembiayaan iuran…

Kamis, 21 September 2023 10:30

DPU Balikpapan Pastikan Tidak Ada Penambahan Pagu Proyek DAS Ampal

 Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Rita menegaskan, tidak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers