MANAGED BY:
JUMAT
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 18 Januari 2022 10:45
Pengakuan Istri, Juga Menjadi Korban Pelecehan Seksual Teman Bapaknya
BEJAT..!! Bapak "Garap" Anak Kandung yang Masih SD, Dipaksa Makan Kotoran Kucing Jika Menolak
CERITAKAN KEJADIAN PILU: RH mengungkapkan kejadian menyedihkan yang dialami anak kandungnya akibat ulah bejat bapak kandungnya

Kelakuan bejat kembali terjadi di Kota Beriman Balikpapan. Kali ini kejadiannya sangat memilukan, seorang pria berinisial HS (47) tega perkosa anak kandungnya yang masih sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Balikpapan Barat.  Korban sebut saja namanya Melati, usia 13 tahun. Menjadi anak broken home dan tinggal dengan bapak kandungnya setelah orangtuanya bercerai, ternyata tidak membuat Melati mendapat perlindungan seperti seharusnya. Alih-alih menjadi penjaga sang putri dari gangguan orang lain, bapak kandung Melati malah merenggut kehormatan sang gadis. Mirisnya pemerkosaan dilakukan sebanyak 3 kali sejak  2020 hingga awal 2022.

Aksi bejat HS baru diketahui dua minggu lalu. Bukan kepada sang ibu, Melati justru pertama kali menceritakan kisah pilu yang dia alami kepada wali kelasnya di sekolah. Cerita pahit Melati diungkapkan oleh ibu kandungnya, RH (35)  saat ditemui Balikpapan Pos di Polresta Balikpapan, Senin (17/1). 

"Sejak umur 11 tahun hingga yang terakhir tanggal 10 Januari 2022 kemarin, anak saya diperkosa bapak kandungnya," ungkap RH dengan suara bergetar menahan pilu dan marah. Saat ini Melati sedang mengenyam pendidikan kelas VI SD, dan sempat tidak naik kelas selama dua tahun karena tidak terurus oleh bapaknya. Dari pengakuan RH,  Melati sempat telat datang bulan selama dua bulan namun sang bapak malah memberikan obat penggugur dan buah nanas untuk mengugurkan sang janin yang ada dalam kandungan Melati. Lebih lanjut RH mengatakan bahwa anaknya kerap dipukuli dan diancam dibunuh jika tidak mau melayani nafsu setan sang bapak, bahkan Melati pernah dipaksa makan kotoran kucing ketika tidak memenuhi keinginan nafsu bejat sang bapak.

"Anak saya sempat telat datang bulan selama dua bulan, disuruh minum obat dan makan nanas sama bapaknya. Dia juga sering diancam dipukuli, diancam dibunuh jika tidak menuruti bapaknya, bahkan dia pernah disuruh makan tai kucing oleh bapaknya tapi tidak sempat termakan hanya terpegang saja," jelas RH  dengan nada sedih.

RH mengatakan bahwa sebelumnya pada Agustus 2021 lalu bapak kandung Melati sudah pernah dilaporkan ke PPA Polresta Balikpapan namun dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Melati dipukuli oleh sang bapak. Dalam pemeriksaan tersebut Melati pernah menyampaikan bahwa dirinya diperkosa oleh sang bapak, namun sang bapak dibebaskan. Selanjunya RH sendiri telah melaporkan kasus ini ke Polresta Balikpapan pada tanggal 11 Januari 2022 lalu, namun hingga saat ini sang bapak belum ditahan sehingga masih bebas berkeliaran.

"Alasannya hasil visum belum keluar, dokter ahlinya masih di luar kota, masih ada operasi. Saya masih disuruh tunggu, tapi sampai kapan," ungkap RH seolah putus asa dalam mencari keadilan bagi putrinya.

Selain diperkosa sang bapak ternyata Melati juga pernah mengalami pelecehan seksual oleh teman sang bapak, Melati diberi minum sesuatu sehingga setengah sadar dan dibawa oleh teman sang bapak. "Anak saya dikasih minum sesuatu kemudian dibawa oleh teman bapaknya, namun hanya dipegang-pegang," lirih RH menjabarkan kisah naas putrinya.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro saat dikonfirmasi mengatakan bahwa laporan kasusnya sudah diterima dan dalam tahap penyelidikan  "Sudah kami terima, kasusnya masih  dalam tahap penyelidikan. Kita tidak bisa menyimpulkan, karena menetapkan status seseorang itu pertanggungjawabanya dengan Yang di Atas (Tuhan,red)," ujar Rengga. (moe/ono)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 Mei 2022 13:05

Ratusan Pengembang di Balikpapan Belum Serahkan Fasum dan Fasos ke Pemkot

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda Nomor 5 tahun 2013 tentang…

Rabu, 25 Mei 2022 13:22

Akibat Luka Bakar, Korban Kebakaran Kilang Pertamina Alami Trauma

Tiga orang korban kebakaran kilang Pertamina Balikpapan yang saat ini…

Senin, 23 Mei 2022 10:57

LSM Lingkungan Kritisi Penambangan Pasir Pantai di Balikpapan

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Daya Konservasi Alam (Lingdaka) mengkristisi…

Senin, 23 Mei 2022 10:54

Biar Makin Cantik, Taman Siring Kandilo Segera Ditata

 Dalam waktu dekat salah satu tempat favorit masyarakat Kabupaten Paser,…

Senin, 23 Mei 2022 10:47

Anggaran Proyek RS Balikpapan Barat Membengkak, Ini Alasannya

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengajukan penambahan biaya dalam proyek pengerjaan…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:25

Sudah Lunas, Jamaah Haji Tak Perlu Tambah Biaya

Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan memastikan tidak ada penambahan biaya…

Jumat, 20 Mei 2022 12:06

Tak Ada Anggaran untuk Ganti Rugi Lahan RS Barat

Pemerintah Kota Balikpapan memastikan tidak mengalokasikan anggaran untuk pemberian ganti…

Rabu, 18 Mei 2022 10:03

Di Balikpapan, 9 Perusahaan Tunggak THR

Sebanyak sembilan perusahaan di Kota Balikpapan dilaporkan tidak memenuhi kewajiban…

Senin, 16 Mei 2022 10:34

Musibah di Kilang Balikpapan, Satu Orang Jadi Korban

 Musibah kebakaran terjadi di kawasan Kilang Balikpapan PT Kilang Pertamina…

Senin, 16 Mei 2022 10:31

Gotong Royong Berujung Maut, Dua Orang Kena Timpas, Satu Tewas

Warga yang bermukim di Jalan Tepo RT 10 Kelurahan Karang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers