MANAGED BY:
JUMAT
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 10 Mei 2022 13:14
Klarifikasi Awal Pengaduan Pengrusakan Mangrove DAS Wain
Harapkan Tindakan Hukum dan Pemulihan Mangrove yang Dirusak
MINTA KETERANGAN: DLH Provinsi Kaltim memanggil pelapor terkait pengrusakan mangrove di DAS Wain untuk klarifikasi awal

Laporan pengrusakan mangrove di daerah aliran sungai (DAS) Wain yang dilaporkan oleh Koalisi Peduli Teluk Balikpapan, telah mendapat tanggapan dari DLH Provinsi Kaltim.

Menurut keterangan dari Husen Suwarno sebagai koordinator advokasi Pokja Pesisir dan Nelayan, bahwa pada Kamis (28/4) lalu telah dilakukan rapat klarifikasi awal terkait dugaan pengrusakan ekosistem mangrove di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Rusdiansyah selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Kaltim, dan didampingi jajaran lainnya di DLH provinsi, Dinas Kehutanan Kaltim, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, DLH Kota Balikpapan, dan Koalisi Peduli Teluk Balikpapan.

"Pokok aduan sesuai surat aduan Koalisi Peduli Teluk Balikpapan yaitu Pokja Pesisir, Walhi Kaltim, Jatam Kaltim, dan FPTB, tanggal 18 Maret 2022, adanya dugaan pengrusakan ekosistem mangrove di Teluk Balikpapan pada area DAS Wain Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan," kata Husen, Minggu (8/5).

Dalam pertemuan tersebut disampaikan hal-hal terkait keterangan dari pihak Koalisi Peduli Teluk Balikpapan, salah satu diantaranya informasi awal adanya kerusakan mangrove diperoleh dari masyarakat nelayan, dimana kerusakan mangrove mencapai sekira  50 hektare.

Husen melanjutkan, adapun keterangan dari DLH provinsi diantaranya dalam melakukan usaha atau kegiatan, kesesuaian tata ruang sangat penting, dimana dalam hal ini harus terlebih dahulu mendapatkan klarifikasi tertulis dari instansi yang berwenang terkait tata ruang, sehingga proses perizinan selanjutnya sangat tergantung pada hasil klarifikasi tata ruang.

Berkenaan dengan lokasi, kata Husen, pengaduan Koalisi Peduli Teluk Balikpapan yang berada di administrasi Kota Balikpapan pada area DAS Wain, berdasarkan PermenLHK 22/Menlhk/Setjen/Set.1/3/2017 tentang tata cara pengelolaan pengaduan dugaan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup/pengerusakan hutan, masih merupakan kewenangan di DLH Kota Balikpapan.

"Untuk keterangan dari DLH Kota Balikpapan diantaranya, DLH Kota Balikpapan telah melakukan verifikasi lapangan pada hari Kamis tanggal 21 April 2022 dengan melibatkan Satpol-PP, camat, dan kelurahan setempat. Dimana saat peninjauan lapangan tidak ditemukan adanya pergerakan aktivitas pembukaan lahan dan tebangan mangrove sudah dalam kondisi hitam mengering di lokasi DAS Wain," bebernya.

Lebih lanjut Husen menyampaikan kesimpulan hasil rapat bahwa berdasarkan keterangan Koalisi Peduli Teluk Balikpapan, luasan mangrove yang mengalami kerusakan diperkirakan 50 hektare didominasi vegetasi mangrove. Namun hingga kini belum diketahui pelakunya.

"Yang kedua, DLH Kota Balikpapan telah melakukan verifikasi lapangan pada 21 Maret 2022 dimana benar telah terjadi kerusakan ekosistem mangrove di area DAS Wain," jelasnya.

Selain itu DLH Kota Balikpapan akan melanjutkan penelusuran identitas pelaku pengrusakan mangrove melalui koordinasi dengan instansi teknis terkait. Mengacu pada PermenLHK No. P.22/Menlhk/Setjen/Set.1/3/2017 tentang tata cara pengelolaan pengaduan dugaan pencemaran atau pengrusakan lingkungan hidup atau pengrusakan hutan, maka aduan Koalisi Peduli Teluk Balikpapan selanjutnya akan dilimpahkan penanganannya ke DLH Kota Balikpapan.

"Koalisi berharap aparatur pemerintah baik dari kepolisian harus segera menemukan pelakunya, karena pelaku telah melanggar undang-undang, sehingga wajib diberikan sanksi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku yang diatur dalam Pasal 35 Huruf (e) dan (f) UU Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil," tuturnya.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah berupaya segera melakukan pemulihan mangrove agar dampak dari hilangnya mangrove segera tertangani. Selain itu berharap agar pelaku dihukum sesuai aturan yang ada. (jam/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 Mei 2022 13:05

Ratusan Pengembang di Balikpapan Belum Serahkan Fasum dan Fasos ke Pemkot

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda Nomor 5 tahun 2013 tentang…

Rabu, 25 Mei 2022 13:22

Akibat Luka Bakar, Korban Kebakaran Kilang Pertamina Alami Trauma

Tiga orang korban kebakaran kilang Pertamina Balikpapan yang saat ini…

Senin, 23 Mei 2022 10:57

LSM Lingkungan Kritisi Penambangan Pasir Pantai di Balikpapan

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Daya Konservasi Alam (Lingdaka) mengkristisi…

Senin, 23 Mei 2022 10:54

Biar Makin Cantik, Taman Siring Kandilo Segera Ditata

 Dalam waktu dekat salah satu tempat favorit masyarakat Kabupaten Paser,…

Senin, 23 Mei 2022 10:47

Anggaran Proyek RS Balikpapan Barat Membengkak, Ini Alasannya

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengajukan penambahan biaya dalam proyek pengerjaan…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:25

Sudah Lunas, Jamaah Haji Tak Perlu Tambah Biaya

Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan memastikan tidak ada penambahan biaya…

Jumat, 20 Mei 2022 12:06

Tak Ada Anggaran untuk Ganti Rugi Lahan RS Barat

Pemerintah Kota Balikpapan memastikan tidak mengalokasikan anggaran untuk pemberian ganti…

Rabu, 18 Mei 2022 10:03

Di Balikpapan, 9 Perusahaan Tunggak THR

Sebanyak sembilan perusahaan di Kota Balikpapan dilaporkan tidak memenuhi kewajiban…

Senin, 16 Mei 2022 10:34

Musibah di Kilang Balikpapan, Satu Orang Jadi Korban

 Musibah kebakaran terjadi di kawasan Kilang Balikpapan PT Kilang Pertamina…

Senin, 16 Mei 2022 10:31

Gotong Royong Berujung Maut, Dua Orang Kena Timpas, Satu Tewas

Warga yang bermukim di Jalan Tepo RT 10 Kelurahan Karang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers