MANAGED BY:
SELASA
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 27 September 2022 10:14
WADUH..!! DP3 Temukan Tiga Hewan Ternak di Balikpapan Positif PMK

Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan menemukan adanya 3 hewan ternak yang positif terpapar Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di kota Balikpapan.

Kepala DP3 Kota Balikpapan Heria Prisni mengatakan, temuan tersebut berdasarkan hasil laporan  laboratorium Banjar Baru yang menyatakan 3 ekor ternak positif PMK.

Dimana masing-masing hewan yang dinyatakan PMK tersebut  yaitu, 2 ekor  kerbau dan 1 ekor sapi.

"Jadi kemarin ada yang sudah kami potong paksa. Dimana per tanggal 21 Agustus ketiga hewan ternak ini dinyatakan  PMK. Dan kami juga sudah melakukan vaksin kepada 700 ekor sapi, mudah-mudahan sudah tidak ada lagi penyebarannya," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Balikpapan, Senin (26/9).

Ditanya mengenai temuan hewan ternak yang dinyatakan positif PMK tersebut masuk melalui jalur apa, dia mengatakan bahwa hewan ternak tersebut masuk melalui jalur darat dari Samarinda  ke Balikpapan. Namun tidak masuk melalui karantina.

"Mudah-mudahan berhenti di tiga hewan ini,  karena sudah kami antisipasinya dengan melakukan vaksin," terangnya.

Ia menerangkan, untuk mengantisipasi adanya penyebaran penyakit PMK terhadap hewan ternak lainnya, di awal bulan Oktober  ini, pihaknya akan melakukan vaksin booster kepada hewan ternak yang ada di Balikpapan.

"Jadi bukan hanya manusia yang dilakukan vaksin booster melainkan hewan ternak juga," tuturnya.

Dia menambahkan, kemudian dalam pengawasan penyebaran PMK ini pihaknya juga akan bekerja sama dengan Balai Karantina sehingga yang masuk di Balikpapan betul-betul hewan ternak yang sudah ada rekomendasi dari Balai Karantina.

"Tanpa surat karantina ini kami akan tolak dalam pemotongannya," tutupnya.

CIRI-CIRI HEWAN YANG TERINFEKSI PMK

Sejak ditemukan pada April 2022, penyebaran kasus PMK terus meluas ke sejumlah daerah di Indonesia. PMK adalah penyakit infeksi yang sering kali menjangkiti hewan ternak berkuku belah, termasuk sapi dan kambing. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Aphthovirus dari famili Picornaviridae.

Diduga, PMK menular melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. PMK juga bisa menular melalui produk hewan atau pertanian yang terkontaminasi Aphthovirus.

Meskipun PMK tidak menulari manusia, tetapi penyakit ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Sebab, PMK bisa menghambat perdagangan hewan dan produknya.

Dampak ini kian jelas terasa jelang Iduladha. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan hewan ternak yang terjangkit PMK dengan gejala klinis berat tidak sah dijadikan hewan kurban. Sementara, hewan dengan gejala PMK ringan masih boleh dikurbankan. Karenanya, penting mengetahui gejala PMK pada hewan, di antaranya:

1. Demam dan Luka Lepuh

Gejala PMK yang paling terlihat jelas menyebabkan hewan mengalami demam tinggi disertai luka lepuh.

Gejala PMK pada sapi menyebabkan demam hingga 40-41 derajat celcius. Sapi juga mengalami luka lepuh di area lidah, bibir, mulut, gusi, selaput lendir pipi, langit-langit mulut, dan hidung.

Nah, menurut World Organisation for Animal Health (WOAH), gejala klinis penyakit PMK pada kambing biasanya lebih ringan daripada sapi.

2. Pincang

Luka lepuh bisa menyebabkan sapi dan kambing semakin lemah. Bahkan, kondisi ini membuat hewan mengalami kepincangan yang ekstrem.

Karenanya, ciri-ciri sapi dan kambing terkena PMK sulit menggerakkan badannya serta lebih sering berbaring.

3. Air Liur Mengalir Banyak

Ciri PMK pada hewan berikutnya menyebabkan hipersalivasi. Hipersalivasi adalah kondisi air ludah (saliva) keluar sangat banyak.

Hipersalivasi diduga terjadi karena virus penyebab PMK menginfeksi kelenjar ludah hewan.

4. Penurunan Berat Badan

PMK juga menyebabkan sapi dan kambing mengalami penurunan berat badan. Pasalnya, demam dan luka lepuh akibat PMK membuat hewan stres dan kehilangan nafsu makan.

Pada sapi atau kambing usia muda, kondisi ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. Bahkan, berdasarkan WOAH, sapi dan kambing berusia muda lebih rentan mengalami kematian akibat PMK, dibandingkan hewan berusia dewasa.

5. Produksi Susu Menurun

Hilangnya nafsu makan juga menyebabkan produksi susu sapi dan kambing menurun.  Menurut WOAH, penurunan produksi susu pada hewan yang terjangkit PMK kronis bahkan bisa mencapai 80 persen.

Ketika mengalami PMK, anak sapi atau kambing juga tidak boleh menyusu dari induk yang terinfeksi. Pasalnya, PMK bisa menular melalui cairan susu yang terkontaminasi Aphthovirus.

6. Infeksi Bakteri

Luka lepuh akibat PMK biasanya bisa sembuh dalam kurun tujuh hari. Namun, dalam beberapa kasus, luka lepuh bisa terjadi lebih lama. Luka lepuh yang berlangsung lama bisa memicu komplikasi, berupa infeksi bakteri.

Dengan mengenal gejala PMK pada hewan, kamu bisa lebih berhati-hati dalam memilih hewan kurban yang akan disembelih untuk Iduladha.

Ketika memilih hewan kurban, pastikan untuk mengecek intensitas air liur, kondisi kuku, maupun lesi pada area mulut sapi atau kambing. Hindari membeli hewan ternak yang memiliki gejala PMK.

Akan lebih baik lagi jika hewan ternak yang dibeli dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) atau sertifikat veteriner (SV) dari dinas peternakan setempat.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hindari mencuci daging maupun jeroan karena dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menularkan PMK ke hewan sehat di tempat lain.(net/djo/vie)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 06 Desember 2022 16:43

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 5/PG Buka Jalan untuk Para Petani

Dalam rangka mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed…

Selasa, 06 Desember 2022 14:26

Tahun Depan, Balikpapan Target Bebas Truk ODOL

 Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Elvin Junaidi menargetkan pada tahun…

Selasa, 06 Desember 2022 14:24

Pemodal Tambang Ilegal Dibekuk Polisi

Tambang batubara ilegal masih marak di Kalimantan Timur (Kaltim). Aktivitas…

Selasa, 06 Desember 2022 14:23

Runway Bandara SAMS Sepinggan Retak

Landasan pacu atau runway di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Sabtu, 03 Desember 2022 13:38

Di Balikpapan, Ada 188 Ribu Warga Tercover BPJS Kesehatan Gratis

 Jumlah data warga Kota Balikpapan tercover dalam program BPJS Kesehatan…

Sabtu, 26 November 2022 10:46
Termasuk 3 Ribuan Guru yang Terpaksa Tidak Bisa Mengajar

Pemkot Balikpapan Masih Mencari Simulasi Penghapusan Tenaga Honorer

Rencana penghapusan tenaga honorer pada awal tahun 2023 mendatang, termasuk…

Sabtu, 26 November 2022 10:25

Pelabuhan Samarinda dan Balikpapan Jadi Pilot Project Penerapan Single Submission

14 pelabuhan di Indonesia mulai menerapkan Layanan Single Submission Quarantine…

Jumat, 25 November 2022 11:33

Perekrutan 4 Kabiro dan 23 Direktur Badan Otorita IKN Diperpanjang

Perekrutan terbuka untuk mengisi jabatan empat kepala biro dan 23…

Kamis, 24 November 2022 10:44

DPRD Balikpapan Pertanyakan Dirut PDAM, Kenapa Masih Plt...?

 Hingga saat ini posisi jabatan Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung…

Kamis, 24 November 2022 10:41

Jangan Main-Main..!! Kejaksaan Balikpapan Awasi Proyek DAS Ampal

 Minimnya progress pengerjaan proyek DAS Ampal menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers